Jawabanmu

2014-03-17T21:10:41+07:00
Seanalogi dengan massa pada gerak lurus, dalam gerak melingkar kita kenal namanya momen inersia. Ia adalah pola distribusi massa benda terhadap sumbu putarnya. Besaran turunan dari massa dan panjang ini juga bisa didefinisikan ukuran kelembaman benda yang mengalami gerak melingkar (rotasi). Momen inersia dari suatu partikel yang mempunyai massa didefinisikan sebagai perkalian massa dengan kuadrat jarak partikel tersebut dari sumbu putar. Rumus : I = k. Mr2 I = momen inersia (Kg m2)
m = massa partikel (m)
r = jari-jari (jarak partikel ke sumbu putar)
K = koefisien
Dari rumus di atas terlihat bahwa momen inersia sebanding dengan massa dan kuadrat jarak dari sumbu putarnya.Koefisien k sangat ditentukan oleh bentuk dan sumbu putar benda. Jadi tidak semua benda memiliki koefisien yang sama. Berikut ini rumus momenn inersia untuk berbagai bentuk benda. Bentuk Benda Nama Benda Rumus Momen Inersia     Batang homogen sumbu Putar di tengah-tengah batang I = 1/12 m l2 Batang homogen sumbu putar di tepi I = 1/3 m l2 Partikel massa m dihubungkan ke sumbu putar dengan tali panjang l I = m l2 Roda dengann sumbu putar melalui titik pusar roda tegak lurus bidang roda (seperti gasing) I = mR2 Bola pejal sumbu putar melalui pusat bola I = 2/5 mR2 Silinder berongga sumbu melalui pusat silinder I = mR2 Silinder pejal sumbu melalui pusat silinder I = 1/2 mR2 Ketika kita belajar kimia, sebuah benda terdiri dari partikel-partikel yang tersebar dan terpisah diseluruh bagian benda. Jadi momen inersia sebuah benda berputar merupakan jumlah dari keseluruhan momen-momen inersia partikel penyusunnya. Jika partikel-partikel tersebut bermasa m1, m2, m3, … dan masing-masing mempunyai jari-jari r1, r2, r2, … maka momen inersia dari benda tersebut adalah I = ∑ mi ri2 = m1r12 + m2r22 + m3r32 + …
1 5 1