Jawabanmu

2014-03-24T20:13:35+07:00
Prosedur Kredit yang harus dilakukan oleh bank antara lain

1.   
Merencanakan Pasar Sasaran. Bank harus mempunyai perencanaan, pasar mana yang akan dituju dalam memasarkan kreditnya, misalkan fokus pada sektor ritel/

2.   
Menentukan kriteria risiko yang dapat diterima. Bank hanya memasarkan kredit apabila kriteria risikonya jelas dan dapat dimitigasi, misalkan dengan: menetapkan limit exposure, jenis usaha (dibuat ratingnya, dan rating apa saja yang layak dibiayai), lokasi dsb nya.

3.   
Menentukan kriteria nasabah kredit yang diberikan, berdasar pada kriteria nasabah yang jelas.
2014-03-24T20:14:20+07:00
Prosedur pemberian kredit dan penilaian kredit oleh dunia perbankan secara umum antar bank yang satu dengan yang lain tidak jauh berbeda. Yang menjadi perbedaan mungkin hanya terletak dari bagaimana tujuan bank tersebut serta persyaratan yang ditetapkannya dengan pertimbangan masing-masing.Prosedur pemberian kredit dibedakan antara pinjaman perseorangan dan badan hukum, yang secara umum dapat di jelaskan sebagai berikut :1). Pengajuan berkas-berkasPengajuan proposal kredit hendaklah yang berisi antara lain :a.    Latar belakang perusahaanb.    Maksud dan tujuanc.    Besarnya kredit dan jangka waktud.    Cara pengembalian kredite.    Jaminan kreditSelanjutnya proposal ini dilampiri dengan berkas-berkas yang telah dipersyaratkan seperti :a.    Akte notariesb.    Tanda daftar perusahaan (TDP)c.    Nomor Pokok wajib Pajak (NPWP)d.    Neraca dan laporan rugi laba 3 tahun terakhire.    Bukti diri dari pimpinan perusahaanf.     Foto copy sertifikat jaminanPenilaian yang dapat kita lakukan untuk sementara adalah dari neraca dan laporan rugi laba yang ada dengan menggunakan rasio-rasio sebagai berikut :a.        current ratiob.        inventory turn overc.        sales to receivable ratiod.        profit margin ratioe.        return on net worthf.         working capital 2).   Penyelidikan berkas pinjamanTujuannya adalah untuk mengetahui apakah berkas pinjaman yang diajukan sudah lengkap sesuai persyaratan dan sudah benar. Jika menurut pihak perbankan belum lengkap atau cukup maka nasabah diminta untuk segera melengkapinya dan apabila sampai batas waktu tertentu nasabah tidak sanggup melengkapi kekurangannya, maka sebaiknya permohonan kredit dibatalkan saja. 3).   Wawancara IMerupakan penyelidikan kepada calon peminjam dengan langsung berhadapan dengan calon peminjam. 4).   On the SpotMerupakan kegiatan pemeriksaan ke lapangan dengan meninjau berbagai obyek yang akan dijadikan usaha atau jaminan. Kemudian hasilnya dicocokan dengan hasil wawancara I. 5).   Wawancara IIMerupakan kegiatan perbaikan berkas, jika mungkin ada kekurangan pada saat setelah dilakukan on the spot di lapangan. 6).   Keputusan KreditKeputusan kredit dalam hal ini adalah menentukan apakah kredit akan diberikan atau ditolak, jika diterima, maka dipersiapkan administrasinya. Biasanya mencakup :a.    jumlah uang yang diterimab.    jangka waktuc.    dan biaya-biaya yang harus dibayar 7).   Penandatangan akad kredit/perjanjian lainnyaKegiatan ini merupakan kelanjutan dari diputuskannya kredit, maka sebelum kredit dicairkan maka terlebih dahulu calon nasabah menandatangani akad kredit. 8).   Realisasi kreditDiberikan setelah penandatanganan surat-surat yang diperlukan dengan membuka rekening giro atau tabungan di bank yang bersangkutan. 9).   Penyaluran/penarikan     adalah pencairan atau pengambilan uang dari rekening sebagai realisasi dari pemberian kredit dan dapat diambil sesuai ketentuan dan tujuan kredit yaitu :a.    sekaligus ataub.      secara bertahap