Jawabanmu

Jawaban paling cerdas!
2014-03-25T16:50:31+07:00
M. Ramdani Sidik Doni (Ayah) Yuana Gita Yanuari Ratna (Ibu) Virgian Kusuma Putra Rio (Anak1) Risma Muliawati Lisa(anak 2) Riska Maharani Putri Dewi(pembantu)   Ada sebuah keluarga yang awalnya mereka hidup rukun dan harmonis. Serba berkecukupan, dan memiliki satu orang anak laki-laki yang berperilaku baik. Namun dalam kehidupan pastilah ada perselisihan yang mengakibatkan pertengkaran. Pertengkaran tersebut dipicu oleh kehadiran orang ketiga di kehidupan mereka.   Doni                 : (membuka pintu dan duduk di ruang tamu) Ratna               : Pah, capek ya? Doni                 : (menatap Ratna sinis) Ratna               : Kamu kenapa Pah? Mau makan atau mandi dulu? Makan dulu ya, aku sudah                                       masak                        Doni                 : Tidak usah, aku sudah kenyang. Ratna               : Ya sudah, aku masakin air untuk kamu mandi ya? Doni                 : Aku mau langsung tidur saja. (sambil pergi meninggalkan Ratna)                  
 Di sebuah taman, terlihat Doni sedang berduaan bersama Lisa. Mereka terlihat mesra, dari kejauhan Dewi memperhatikan mereka. Ada rasa sayang yang terpendam di hatinya.
Lisa                  : Mas, kamu lebih memilih dia atau aku?. Doni                 : Ya kamu lah.. Memangnya kenapa sayang? Lisa                  : Berarti kamu harus ceraikan dia! Doni                 : Iya, nanti secepatnya aku urus. Lisa                  : Janji ya Mas? Doni                 : Iya aku janji. Doni dan Lisa terlihat semakin dekat, kemudian Rio melihat kemesraan mereka berdua.   Di kantor terjadi percakapan antara Dewi dan Lisa. Dewi                : Lisa, aku ingin berbicara empat mata denganmu! Lisa                  : Ada apa? (jawab Lisa dengan nada ketus) Dewi                : Aku tahu semua yang kamu lakukan Lisa. Lisa                  : Lakukan? Kamu bicara apa sih? Dewi                : Kamu jangan pura-pura Sa! apa kamu sudah memikirkan akibat dari                                           perbuatanmu dengan mas Doni? Lisa                  : Aku tahu akibat dari perbuatanku itu, aku tidak akan mundur sebelum                                         dendamku terbalas, aku tidak ingin melihat lelaki manapun bahagia. Dewi                : Kamu salah Lisa, semua perbuatan burukmu itu pasti akan ada balasannya.                                Hentikan, sebelum semuanya terlambat. Aku hanya peduli padamu. Lisa                  : Ya ya ya terimakasih atas kepedulianmu Dewi, ini hidupku! Urus saja hidupmu                           sendiri! Dewi                : Aku tidak bermaksud mencampuri urusanmu. Lisa                  : Lebih baik kamu pergi! Dewi                : Baik kalau begitu, semua terserah padamu. (Dewi pun meninggalkan Lisa)   Dengan perubahan sikap suaminya, Ratna merasakan sedikit kejanggalan dalam rumah tangganya. Ratna               : Pah, Papa kenapa akhir – akhir ini sikapnya berbeda? Mama salah apa Pah?                               kan semuanya bisa dibicarakan dengan baik-baik. Doni                 : Sudahlah tidak usah dibahas, itu urusanku!   Tak lama kemudia datanglah Rio dalam keadaan mabuk. Ratna               : Rio! ya Allah! kamu kenapa sayang? Kenapa kamu harus seperti ini nak? Doni                 : Apa yang kamu lakukan Rio?! Dasar kamu anak tidak bisa diatur! Rio                   : Apa Pah? Apa? Papa mau tampar aku? Tampar Pah! Tampar! Doni                 : Kenapa kamu lakukan ini? Rio                   : Papa tanya aku kenapa? Tanya sama diri Papa sendiri! Apa yang Papa lakukan                           dengan wanita itu?! Ratna               : Jadi selama ini Papa khianatin Mama? Kenapa Papa tega? Kenapa Pah?   Tidak lama kemudian Dewi datang. Dewi                : Mas! Ratna               : Kamu siapa? Dia siapa lagi Pah? Dewi                : Aku rekan kantornya mbak. Ratna               : Mau apa kamu di sini? Dewi                : Aku tahu apa yang telah terjadi. Ratna               : Maksud kamu apa? Dewi                : Aku bukan mau ikut campur urusan keluarga kalian, tapi maaf mas aku ke sini                           hanya memberi tahukan satu hal, bahwa Lisa itu bukan wanita baik – baik, dia                             itu adalah teman SMA ku dulu, dia wanita tidak benar mas. Dia hanya ingin                           menghancurkan keluarga mas dan mba. Sudahlah mas, hentikan. jangan sampai                            anak jadi korban, sadar lah mas Ratna               : Oh Mama faham. Doni                 : Tidak Ma, semua itu tidak seperti yang Mama fikirkan. Papa…. Ratna               : Jadi Papa pilih siapa? Perempuan itu atau Mama dan Rio? Kalau Papa lebih                                memilih perempuan itu biar kami yang pergi dari sini. Rio                   : Sudah Ma, kita pergi saja dari sini. Papa sudah menyakiti hati Mama. Dia sudah                                    tidak pantas menjadi Papaku.   Tidak lama kemudian Lisa datang, ternyata Lisa membuntuti Dewi sampai ke rumah mereka. Lisa                  : Dewi! Kamu apa-apaan?! Doni                 : Lisa! Rio                   : Wanita itu yang aku lihat bersama Papa. Ratna               : Mas, jadi dia yang bernama Lisa? Lisa                  : Ya, aku Lisa. Dewi                : Kenapa kamu ada di sini? Lisa                  : Mas, kamu sudah janji akan menceraikan dia! Doni                 : Lupakan itu. Dewi                : Mas, aku tahu kamu menyayangi keluargamu. Kamu harus membuat pilihan. Doni                 : Kamu benar Dewi. Hubungan kita cukup sampai disini Lisa, tolong kau pergi                               jauh dari kehidupanku. Aku tidak ingin mengenalmu lagi . Dengan penuh penyesalan, Doni pun menyadari kesalahannya dan meminta maaf pada Ratna. Doni                 : Ma, papa lebih memilih keluarga kita. Maafin Papa Mah, Papa khilaf.                                         Papa tidak akan mengulanginya lagi. Papa sayang kalian.  


2 5 2