Jawabanmu

2014-03-14T12:56:00+07:00
TRAGEDI SIHKA DAN WINKA
kawin
kawin
kawin
kawin
kawin
ka
win
ka
win
ka
win
ka
win
ka
winka
winka
sihka
sihka
sihka
sih
ka
sih
ka
sih
ka
sih
ka
sih
ka
sih
sih
sih
sih
sih
sih
ka
Ku

Puisi berjudul “Tragedi Sihka dan Winka” merupakan salah satu karya Sutardji yang cukup fenomenal. Bagaimana tidak, puisi tersebut memiliki tipografi yang sangat berbeda dari puisi kebanyakan. Teknik persajakan denggan memotong-motong kata dan membalikkan suku kata seperti itu belum pernah terjadi dalam perpuisian indonesia modern sebelumnya. Puisi ini banyak mendapat tanggapan dari berbagai kalangan, yang kebanyakan berpendapat bahwa puisi tersebut hanya “bermain-main”.
Ketidaklangsungan ekspresi sajak itu, berupa kombinasi makna nonsense dan tipografi. Yang perlu diterangkan lebih lanjut adalah tipografi (tata huruf) yang sejak tahun 1970 dalam perpuisian indonesia sampai sekarang menjadi mode di antara penyair muda, dipergunakan untuk menciptakan makna. Biasanya makna yang ingin diciptakan adalah makna ikonik atau indeksis.
Sajak tersebut hanya terdiri dari dua kata ‘kawin’ dan ‘kasih’, yang dipotong-potong menjadi suku kata-suku kata, juga dibalik menjadi ‘winka’ dan ‘sihka’. Tipografi sajak tersebut berdasarkan konteks strukturnya dapat diberi makna (salah satu makna) sebagai pengalaman hidup yang tidak menyenangkan. Di situ digambarkan sebagai susunan huruf, tulisan, yang berbentuk zigzag, berbelok-belok tajam sebagai jalan berliku yang membahayakan. Arti sebuah sajak bisa saja terlihat dari teknik penulisannya, dan hal inilah yang ingin disampaikan Sutardji dalam puisinya ini.
LUKA