Jawabanmu

2014-03-20T20:30:54+07:00
Pangkat Bulat Positif. Pangkat bulat positif merupakan cara ringkas untuk menuliskan perkalian dari bilangan-bilangan yang sama, seperti: 3 x 3 x 3 x 3 Atau 8 x 8 x 8 x 8 x 8 Bentuk-bentuk perkalian diatas dinyatakan pula dengan bentuk perkalian berulang. Setiap perkalian berulang dapat dituliskan dengan bilangan pangkat atau bilangan eksponen. Kemudian bagaimana cara penulisannya? Perkalian berulang 3 x 3 x 3 x 3 dapat dituliskan dalam bentuk bilangan berpangkat sebagai 34. Atau 3 x 3 x 3 x 3 = 34.Perkalian berulang 8 x 8 x 8 x 8 x 8 dapat dituliskan dalam bentuk bilangan berpangkat sebagai 85. Atau 8 x 8 x 8 x 8 x 8 = 85.Kemudian bagaimana cara membacanya? Cara membaca yang benar dari notasi diatas adalah: 34 (3 pangkat 4), kemudian 85 (8 pangkat 5). Berdasar apa yang saya utarakan di atas, maka definisi Pangkat bulat positif dapat dinyatakan. Jika a adalah bilangan real (a ϵ R) dan n adalah bilangan bulat positif lebih dari satu, maka a dipangkatkan dengan n (ditulis an) ditetapkan sebagai perkalian n buah faktor dengan tiap faktornya adalah a. Definisi ini dapat dituliskan secara sederhana sebagai an =  a x a x a x a x … x a x a x a Perkalian terdiri atas n buah faktor 2. Pangkat Bulat Negatif. Definisi dari bilangan  berpangkat bulat negatif dapat dinyatakan: Misalkan a ϵ R dan a ≠ 0, maka a-n adalah kebalikan dari an atau sebaliknya catatan: bilangan berpangkat dengan pangkat bilangan bulat negatifbukan merupakan bilangan berpangkat dalam arti yang sebenarnya sebab bentuk bilangan berpangkat bulat negatif tidak dapat diartikan sebagai hasil perkalian berulang. Oleh karena itu, bilangan berpangkat dengan pangkat bulat negatif sering disebut sebagai bilangan berpangkat tak sebenarnya. 3. Sifat-sifat Bentuk pangkat Bulat. Untuk mengetahui sifat-sifat bilangan berpangkat alangkah baiknya jika kita memperhatikan beberapa ilustrasi di bawah ini: a.  27 x 25 = (2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2) x (2 x 2 x 2 x 2 x 2) = (2 x 2 x 2 x 2  x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 ) = 212 b.  a3 x a2 = (a x a x a) x (a x a) = (a x a x a x a x a) = a5 Dari 1 dan 2, kita bisa melihat berlakunya sifat umum Dari c dan d, kita bisa melihat berlakunya sifat umum e.  (52)4 = (52) x (52) x (52) x (52) =  (5 x 5) x (5 x 5) x (5 x 5) x (5 x 5) = 58 f.  (h4)3 = (h4) x (h4) x (h4) = (h x h x h x h ) x (h x h x h x h) x (h x h x h x h) = h12 Dari e dan f, kita bisa melihat berlakunya sifat umum g.  (3 x 2)7 = (3 x 2) x (3 x 2) x (3 x 2) x(3 x 2) x (3 x 2) x 3 x 2) x (3 x 2) = (3 x 3 x 3 x 3 x 3 x 3 x 3) x (2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2) = 37 x 27 h.  (a x b)3 = (a x b) x (a x b) x (a x b) = (a x a x a) x (b x b x b) = (a3 x b3) Dari g dan h, kita bisa melihat berlakunya sifat umum k.  03 = 0 x 0 x 0 = 0 l. 07 = 0 x 0 x 0 x 0 x 0 x 0 x 0 =0 Dari k dan l, kita bisa melihat berlakunya sifat umum Dari ilustrasi di atas maka kita dapat mengambil kesimpulan beberapa sifat-sifat bilngan berpangkat bulat Demikianlah sedikit pengetahuan dari saya. Semoga dapat bermanfaat bagi anda semua.
4 4 4
2014-03-20T20:35:34+07:00
2. A. Pengertian Pemangkatan Bilangan Bulat n faktor 3. B. Sifat-Sifat Operasi Berpangkat a. Sifat Perkalian Bilangan Berpangkat Untuk sembarang bilangan bulat dengan pangkat dan selalu berlaku: b. Sifat Pembagian Bilangan BerpangkatUntuk sembarang bilangan bulat dengan pangkat dan selalu berlaku: 4. ContohPenyelesaian: c. Pemangkatan Bilangan BerpangkatUntuk sembarang bilangan bulat dengan pangkat dan selalu berlaku: 5. Contoh:a. b.Penyelesaian: Penyelesaian: 6. C. Akar Kuadrat Bilangan Bulata. Pengertian Akar Kuadrat Jika ,maka nilai denganb. Menghitung Akar Kuadrat Suatu Bilangan Untuk menghitung akar kuadrat suatu bilangan, ubahlah bilangan yang akan dicari kuadratnya menjadi perkalian faktor sehingga terdapat bilangan kuadrat yang mudah dikenali atau pasangan yang sama. 7. Contoh: 8. c. Menentukan Akar Kuadrat Suatu Bilangan denganPerkiraan atau TaksiranUntuk skema di atas, 9. D. Akar Pangkat Tiga Bilangan Bulat a. Pengertiaan Akar Pangkat Tiga Akar pangkat tiga dari bilangan b adalah bilangan yang jika dipangkatkan . . . akan menghasilkan b. Jika maka nilaib. Menghitung Akar Pangkat Tiga Suatu Bilangan 10. Pecahan dan Lambangnya 11. A. Arti PecahanBilangan dan disebut pecahan. pembilang penyebutPecahan , , dan disebut pecahan murni, yaitu pecahanyang nilai pembilangnya kurang dari penyebutnya. 12. a. Pecahan SenilaiPecahan dengan dapat disederhanakan dengan caramembagi pembilang dan penyebut dengan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari dan b. Membandingkan Dua PecahanHubungan dua pecahan dan sebagai berikut.a. lebih dari , ditulis sebagaib. kurang dari , ditulis sebagai 13. c. sama dengan , ditulis sebagaic. Pecahan Campuran Pecahan campuran dengan dapat dinyatakan sebagai bentuk pecahan biasa, yaituB. Pecahan Desimal, Persen, dan Permil Catatan7 adalah bilangan perseratusan,maka pecahan campurannya disebut pecahanberpenyebut seratus. desimal berulang. Dapat juga ditulis sebagaiJadi, 14. a. Persen dan Permil  PersenUntuk setiap pecahan dengan jika dinyatakan dalambentuk persen menjadiJadi,  PermilUntuk setiap pecahan dengan jika dinyatakan dalambentuk permil menjadiJadi, 15. C. Operasi pada Pecahan Biasaa. Penjumlahan Pecahan b. Sifat Sifat Penjumlahan pada Bilangan Pecahan a. Sifat Komutatif b. Sifat Asosiatif 16. c. Pengurangan PecahanOperasi pengurangan pecahan dengan pecahan dapatdilakukan sebagaiUntuk mengurangkan pecahan-pecahan yang penyebutnya tidaksama, maka kita harus menyamakan penyebutnya terlebihdahulu dengan menggunakan KPK dari penyebut-penyebut itukemudian mengurangkan pembilang-pembilangnya.
3 2 3