Jawabanmu

2014-03-23T22:53:14+07:00
Ratusan pedagang pasar mall Mandonga Kendari, Rabu, berunjukrasa di Kantor Wali Kota Kendari, untuk meminta wali kota segera mencopot pengelola pasar. Aksi demo para pedagang yang mayoritas eks korban kebakaran pada Juli 2013 itu meminta pemerintah kota tidak lagi memperpanjang izin pengelolaan pasar yang dikuasai swasta itu. Salah seorang pedagang Daeng Abu mengatakan pengelola pasar menaikkan tarif senaaknya tanpa melihat kondisi dan kemampuan pedagang. Ia mengatakan sewa kios setiap pedagang selama tahun 2013 ini sudah beberapa kali dinaikkan oleh pengelola pasar. Sebagai contoh sewa kios saat ini naik menjadi Rp875.000 per kios per bulan, atau naik Rp25.000 per bulan yang sebelumnya Rp850.000 per kios. Sewa lapak-lapak dan tenda naik masing-masing dari Rp230.000 menjadi Rp250.000 dan pedagang tenda dari Rp75.000 per bulan menjadi Rp100.000 per bulan. Para pedagang juga mengancam bila pemerintah kota tidak mencopot pengelola pasar dan tarif tetap dinaikkan, maka mereka akan menjual di bahu jalan pasar itu. Asisten II Bidang Administrasi dan Pembangunan Sekot Kendari Indra Muhammad saat menerima pengunjukrasa mengatakan pihaknya akan berupaya melakukan mediasi. "Kalau untuk mengganti pengelola pasar, mungkin bukan wewenang kami karena pasar yang ditempati para pedagang itu bukan pemerintah yang mengelola, tetapi milik swasta/pribadi," katanya. Namun demikian, kata Indra, pemerintah tetap bersikap tegas kepada pengelola pasar agar tidak seenaknya menaikkan tarif sepihak tanpa melakukan negosiasi dengan para pedagang yang ada di pasar itu. Keterangan yang dihimpun menyebutkan bahwa jumlah pedagang eks pasar yang terbakar di samping Korem 143/Haluoleo (pasar basah mall Mandonga), berjumlah kurang lebih 1.000 pedagang, terdiri atas 800 pedagang kios, 200 pedagang lapak dan 100 pedagang yang memasang tenda di luar. Setelah diterima Asisten II Kota Kendari, para pedagang yang menyampaikan aspirasi itu membubarkan diri walaupun masih kecewa karena belum adanya keputusan final yang diambil pemerintah kota.

2014-03-23T22:55:11+07:00
 Wakil pedagang    : “Selamat pagi, bu”.
Wakil Pemda            : “Selamat pagi. Silahkan duduk!”
Wakil pedagang    : “Iya, terima kasih”.
Wakil Pemda            : “Ada yang bisa saya bantu?”
Wakil pedagang    : “Saya Okta. Disini, saya selaku perwakilan dari para pedagang di Pasar Senen ingin menyampaikan keluhan kami akan Kebijakan Pemda yang menyatakan bahwa kami harus pindah ke tempat baru itu. Kami tidak setuju.
Wakil Pemda            : “Mengapa anda tidak setuju dengan kebijakan itu?”
Wakil pedagang    : “Karena harga sewanya terlalu mahal untuk kami”.
Wakil Pemda            : “Sebenarnya harga sewanya sudah dipertimbangkan dengan keuntungan yang akan didapat oleh pedagang nantinya”.
Wakil pedagang    : “Saya mohon, tolong pertimbangkan lagi! Karena tidak semua pedagang bisa membayar harga sewanya jika semahal itu”.
Wakil Pemda            : “Bagaimana ya? Harga yang kami tetapkan sudah sesuai dengan pedagang kok”.
Wakil pedagang    : “Tidak, bu. Saya mendengar keluhan mereka tentang mahalnya harga sewa itu. Tidakkah ibu mendengarnya juga?”
Wakil Pemda            : “Baiklah, akan saya pertimbangkan lagi. Memangnya berapa penghasilan mereka sebulan?”
Wakil pedagang    : “Penghasilan yang mereka dapat sangat bervariasi. Kira-kira sekitar Rp1.500.000,00/bulan”.
Wakil Pemda            : “Bagaimana jika harga sewanya turun menjadi Rp500.000,00 perbulan?”
Wakil pedagang    : “Apa tidak bisa kurang lagi?”
Wakil Pemda            : “Menurut saya itu sudah seimbang dengan fasilitas yang akan mereka dapat di tempat yang baru. Bagaimana menurut anda?”
Wakil pedagang    : “Saya tetap tidak setuju. Kalau begitu kami tidak akan pindah ke tempat yang baru itu”.
Wakil Pemda            : “Tapi, tujuan kami itu baik, kami hanya ingin melihat kota ini menjadi kota yang bersih, tertib, aman, dan sehat. Jika anda tetap ingin bertahan dalam kondisi itu, lama-kelamaan kerabat anda yang merupakan warga kota ini akan terserang penyakit karena lingkungan yang tidak sehat itu. Setelah kalian pindah, kami akan mengubah Pasar Senen menjadi taman yang asri, sehingga warga kota ini bisa menghirup udara yang segar”.
Wakil pedagang    : “Kami tahu itu, tapi bagaimana kami bisa membayarnya? Keperluan kami banyak, mulai dari kebutuhan sandang, pangan, juga kami harus menyekolahkan anak-anak kami. Di zaman globalisasi seperti ini, uang sebesar itu tidak akan cukup. Mohon dikurangi lagi harganya!”
Wakil Pemda            : “Ya sudah. Bagaimana jika harga sewanya turun menjadi Rp300.000,00 per bulan?”
Wakil pedagang    : “Ya, saya setuju”
Wakil Pemda            : “Baik. Tolong ajak para pedagang itu untuk pindah ke tempat yang baru, agar mereka dan para pembeli juga akan merasa nyaman dan hidup di lingkungan yang sehat”.
Wakil pedagang    : “Ya tentu. Terima kasih atas toleransi anda terhadap kami. Boleh saya keluar?”
Wakil Pemda            : “Sama-sama, itu sudah menjadi kewajiban saya sebagai wakil rakyat. Terima kasih juga karena anda telah menyampaikan masukkan itu.”
Wakil pedagang    : “Ya, sama-sama. Selamat pagi”.
Wakil Pemda            : “Selamat pagi”.
Silahkan dimodifikasi lagi!
2 3 2