Jawabanmu

2014-03-20T13:44:26+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Sudah hampir tiga hari ini di atas meja makan selalu tersedia onde-onde. Dibentuk bulat, besar dan tersusun melingkar di piring makan. Siapa saja yang melihatnya, pasti tertarik untuk mencoba memakannya. Karena selain bentuknya yang bulat dan besar, mmm ... rasanya juga yummy banget.Awalnya Sasuhina tidak menyadari kebiasaan baru di rumahnya itu. Sampai sore hari sepulang dari bimbingan belajar, ia melihat onde-onde yag hanya tersisa dua buah saja.“Maaa, mamaaa onde-ondenya kok hanya tinggal dua sih, mana lagi? biasanya kan banyak?” teriaknya heran.Mamanya yang sibuk sedang mendengarkan berita di televisi, menjawab dari ruang tengah. Tetapi, ucapan mamanya hanya terdengar samar-samar. Sasuhina pun sebenarnya tidak begitu peduli dengan jawaban mamanya itu. Onde-onde itu dimakannya dengan lahap sampai habis.Keesokan harinya, onde-onde favoritnya itu malah tinggal satu buah saja. Batin Sasuhina merasa heran. Beberapa hari yang lalu, onde-onde ini selalu tersedia dalam jumlah yang banyak. Hari-hari selanjutnya, berkurang. Kemarin hanya ada sisa dua buah. Eh! Sekarang malah hanya tinggal satu buah saja. Jangan-jangan, besok Sasuhina tidak kebagian sama sekali lagi.“Yahhh onde-ondenya tinggal satu. Tuh kan ma, apa yang Sasuhina bilang benar. Sekarang onde-ondenya malah tinggal satu. Yang lainnya dimakan siapa sih ma?”Tidak jelas, mamanya menjawab apa. Sasuhina hanya mendengar bunyi berita yang keras dari televisi. Mungkin mama lagi konsen mendengarkan berita di televisi, pikirnya. Ya udahlah! Onde-onde itu dilahapnya sambil menuju ke kamar.Ternyata, prakiraan Sasuhina benar. Keesokannya, onde-onde favorit Sasuhina habis tidak tersisa lagi. Lenyap, entah di makan siapa ? yang tersisa hanya piring dan biji-biji wijen di atasnya. Karena itu, ia benar-benar ingin protes.“Mamaaa, Sasuhina kok tidak kebagian onde-ondenya sih!” tanya Sasuhina.Awalnya, Mama tidak memperhatikan Sasuhina karena sibuk memotong sayuran. Mama hanya menoleh saja.“Ah masak sih?” dan itu jawabannya.“Iya ma. Sudah habis, biss ...”“Ah, paling kamu yang makan?”“Tidak kok ma. Suwer deh!”“Tadi, mama lihat onde-ondenya tinggal empat deh!”Sasuhina semakin penasaran. Sipakah yang mengambil onde-onde favoritnya itu? Padahal jika sore hari, tidak ada siapa-siapa di rumah. Papanya masih ada tugas dan adiknya, Hinata ada latihan dance di sanggar. Mana mungkin Hinata yang membawanya. Hinata pasti lebih suka beli jajanan di sekolahnya.Sasuhina benar-benar semakin penasaran. Ia ingin tau siapa orang yang sudah mengambil onde-onde favoritnya itu? Pada malam hari, mama berkata, “Seharusnya, kamu donk yang membuat onde-onde itu sapa?”“Memangnya siapa sih ma? Sasuhina penasaran nih!”“Ya udah deh, mama kasih tau. Yang buat onde-onde itu, adik kamu Hinata.”Sasuhina pun terkejut, mendengar jawaban dari mama. “Apaaa?” Sasuhina melongo dan tidak percaya dengan mama. Sasuhina tidak habis pikir. Adiknya yang manja itu, ternyata bisa membuat kue sendiri.“Hinata ma? Ya tidak mungkin lah ma, Hinata itu kan anak manja. Mana mungkin dia bisa buat onde-onde seenak ini.”“Ya mungkin aja lah sayang, anak manja itu bukan berarti tidak bisa apa-apa, contohnya adik kamu Hinata. Dia sekarang sudah mampu kan, bikin kue sendiri. Malah, bukan onde-onde saja yang dibuat sama Hinata. Tapi ada kue lainnya seperti kue kucur, putu ayu, cenil, dan masih banyak yang lainnya.”“Ya udahlah ma. Sasuhina mau ke kamar dulu.” Akhirnya, Sasuhina masuk ke kamar dengan wajah yang cemberut.Malam harinya, ketika Sasuhina selesai mandi, Sasuhina merayu mama agar dia juga diajari cara membuat kue yang lezat seperti buatan Hinata dan Mama.“Mama, si Hinata kan sudah mama ajarin cara membuat kue. Sekarang, gantian donk! Sasuhina yang minta diajarin sama mama.” Mama mengangguk dan mengiyakan. “Iya sayang, kalau memang kamu benar-benar ingin tahu caranya, Mama ajarin kok! Tenang aja.” Sasuhina pun berterima kasih kepada Mamanya.Setiap hari Sasuhina membuat kue sendiri. Sehabis pulang dari bimbingan belajar. Adik yang selalu mensupport dia, selalu ada disampingnya. Oleh karena itu, di Sasuhina semakin bersemangat untuk belajar membuat kue kesukaannya itu. Mama dan adiknya lah yang sudah menginspirasi Sasuhina untuk bisa belajar membuat kue apa saja, terutama kue kesukaannya. Karena sering belajar membuat kue, akhirnya sekarang Sasuhina sudah pandai membuat kue sendiri. Dan ternyata, dia sudah mempunyai favorit baru yaitu membuat kue, dan memakan onde-onde yang lezat dan yummy itu.
2014-03-20T17:33:34+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Assalamualaikum, nama ane Fandi, teman-teman panggilnya Pandie. Sebelum ane mulai cerita, ane mau ngasih gambaran tentang ane. Bisa dibilang ane indigo setengah mateng, coz waktu kecil ane bisa lihat gaib2 sering nembus2 tembok dan ternit. Nah karena mental ane gak kuat, jadinya ane sering rewel teruz sakit. Akhirnya entah gak tau diapain sama simbah, cuma yang ane inget ane dipeluk doank, setelah itu ane gak bisa lihat gaib2 dan gak rewel sakit2 an. Tapi setelah umur 15th ++ ane kadang2 masih bisa ngerasain tekanan hawa gaib dan bisa lihat gaib. Jadi ane sering dipesenin sama simbah harus sering puasa, sholat dan ngaji.

