Jawabanmu

2014-03-16T12:06:03+07:00
III.1.2. Bahan Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini yaitu AgNO3, aquades, Fe(NH4SO4)2, HNO3, KSCN 0,1 N dan tablet tiamin. III.2. Cara kerja 1. Tablet tiamin atau vitamin B1 yang telah diserbukkan ditimbang sebanyak 223,99 mg yang setara dengan 50 mg tiamin. 2. Dilarutkan dalam 25 ml H2O dan ditambahkan 10 ml HNO3 P. 3. Larutan tersebut ditambahkan 5 ml AgNO3, kemudian filtratnya disaring. 4. Ditambahkan indikator besi amonium sulfat dan dititrasi dengan KSCN 0,1 N hingga berubah warna. 5. Dihitung volume titrasi dan kadar dari tiamin. Data pengamatan Berat etiket tablet tiamin = 30 mg. Bobot rata-rata tablet Bobot yang setara dengan 50 mg Volume titrasi = 2 ml. Perubahan warna = bening-merah IV.2. Perhitungan Mg=V.N.Be sampel = 2 . 0,1 . 375 = 75 mg. IV.3. Reaksi · AgNO3 bereaksi dengan ion Cl- dari sampel tiamin dalam suasana asam: HNO3 AgNO3 + Cl- AgCl + NO3- · Endapan AgCl (endapan Ag+) akan bereaksi dengan ion SCN-: Ag+(aq) + SCN-(aq) AgSCN(s) Fe3+(aq) + SCN-(aq) Fe(SCN)3
2014-03-16T13:00:14+07:00
A. Vitamin B1
Vitamin B terdiri dari 8 macam, yaitu B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B3 (niasin), B5 (asam pantotenat), dan B12 (kobalamin). Vitamin-vitamin tersebut kita butuhkan untuk meningkatkan fungsi mental, membuat kita tetap bersemangat, meningkatkan keseimbangan tubuh, dan membantu mempertahankan kesehatan kulit dan otot.
Vitamin B1 atau thiamin mengandung sistem dua cincin, yaitu inti pirimidin dan thiazol. Dalam tanaman, terutama serelia, vitamin B1 terdapat dalam keadaan bebas, sedangkan dalam jaringan hewan terdapat sebagai koenzim, yaitu thiamin pirofosfat (TPP).
Thiamin bersifat larut dalam air, tetapi tidak larut dalam pelarut lemak. Dalam larutan netral atau alkalis, thiamin mudah rusak, sedangkan dalam keadaan asam tahan panas. Thiamin stabil pada pemanasan kering, tetapi mudah terurai oleh zat-zat pengoksidasi dan terhadap radiasi sinar ultraviolet.
Menurut Darwin Karyadi dan Muhilal dalam bukunya Kecukupan Gizi yang Dianjurkan, kelompok vitamin B sebagaimana vitamin C, termasuk dalam vitamin yang larut dalam air. Karena itu, jika dikonsumsi berlebihan, tidak membahayakan kesehatan karena sebagian besar langsung dikeluarkan melalui air kemih. Namun bila sampai kekurangan, bisa beragam akibatnya, mulai dari cepat lelah, kurang nafsu makan, menurunnya kemampuan kerja, hingga anemia terutama pada ibu hamil.

#smga bermanfaat :)
Komentar sudah dihapus
sma-sma ksh trm kashnya donk :)
Komentar sudah dihapus
Komentar sudah dihapus
Komentar sudah dihapus