Jawabanmu

2014-03-16T12:43:35+07:00
Karena volume uap air yang berada di atmosfer tidak cukup untuk memenuhi volume atmosfer bumi, sehingga pasti ada bagian atmosfer bumi yang tidak memiliki cukup uap air untuk dijadikan hujan. Walau uap air berbentuk gas yang notabene dapat mengisi ruang, namun uap air merupakan gas yang "spesial". Uap air tidak akan menjadi hujan jika uap air yang terkumpul di atmosfer terlalu renggang, dengan kata lain, konsentrasinya dibandingkan dengan udara yang menjadi "pelarutnya" sangat kecil. Jika memang bisa, uap air di seluruh dunia ini dibagi merata ke seluruh penjuru atmosfer, akan butuh waktu lama hingga hujan benar-benar terjadi, mungkin hingga laut kaspia mengering. Dan begitu terjadi hujan, lebatnya luar biasa hebat. 

Perbedaan konsentrasi uap air di berbagai tempat ini disebabkan oleh banyak hal, namun yang paling berperan adalah perbedaan temperatur. Perbedaan temperatur disebabkan oleh banyak hal, seperti kondisi geografis, kelembaban, angin, hingga kondisi geografis dan letaknya di permukaan bumi. Sedangkan kelembaban merupakan banyaknya massa uap air dalam suatu massa udara, yang dipengaruhi oleh temperatur, tekanan udara, dan kondisi geografis. Angin disebabkan oleh adanya perbedaan tekanan udara, sedangkan perbedaan tekanan udara disebabkan oleh perbedaan temperatur. 

Intinya, hujan itu disebabkan oleh awan, sedangkan ketika kamu melihat awan, biasanya itu adalah kumpulan massa uap air. Semakin tebal dan gelap awannya, semakin awan itu siap untuk mengeluarkan hujan. Tapi, pergerakan awan sesungguhnya tidaklah tetap, senantiasa berubah sepanjang tahun, dikarenakan faktor yang saya sebutkan di atas (temperatur, tekanan udara, dsb dsb). Dan setiap wilayah, memiliki karakteristik iklim masing-masing yang menentukan variabilitas faktor-faktor tersebut dari masa ke masa. Jadi, sangat mungkin sekali ada wilayah yang kering dan wilayah yang basah pada saat yang sama di tempat yang berbeda di permukaan bumi.

pilih jadi yang terbaik yaa