Jawabanmu

Jawaban paling cerdas!
2014-03-15T00:36:01+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Selamat siang | Siang, ada yang bisa dibantu,Pak? | oh iya, saya membutuhkan pemberi stok untuk perusahaan batik saya. apa anda bersedia? | ohhh.. saya bersedia,pak. tapi saya mendapat berapa persen keuntungan penjualan, pak? | Saya menawarkan 50% kenuntungan penjualan, bagaimana, pak? | jika segitu sepertinya lebih baik saya menjualnya sendiri.. mungkin bapak ingin menaikkan persentasenya, pak? karena saya juga bisa membuktikan bahwa kain batik saya berkualitas tinggi dan sangat digemari, pak | saya setuju dengan semua yang bapak utarakan. bagaimana kalau saya naikkan menjadi 65% keuntungan penjualan untuk menjadi rezeki anda? | kalau begitu saya setuju, pak. saya akan mengirimkan kain setiap hari minggu, pak. senang bisa bekerjasama dengan anda | Saya juga senang bisa bekejasama dengan anda, Terimakasih banyak, pak | Terimakasih kembali. Selamat siang. semoga hari anda menyenagkan | Selamat siang dan terimakasih
2 5 2
2014-03-15T01:31:36+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Pagi itu, seperti biasa, Ayu berangkat sekolah sesuai jadwal yang telah disepakati antara jiwa dan raganya agar berangkat tepat waktu. Apa yang terjadi? Bel sekolah berbunyi tepat pukul 07.00 WIB, tetapi Ayu belum terlihat. Ayu : “ Ah, akhirnya sampai juga di sekolah.” Bijak : “Memang kenapa baru sampai?” Ayu : “Aku bangun kesiangan karena tadi malam mengerjakan PR Bahasa Indonesia sampai larut” Bijak : “Apa ada PR Bahasa Indonesia?” sambil terkejut. Ayu : “Ada, PR untuk menganalisis jenis kalimat berpredikat verba. Kamu sudah mengerjakannya?” Bijak : “ Astaga, aku benar-benar lupa.” Ayu : “Kenapa bisa lupa? Hari ini harus sudah selesai.” Bijak : “Tadi malam, aku sibuk menyiapkan peralatan praktikum Biologi. Aku kelelahan seharian mencari jangkrik.” Ayu : “Oh ya. Kelompokku juga belum ada yang membawa jangkrik.” Bijak : “Siapa yang ditugaskan membawanya?” Ayu : “Aku sendiri.” Bijak : “Kamu akan mencari di mana sekarang?” Ayu : “Belum tahu. Bagaimana kalau aku minta beberapa ekor jangkrik milikmu?” Bijak : “Enak saja. Aku sudah berjuang seharian mencari si jangkrik-jangkrik ini hingga melupakan PR Bahasa Indonesiaku.” Ayu : “Begini saja. Kamu menyalin PR yang telah aku kerjakan, tapi dengan syarat kamu harus memberikan beberapa jangkrikmu kepadaku” Bijak : “Bagaimana ya? Sebenarnya aku tidak rela memberikan jangkrik ini kepadamu.” Ayu : “Kenapa tidak rela. Kamu dapat salinan PRku dan aku mendapat beberapa jangkrik darimu. Aku juga lelah menyelesaikn PR ini hingga berangkat kesiangan.” Bijak : “Baiklah. Ini beberapa jangkrik untukmu. Mana PR mu?” Ayu : “Ini PRku. Jangan sampai kamu rusak.” Bijak : “Oke, beres.”Ayu : “Nanti kembalikan ke mejaku lagi ya!” Bijak : “Tenang saja.” Dengan kecepatan tinggi, Bijak menyalin semua PR milik Ayu dan berharap akan selesai sebelum guru masuk kelas.