Karena pada Jakarta Charter (Piagam Jakarta), sila pertama awalnya adalah "Ketuhanan dengan kewajiban mejalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya" menimbulkan permasalahan, terutama bagi rakyat Indonesia di bagian timur yang sebagian besar beragama nasrani..

Jawabanmu

2014-03-21T00:10:59+07:00
Karena pada Jakarta Charter, sila pertama awalnya adalah "Ketuhanan dengan kewajiban mejalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya" menimbulkan permasalahan terutama bagi rakyat Indonesia di bagian timur yang sebagian besar beragama protestan. Akhirnya setelah berunding, perwakilan daerah barat yaitu Muhammad Hatta dan perwakilan daerah timur yaitu A. A. Maramis memutuskan untuk mengganti sila pertama menjadi "Ketuhanan yang maha esa", dengan alasan untuk menjaga persatuan dari bangsa Indonesia.
2014-03-21T00:11:21+07:00
Karena pada sila pertamu berbunyi "ketuhanan yang maha Esa " pada saat perundingan tentang ke 5 landasan ideologi negara Presiden RI Ir. Suekarno mengusulkan dengan bunyi " ketuhanan berdasarkan syariat islam" , terjadilah konflik antara kaum nonmuslim yang mengancam akan memisahkan diri , sehingga digantikan menjadi " ketuhanan yang maha Esa" :)