Jawabanmu

2014-03-25T12:44:36+07:00
Dalam berinvestasi tentu kita menginginkan keuntungan yang maksimal. Namun bagaimana mendapatkannya dengan adanya pertumbuhan inflasi?

Ada asumsi yg perlu digunakan jika kita merencanakan keuangan keluarga. Misalnya asumsi inflasi dan asumsi rata-rata nilai investasi per tahun. Di kantor saya, kami menggunakan asumsi kenaikan biaya hidup sebesar 10% per tahun. Sementara asumsi kenaikan biaya sekolah adalah antara 10-20% per tahun.

Tapi dengan asumi kenaikan biaya sebesar itu, tidak berarti kita harus berinvestasi lebih besar dari inflasi itu sendiri. Karena bagaimana pun juga, tingkat hasil investasi yang tinggi akan hadir bersama dengan risiko investasi. Karena itu, salah satu cara mengatur risiko adalah dengan membagi Tujuan Finansial berdasarkan jangka waktunya.

Contohnya, dengan inflasi 10% per tahun, tujuan dana pendidikan TK sebesar Rp8,6juta dalam 3 tahun yang akan datang masih bisa terkejar dengan menabung Rp240.000 per bulan. Asumsi hasil investasi dianggap 0% per tahun. Bedakan dengan tujuan Dana Pendidikan S1 sebesar Rp645juta dalam 17 tahun yang akan datang, membutuhkan menabung Rp3juta/bulan. Sementara target Rp645juta dapat tercapai dengan ±Rp200ribu/bulan saja dengan asumsi target hasil investasi 25% per tahun (produk risiko tinggi seperti Reksadana Saham).
2014-03-25T12:46:42+07:00
Investasi saham merupakan penanaman modal terhadapp suatu lembaga komersil,,misalkan bank dll
sedangkan inflasi merupakan suatu kenaikan harga2 dr harga normal secara terus menerus


terima kasih