Jawabanmu

2014-03-17T18:55:41+07:00
2014-03-17T18:56:30+07:00
Jambi
Upacara Perkawinan: Rangkaian upacara ini diawali dengan adat pergaulan anatara pemuda dan perempuan yang dikenal dengan itilah Berserambahan. Dalam acara ini mereka memperlihatkan keahlian berpantun yang disebut Seloka Muda, Setelah keduanya sepakat untuk menikah, maka berlaku tahap berikutnya:

Berusik sirih bergurau pinang: Merupakan tahap menjajaki perasaan masing-masing pihak untuk mengetahui apakah hubungan dapat dilanjutkan dengan perkawinan.

Duduk bertuik, tegak bertanyo: merupakan tahap untuk mengetahui keadaan gadis yang menyangkut silslah, budi pekerti, sopan santun pergaulan, serta kemungkinan persetujuan orangtuanya.

Ikat buatan janji semayo: adalah musyawarah resmi keluarga kedua belah pihak untuk membicrakan waktu pertunangan dan perkawinan.

Ulur antarserah terimo pusako: yaitu pihak laki-laki menepati janji dengan mengantarkan barang-barang ke rumah si gadis sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati.

Sebagai inti dari suatu upacara pernikahan terjadi pada saat Sedekah Labuh, yang mana pada aat itu perkawinan diresmikan dengan akad nikah dan akad Kabul di hadapan seorang pemuka agama.

Sumatra selatan
Upacara sacral ini terdiri dari dua kata yaitu, nimbang diartikan suatu kedekatan bathin antara si ibu dan sang janin, ikatan bathin ini akan semakin terasa apabila disebutkan kalimat-kalimat thayibah. Sedangkan kata bunting berarti telah terbentuknya seorang manusia dalam rahim sang ibu, yang saat ini sudah memasuki usia 7 (tujuh) bulan. Itulah sebabnya upacara nimbang bunting dilakukan  pada usia kehamilan memasuki 7 bulan  yakni sebagai ungkapan rasa syukur kehadirat Allah SWT atas karunia  yang diberikan kepada keluarga yang baru menikah berupa kehamilan yang sudah berusia 7 bulan. Dalam ungkapan rasa bersyukur ini juga dimohonkan doa-doa kehadiran Allah SWT kiranya diberikan keselamatan, kemudahan dan kesehatan bagi si ibu dan sang bayi sampai saatnya tiba untuk melahirkan serta terhindar dari pengaruh roh-roh halus yang akan berbuat jahat. Karena sarat dengan nilai-nilai spiritual keagamaan sebagian masyarakat Pelambang masih mencoba melaksanakannya. Ini juga sebagai upaya masyarakat agar nilai-nilai budaya lama tetap lestari jangan sampai hilang begitu saja.

Maaf kalau salah