Jawabanmu

2014-03-12T18:52:16+07:00
Harus ada kesepakatan antara kedua belah pihak yang akan mengadakan pertukaran diplomatik maupun konsuler, berdasarkan Pasal 2 Konvensi Wina 1961 yang di tuangkan dalam bentuk persetujuan bersama (joint agreement) dan komunikasi bersama (joint declaration).
Mematuhi prinsip – prinsip hukum internasional yang berlaku, yaitu setiap negara dapat melakukan hubungan atau pertukaran perwakilan diplomatik dan konsuler berdasarkan atas prinsip –prinsip hubungan yang berlaku dan prinsip timbal balik (reciprocity).
terima kasih banyak kakak atas jawabannya .. membantu banga dah :D
sama sama
2014-03-12T18:52:54+07:00
Kedua belah pihak saling menukar informasi tentang akan dibukanya perwakilan (biasanya di urus oleh Departemen Luar Negeri masing – masing).
Mendapat persetujuan (demende, aggreration) dari negara yang menerima.
Diplomat yang akan di tempatkan menerima surat kepercayaan (lettre de credance) yang di tandatangani oleh kepala negara pengirim.
Surat kepercayaan diserahkan kepada kepala negara penerima (lettre de rapple) dalam suatu upacara dimana seorang diplomat tersebut berpidato.
terima kasih kakak atas jawabannya :) (Y)
iya,sama-sama kak :)