Jawabanmu

2014-03-19T19:15:09+07:00
Candi Jago merupakan monumen penting masa kerajaan di Jawa Timur. Candi peninggalan Kerajaan Singasari yang diresmikan tahun 1280 Masehi ini menyimpan pahatan cerita tantri, sebuah dongeng binatang. Ia juga menjadi simbol perdamaian dan sinkretisme dua agama yang berbeda. Seekor burung bangau terbang membawa tongkat kayu dengan dua kura-kura menggigit masing-masing ujungnya. Dari kejauhan dua serigala beristirahat di bawah pohon. Melihat kura-kura terbang, serigala ingin memangsanya. Lalu serigala mengolok-olok kura-kura. Kura-kura membuka mulut untuk membalas. Alhasil, mereka jatuh dan dimangsa serigala. Kura-kura lupa pesan sang bangau bahwa mereka tidak boleh mengucap sepatah kata pun sebelum sampai tujuan. Dongeng burung bangau dan kura-kura ini tidak asing karena banyak ditemukan dalam buku cerita anak sekarang. Namun, lebih dari 700 tahun lalu, dongeng itu sudah terpahat di dinding Candi Jago yang berlokasi di Dusun Jago, Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.
2014-03-19T19:16:49+07:00
Candi Jago berasal dari kata "Jajaghu", didirikan pada masa Kerajaan Singhasari pada abad ke-13. Berlokasi di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, atau sekitar 22 km dari Kota Malang, pada koordinat 8°0′20,81″LU 112°45′50,82″BT. Candi ini cukup unik, karena bagian atasnya hanya tersisa sebagian dan menurut cerita setempat karena tersambar petir. Relief-relief Kunjarakarna dan Pancatantra dapat ditemui di candi ini. Sengan keseluruhan bangunan candi ini tersusun atas bahan batu andesit. Pada candi inilah Adityawarman kemudian menempatkan Arca Manjusri seperti yang disebut pada Prasasti Manjusri. Sekarang Arca ini tersimpan di Museum Nasional dengan nomor inventaris D. 214.

Arsitektur Candi Jago disusun seperti teras punden berundak. Keseluruhannya memiliki panjang 23,71 m, lebar 14 m, dan tinggi 9,97 m. Bangunan Candi Jago nampak sudah tidak utuh lagi; yang tertinggal pada Candi Jago hanyalah bagian kaki dan sebagian kecil badan candi. Badan candi disangga oleh tiga buah teras. Bagian depan teras menjorok dan badan candi terletak di bagian teras ke tiga. Atap dan sebagian badan candi telah terbuka. Secara pasti bentuk atap belum diketahui, namun ada dugaan bahwa bentuk atap Candi Jago menyerupai Meru atau Pagoda.
Pada dinding luar kaki candi dipahatkan relief-relief cerita Kresnayana, Parthayana, Arjunawiwaha, Kunjarakharna, Anglingdharma, serta cerita fabel. Untuk mengikuti urutan cerita relief Candi Jago kita berjalan mengelilingi candi searah putaran jarum jam (pradaksiana).
Candi ini mula-mula didirikan atas perintah raja Kertanagara untuk menghormati ayahandanya, raja Wisnuwardhana, yang mangkat pada tahun 1268. Dan kemudian Adityawarman mendirikan candi tambahan dan menempatkan Arca Manjusri[1].