Nah skg ane mulai cerita pertama...

Ene cerita waktu ane masih kecil umur 5th, masih peka biasa lihat gaib2, waktu itu ane masih tinggal di Jakarta. Nah suatu hari ane lihat ada sepasang ondel-ondel yang keliling2 komplek teruz diikutin sama segerombolan anak2 kecil. Waktu itu ane juga ikut2an ngikutin ondel-ondel. Setelah capek ikutin ondel-ondel ntuh ane pulang. Sampai di rumah, ane langsung rebahan di kasur.

Dalam keadaan setengah tidur tiba-tiba dari atas ternit jatuh ondel2 yang ane ikutin tadi. Itu ondel-ondel bener2 nimpa ane sampai ane gak bisa nafas. Ene ondel-ondel mulut dan mata nya bener2 bisa gerak. Dari dalam mulut keluar darah warna item. Ane bener2 inget hal ene yang sampai bikin ane agak parno kalau lihat ondel-ondel. Teruz seolah-olah, itu ondel-ondel pengen bunuh ane...

Dengan sekuat tenaga ane dorong itu ondel2. Akhirnya ane bisa lari keluar kamar. Anehnya, ane lari berasa kayak ada yang nahan. Itu ondel2 tetap ngejar dan berusaha nangkep ane. Ane lari ke dapur nyari ibu, dan ternyata waktu itu ibu lagi di rumah tetangga. Ane bener2 terperangkap di rumah ane sendiri. Sampai akhirnya ane lari kebawah meja makan sambil jerit2, itu ondel2 nabrak2in diri ke pinggir meja makan sampai semua barang diatas meja makan pada jatuh. 

Gak lama kemudian ane denger suara motor vespa bapak. Nah ane langsung manggil2 bapak. Teruz itu ondel2 langsung terbang keatas nembus ternit, dan gak lama bapak langsung masuk rumah. Ane langsung lari ke arah bapak sambil nangis2. Awal nya bapak kira ane bohongan, setelah bapak lihat kearah dapur lihat atas meja berantakan semua dan pinggiran meja agak penyok akhirnya bapak percaya kalau ada yang gak beres di rumah. Langsung aja bapak kirim surat ke Jogja meminta simbah dateng ke Jakarta (simbah ane kiyai yang lumayan terkenal di Jogja).

Nah setelah simbah dateng ke Jakarta, simbah langsung sholat di segala ruangan rumah, teruz nempelin kertas bertulisan Arab di setiap kusen pintu. Nah aneh nya simbah malah tersenyum lihat ane ketakutan karena peristiwa tersebut. Kata ibu, ane nurunin ilmu kebatinan dari simbah, tapi mental ane yang gak kuat nerimanya.