Jawabanmu

2014-03-17T15:39:07+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
 1. Batu batere bekas Batu baterei menggunakan ukuran besar. Kondisi kulit baterei yang rusak tidak masalah. Semakin tua baterei akan semakin bagus karena arang nya lebih keras sehingga tidak mudah hancur. Pada satu rangkaian lampu emergensi ini minimal menggunakan 24 baterei bekas. Semakin banyak batereinya maka lampunya semakin terang dan jumlah lampu yang digunakan semakin banyak. Saya contohkan disini batu baterei yang digunakan sebanyak 40 buah.
 
2. Lampu Led bekas lampu emergensi atau senter Led ( light emiting diode ) dapat diperoleh dari bekas senter, bekas lampu emergensi maupun bekas senter korek api. Agar nyala lampu emergensi terang kita memerlukan 10 sampai 20 led. Kita juga bisa menggunakan lebih dari 20 bila batu baterei yang kita gunakan lebih dari 60 buah.
 
3. Kabel Kabel yang digunakan usahakan terbuat dari serat tembaga agar mudah pada waktu penyolderan.

4. Kemasan oli bekas
Kemasan oli bekas ukuran 1 liter atau 800 ml diperlukan 5 buah.,

5. Tinol ( Timah solder )
Tinol yang digunakan adalah timah 40/60, tinol ini dapat kita peroleh di toko penjual alat elektronika atau ditempat reparasi radio/tv, kita dapat memakai merek asahi atau pancing.

6. Air


semoga membantu :)
2 5 2
2014-03-17T15:41:48+07:00
Membuat Lampu Darurat Dari Bahan-bahan Bekas

I. Alat
Alat yang digunakan berupa :

a. Tang.
Tang bisa mempergunakan tang lancip seperti terlihat pada gambar atau bisa juga
menggunakan tang potong.

b. Obeng pipih (-) kecil
Obeng dapat mempergunakan berbagai ukuran yang penting dapat dipergunakan
untuk mencongkel kulit seng pada batu baterai.

c. Pisau.
Pisau yang digunakan harus tajam karena pisau ini nantinya akan kita gunakan
untuk memotong bekas kemasan oli.

d. Gunting
Gunting dapat mempergunakan gunting kain maupun gunting kertas.

e. Solder
Solder diusahakan menggunakan mata solder yang terbuat dari bahan khusus (ferit), karena mata solder jenis ini tidak mudah kotor dan mudah digunakan untukpemula.


II. Bahan

Keseluruhan bahan yang digunakan merupakan bahan – bahan bekas berupa :

1. Batu batere bekas
Batu baterei menggunakan ukuran besar. Kondisi kulit baterei yang rusak tidak
masalah. Semakin tua baterei akan semakin bagus karena arang nya lebih keras
sehingga tidak mudah hancur. Pada satu rangkaian lampu emergensi ini minimal
menggunakan 24 baterei bekas. Semakin banyak batereinya maka lampunya
semakin terang dan jumlah lampu yang digunakan semakin banyak. Saya
contohkan disini batu baterei yang digunakan sebanyak 40 buah.

2. Lampu Led bekas lampu emergensi atau senter
Led ( light emiting diode ) dapat diperoleh dari bekas senter, bekas lampu emergensi maupun bekas senter korek api. Agar nyala lampu emergensi terang
kita memerlukan 10 sampai 20 led. Kita juga bisa menggunakan lebih dari 20 bila batu baterei yang kita gunakan lebih dari 60 buah.

3. Kabel
Kabel yang digunakan usahakan terbuat dari serat tembaga agar mudah pada
waktu penyolderan.

4. Kemasan oli bekas
Kemasan oli bekas ukuran 1 liter atau 800 ml diperlukan 5 buah.,

5. Tinol ( Timah solder )
Tinol yang digunakan adalah timah 40/60, tinol ini dapat kita peroleh di toko
penjual alat elektronika atau ditempat reparasi radio/tv, kita dapat memakai merek asahi atau pancing.

6. Air
Dalam pambuatan lampu emergensi dari baterei bekas tidak digunakan air khusus seperti pada accu (aki) pada umumnya, air yang digunakan dapat bersumber dari air sumur, air hujan maupun air sungai.


Bila balat dan bahan tersebut sudah siap, sekarang cara kerjanya gan..

Cara Kerja lampu emergensi dari baterei bakas.

Batu baterei merupakan salah satu jenis sumber energi yang disebut dengan
elemen kering, sedangkan aki atau accumulator merupakan elemen basah. Disebut demikian karena aki menggunakan cairan sebagai elektrolit (cairan yang dapat menghantarkan listrik) sedangkan batu baterei tidak menggunakan elektrolit.

Dalam pemanfaatan baterei bekas sebagai sumber energi lampu emergensi ini
kita akan mengubah bateri tersebut menjadi elemen basah. Cara kerjanya mirip
dengan aki, baterei kita kupas kulitnya dan kita ambil arang dan timbale ? timah hitamnya. Arang tersebut nantinya kita jadikan katoda ( bagian yang bermuatan positif ) sedangkan timah hitamnya kita jadikan anodanya (bagian yang bermuatan negative), sedangkan elektrolitnya kita gunakan air.


Alat – alat yang diperlukan

Dalam pembuatan lampu emergensi ini kita memerlukan alat alat yang akan kita
gunakan dalam mempraktekkan pembuatan lampu emergensi dari bahan baterei
bekas.

Alat alat tersebut seperti yang sudah disebutkan diatas yaitu terdiri dari, obeng min (-) dan tang yang akan kita gunakan untuk membongkar baterei, pisau yang akan digunakan untuk membuka ( membelah ) kemasan bekas oli, gunting untuk memotong dan mengupas ujung kabel, dan solder yang digunakan untuk merangkai baterei dan lampu/led.


Bahan – bahan yang digunakan:

Bahan – bahan yang digunakan terdiri dari : baterei bekas sebanyak 40 buah ( minimal 24 buah ), kemasan oli 1 liter sebanyak 5 buah, kabel, dan lampu led
sebanyak 10 buah.

Sekarang Cara membuatnya gan..
Urut – urutan pengerjaan:

Pertama, baterei kita bongkar semua dan kita ambil bagian arang dan timah hitam/
timbalnya, kemudian kita buka bagian samping kelima kemasan oli, setelah itu
arang baterei kita masukkan kedalam kemasan oli yang sudah terbuka, masing – masing kemasan berisi 8 (delapan) buah arang baterei, baterei yang sudah
tersusun didalam kemasan dihubungkan bagian atasnya satu sama lain dengan
menggunakan kabel yang disolder. Pada keempat rangkaian baterei diberi kabel
yang diujungnya dipasang timah hitam/ timbal. Dan rangkaian kelima diberi kabel sebagai kutub positif baterei. Setelah itu keenam wadah ( kemasan oli ) diisi dengan air sampai seluruh bagian arang baterei terendam air. Timah hitam pada rangkaian pertama dimasukkan kedalam air yang ada pada wadah kedua, timah pada wadah kedua dimasukkan pada wadah ketiga dan seterusnya. Pada wadah pertama dimasukkan timah yang sudah dipasangi kabel sebagai kutub negative baterei. Kedua kutub baterei kita pasang rangkaian lampu Led dan Rangkaianpun akan menyala.


Semoga petunjuk pembuatan lampu emergency dari bahan bekas, mudah-mudahan dapat bermanfaat

1 5 1