Bawang Merah dan Bawang Putih

1. Pada zaman dahulu, di sebuah desa tinggal sebuah keluarga yang bahagia. Keluarga itu mempunya anak yang cantik bernama Bawang Putih. Kehidupan bahagia itu terganggu saat ibu Bawang Putih sakit keras dan pada akhirnya meninggal dunia.Bawang Putih sangat berduka, demikianlah juga ayahnya. Sekarang Bawang Putih hanya tinggal berdua bersama ayahnya.
2. Di desa itu, hiduplah seorang janda yang mempunyai anak bernama Bawang Merah.Sejak ibu Bawang Putih meninggal, ibu Bawang Merah kerap berkunjung ke tempat tinggal Bawang Putih. Dia kerap membawakan makanan, menolong Bawang Putih membereskan tempat tinggal atau cuma menemani Bawang Putih serta ayahnya mengobrol. Akhirnya, sang janda itu menikah dengan ayah Bawang Putih. Kehidupan Bawang Putih tidak sepi lagi. Dia mendapat ibu baru sekaligus saudara perempuan, yaitu Bawang Merah. Pada awalanya, sang ibu tiri dan saudara tiri itu amat baik pada Bawang Putih, tetapi lama-kelamaan karakter asli mereka mulai terlihat. Mereka sering memarahi Bawang Putih serta memberinya pekerjaan berat bila ayah mereka pergi berdagang. Sudah pasti sang ayah tidak mengetahuinya karena Bawang Putih tidak pernah mengadukan tingkah ibu dan saudara tirinya itu.
3. Suatu hari, ayah Bawang Putih sakit keras dan kemudian meninggal. Tinggallah
Bawang Putih bersama ibu dan saudara tirinya. Hari demi hari Bawang Putih disiksa
oleh Bawang Merah dan ibunya. Namun, Bawang Putih menerima kehidupan itu
dengan tabah. Suatu hari, Bawang Putih mencuci baju ibu dan saudaranya di sungai.Ada satu baju yang terhanyut, Bawang Putih pun mengejar baju itu. Sampailah dia di sebuah rumah yang dihuni seorang nenek yang berada di tepi sungai. Nenek itu menyimpan baju Bawang Putih yang hanyut. Dia mau menyerahkan baju itu jika Bawang Putih mau membantunya membersihkan rumah. Bawang Putih pun segera membantu nenek membersihkan rumah. Nenek itu terkesan dengan ketekunan Bawang Putih melakukan tugasnya membersihkan rumah. Setelah selesai, Bawang Putih berpamit pada sang nenek. Baju itu pun diserahkan nenek kepada Bawang Putih.Nenek itu juga memberi bungkusan hadiah untuk Bawang Putih karena telah bekerja membersihkan rumah nenek. Bungkusan itu tidak boleh dibuka jika belum sampai rumah. Dengan bergegas, Bawang Putih kembali ke rumah. Sesampai di rumah dia ceritakan pengalamannya dan dibukanya bungkusan yang diberikan nenek. Ternyata di dalam bungkusan itu terdapat emas yang berkilauan banyak sekali. Bawang Merahmerasa iri akan keberuntungan Bawang Putih.
4.Keesokan harinya, karena rasa iri hati yang sangat, Bawang Merah melakukan hal yang sama dengan peristiwa yang dialami Bawang Putih. Dia menghanyutkan bajunya di sungai dan mengikutinya sampai ia berada di depan rumah nenek. Bawang Merah bertanya apakah nenek melihat baju hanyut di sungai. Nenek pun menjawab bahwa baju itu dia simpan. Baju itu akan diberikan kepada Bawang Merah asal Bawang Merah mau membantu membersihkan rumah. Bawang Merah menolak membersihkan rumah dan tetap meminta baju itu. Sang nenek memberikan baju dan sebuah bungkusan yang bentuknya sama dengan bungkusan yang diberikan kepada Bawang Putih.Dengan berlari riang Bawang Merah kembali ke rumah dan ingin segera membuka bungkusan dari nenek. Setelah sampai di rumah, Bawang Merah berteriak memanggil ibunya. Ibu dan anak itu segera membuka bungkusan. Namun, di dalam bungkusan itu bukan emas berkilau, tetapi ular yang mengejar ibu tiri dan Bawang Merah yang berlari pergi dari rumah Bawang Putih, pergi dari desa tempat Bawang Putih tinggal.

Soal!

1. ubahlah teks cerita diatas menjadi cerpen dengan menggunakan kata-katamu sendiri (kalimat-kalimatmu sendiri) !

2

Jawabanmu

2014-03-20T21:08:55+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Bawang putih seorang anak yatim piatu, tinggal bersama ibu tirinya dan saudara tirinya (bawang merah).
setiap hari ia yang membereskan segala pekerjaan keluarga barunya, ketika ia mencuci di sungai, bajunya hanyut sehingga bawang putih mengejarnya dan sampai di sebuah rumah yang dihuni seorang nenek,
nenek ingin menyerahkan bajunya tetapi ia harus membantu memebereskan rumahnya, setelah selesai nenek itu memberikan baju dan sebuah bungkusan yang ternyata berisi emas, karena bawang merah iri, ia melakukan hal yang sama tetapi ia tak tau syaratnya dan ternyata di suruh membereskan rumah nenek tersebut, ia meminta bajunya dan nenek itu memberikan bungkusan yang isinya ternya ular bukan emas.
Pada awalanya, sang ibu tiri dan saudara tiri itu amat baik pada Bawang Putih, tetapi lama-kelamaan karakter asli mereka mulai terlihat. Mereka sering memarahi Bawang Putih serta memberinya pekerjaan berat bila ayah mereka pergi berdagang. Sudah pasti sang ayah tidak mengetahuinya karena Bawang Putih tidak pernah mengadukan tingkah ibu dan saudara tirinya itu.
Jawaban paling cerdas!
2014-03-20T22:03:45+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Pada awalanya, sang ibu tiri dan saudara tiri itu amat baik pada Bawang Putih, tetapi lama-kelamaan karakter asli mereka mulai terlihat. Mereka sering memarahi Bawang Putih serta memberinya pekerjaan berat bila ayah mereka pergi berdagang. Sudah pasti sang ayah tidak mengetahuinya karena Bawang Putih tidak pernah mengadukan tingkah ibu dan saudara tirinya itu.

2 4 2