Jawabanmu

2014-03-18T17:24:23+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Kawan yang baru pulang haji menyodorkan buah tangan berupa kue isi kurma. Merek kue itu mengundang senyum. Kue itu bermerek "Al Batal". Tentu, dengan mengandalkan bahasa ibu, saya berseru, “Kenapa batal? Maksudnya tidak jadi? Hm, tidak adakah merek yang lebih menarik?” Muhammad Samir, lelaki Mesir yang bekerja di seksi bahasa Arab di tempat itu pun lalu membantu menjelaskan, Al Batal artinya Pahlawan. Kecerobohan saya meng-indonesiakan Al Batal itu tentu karena derasnya pengaruh bahasa Arab terhadap bahasa Indonesia, yang kemudian membuat saya sok tahu sejumlah kata dalam bahasa Arab. Saya teringat bahwa di tanah air ada lelucon: apa bahasa Arabnya laci? Jawabnya, Almari. Kalau bahasa Arabnya panci? Alminium! Bahasa Arabnya minuman keras? Ya, alkohol! Al Batal, sang pahlawan.. Waduh,nashigoren!Lalu bagaimana dengan menu di restoran Thailand ini? “Nashigoren”. Saya mudah menebak, ini maksudnya nasi goreng. Tapi pelayan restoran dengan percaya diri menjelaskan bahwa “nashigoren” adalah makanan khas Thailand, yang disajikan dalam buah nenas yang telah dikeluarkan isinya! Wah, nasionalisme saya bergolak, enak saja mengklaim nashigoren makanan tradisional Thailand. Itu jelas-jelas menu asli Indonesia. Lalu kawan di samping saya mengingatkan, “Ada hak patennya tidak? Bukankah tempe, kunyit dan jahe, sudah dipatenkan Jepang. Puluhan tanaman asli kita malah dipatenkan Amerika. Nasi goreng ada patennya tidak?” Kali ini sayahanya bengong.
6 3 6