Jawabanmu

2014-03-25T11:40:40+07:00
Mereka memakan makanan yang
disediakan oleh alam. Makanan diperoleh dengan cara berburu, mengumpulkan
buah-buahan, ubi-ubian, dan menangkap ikan. Mereka hidup dalam kelompokkelompok
kecil (bergerombol) agar mampu menghadapi segala macam tantangan
atau ancaman.
Manusia purba telah pandai memilih tempat-tempat tinggalnya, seperti di
tepi sungai, di tepi danau ataupun di pantai. Ada juga yang tinggal di dalam
goa-goa atau ceruk-ceruk batu; maka tempat tinggal mereka tidak menetap. Di
tepi sungai atau danau banyak terdapat ikan dan binatang lain yang menjadi
buruan mereka dan dapat mereka makan. Ada yang hidup di tepi pantai karena
pantai banyak terdapat sumber makanan. Demikian juga yang tinggal di guagua,
di daerah sekitarnya pastilah daerah yang cukup memberikan makanan,
sehingga mereka bisa bertahan untuk hidup. Masa inilah yang disebut masa
food gathering (mencari dan mengumpulkan makanan) dengan sistem hidup
berpindah-pindah (nomaden).
Manusia purba secara sederhana telah menghasilkan kebudayaan, sebab
budaya adalah hasil cipta, rasa dan karsa manusia. Mereka berhasil menciptakan
alat-alat untuk menangkap binatang buruan, menguliti binatang buruan,
mengorek ubi-ubian, mengail ikan dan sebagainya. Bahan pembuat alat-alat di
dapat dari alam sekitarnya, seperti batu, kayu, tulang, tanduk binatang dan
sebagainya.
Dalam proses kehidupan yang cukup lama, manusia pra sejarah mengalami
perkembangan meskipun sangat lamban, yaitu ada yang telah mengenal tempat
tinggal sementara (semi sedenter), misalnya di tepi pantai atau di gua-gua. Sisa
sisa peninggalan hidup tempat tinggal sementara dari zaman Mesolitikum ini
disebut kyokkemoddinger (sampah dapur) dan abris sous roche (gua sebagai
tempat tinggal). Alat-alat kehidupan mereka pun makin berkembang, seperti
chooper (kapak perimbas = pebble = kapak Sumatra), chopping tool (kapak
penetak), anak panah, flake, alat-alat dari tulang dan tanduk rusa, dan sebagainya.

2014-03-25T11:48:33+07:00
Hidup berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk berburu dan mencariĀ  makan yang disebut nomaden. pada saat makanan merak habis serta binatang buruan tidak ditemukan lagi, mereka akan mencari tempat lain untuk memenuhi kebutuhan makanan atau biasa disebut food gathering. setelah melalui perubahan yang sangat lama,akhirnya peradaban pra-aksara nusantara meninggalkan tradisi food gathering dan nomaden. mereka memulai tradisi bercocok tanam dan menghasilkan makanan sendiri. tradisi seperti ini disebut food producing.
Semoga bermanfaat :)