Jawabanmu

2014-03-15T19:27:36+07:00
Ciri-ciri umum tumbuhan lumut (Bryophyta)- Tumbuhan lumut memiliki ciri-ciri yang bisa dengan mudah kita perhatikan dengan mata kita. Dalam tulisan ini akan digambarkan ciri-ciri umum tumbuhan lumut atau bryopyta. Berikut uraian dari ciri-ciri tumbuhan lumut secara lengkapnya. Bryophyta belum memiliki akar, daun, dan batang yang jelas. Struktur mirip akar pada Bryophyta disebut rhizoid. Rhizoid membawa air dan nutrisi ke seluruh jaringan. Akan tetapi, rhizoid tidak memiliki pembuluh untuk mendistribusikan air dan nutrisi tersebut. Oleh karena itu, lumut dimasukkan ke dalam jenis tumbuhan tak berpembuluh. Difusi air dan nutrisi pada lumut terjadi secara lambat melalui jaringan di tubuh lumut yang saling berhubungan. Oleh karena itu, ukuran tubuh mereka terbatas, hanya kurang dari 2 cm tingginya. Pada divisio Bryophyta, kita belum dapat membedakan membedakan antara daun, batang, dan akarnya. Akan tetapi, Bryophyta telah memiliki klorofil untuk proses fotosintesisnya sehingga digolongkan ke dalam Regnum Plantae.Ringkasan Ciri-ciri LumutTumbuhan Lumut memiliki ciri-ciri sebagai berikut :Sudah memiliki buluh-buluh halus semacam akar yang disebut rizoid.Batang belum mempunyai pembuluh angkut (xylem dan floem)Sudah memiliki klorofil sehingga bersifat autotrofMempunyai lapisan pelindung (kutikula dan gametangia)Terdapat gametangium (alat kelamin) yaitu antheridium dan arkegonium. Antheridiumadalah alat kelamin jantan yang menghasilkan spermatozoid, sedangkan arkegoniumadalah alat kelamin betina yang menghasilkan sel telur (ovum).Berwarna hijau, karena sel-selnya memiliki kloroplas (plastida).Struktur tubuhnya masih sederhana, belum memiliki jaringan pengangkut.Proses pengangkutan air dan zat mineral di dalam tubuh berlangsung secara difusi dan dibantu oleh aliran sitoplasma.Hidup di rawa-rawa atau tempat yang lembab.Ukuran tinggi tubuh ± 20 cm.Dinding sel tersusun atas sellulose.Gametangium terdiri atas anteredium dan archegoniom.Daun lumut tersusun atas selapis sel berukuran kecil mengandung kloroplas seperti jala, kecuali pada ibu tulang daunnya.Hanya mengalami pertumbuhan primer dengan sebuah sel pemula berbentuk tetrader.Belum memiliki akar sejati, sehingga menyerap air dan mineral dalam tanah menggunakan rhizoid.Rhizoid terdiri atas beberapa lapis deretan sel parenkim.Sporofit terdiri atas kapsul dan seta.Sporofit yang ada pada ujung gametofit berwarna hijau dan memiliki klorofil, sehingga bisa melakukan fotosintesis.Tumbuhan lumut merupakan tumbuhan peralihan dari air ke daratan. Pada waktu berkembang biak, lumut masih memerlukan air, sperma memiliki flagela dan harus berenang dari anteridium ke arkegonium untuk membuahi sel telur. Pada beberapa spesies lumut, setetes air hujan atau embun sudah cukup untuk memungkinkan terjadinya pembuahan. Dengan demikian, beberapa spesies lumut dapat hidup di gurun. Sebagian besar lumut tidak memiliki pembuluh (ada lumut tertentu yang memiliki sel pengangkut air yang memanjang), maka ketika air mengalir pada permukaan hamparan lumut, air akan meresap dan menyerap ke seluruh tubuh tumbuhan melalui proses difusi yang relatif lambat. Oleh karena itu, habitat yang umum untuk lumut adalah yang teduh dan lembap. Lumut dapat merentang secara horizontal sebagai hamparan di atas permukaan yang luas, tetapi tingginya hanya 1-2 cm, paling tinggi umumnya kurang dari 20 cm. Dalam siklus hidupnya lumut mengalami pergiliran keturunan (generasi) haploid dan diploid.Bryophyta mengalami dua fase dalam siklus hidupnya, yaitu fase gametofit dan sporofit. Fase gametofit adalah lumut yang biasa kita lihat sehari-hari. Dalam siklus hidupnya, fase gametofit lebih dominan dibandingkan fase sporofitnya. Hal ini bertolak belakang dengan tumbuhan berpembuluh (akan di bahas pada subbab selanjutnya) yang memiliki fase sporofit lebih dominan dibandingkan dengan fase gametofit. Gametofit merupakan lumut yang menghasilkan gamet (sel kelamin). Fase sporofit merupakan lumut yang berada dalam keadaan menghasilkan spora. Dalam siklus hidupnya, fase gametofit lebih dominan dibandingkan fase sporofitnya. Hal ini bertolak belakang dengan tumbuhan berpembuluh (akan di bahas pada subbab selanjutnya) yang memiliki fase sporofit lebih dominan dibandingkan dengan fase gametofit
2014-03-15T19:34:00+07:00
-vaginula,kaki yang diselubungi sisa dinding arkegonium
-seta atau tangki
-aposifis,yaitu ujung seta yg agak melebar yg merupakan peralihan antara seta dan kotak spora
-kaliptra atau tudung berasal dari dinding arkegonium sebelah atas menjadi tudung kotak suara
-kolumela,jaringan yg tdk ikut mengambil bagian dalam pembentukan spora

~maaf klo salah~
2 2 2