Jawabanmu

2014-01-10T19:15:40+07:00
Fosil manusia lama yang ditemukan bisa saja bukan fosil manusia atau manusia yang memiliki bentuk ciri tubuh yang unik, atau bahkan hasil rekayasa.B. Manusia Purba / Homo ErectusPengertian atau arti definisi manusia modern adalah manusia yang termasuk ke dalam spesies homo sapiens dengan isi volum otak kira-kira 1450 cm kubik hidup sekitar 15.000 hingga 150.000 tahun yang lalu. Manusia modern disebut modern karena hampir mirip atau menyerupai manusia yang ada pada saat ini atau sekarang.
1. Manusia Swanscombe - Berasal dari Inggris
2. Manusia Neandertal - Ditemukan di lembah Neander
3. Manusia Cro-Magnon / Cromagnon / Crogmanon - Ditemukan di gua Cro-Magnon, Lascaux Prancis. Dicurigai sebagai campuran antara manusia Neandertal dengan manusia Gunung Carmel.
4. Manusia Shanidar - Fosil dijumpai di Negara Irak
5. Manusia Gunung Carmel - Ditemukan di gua-gua Tabun serta Skhul Palestina
6. Manusia Steinheim - Berasal dari Jerman
Pada setiap lapisan itu ditemukan jenis manusia purba. Pithecanthropus
Erectus penemuan E. Dubois terdapat pada lapisan Trinil, jadi dalam lapisan
pleistosen tengah. Pithecanthropus lainnya ada yang di pleistosen tengah
dan ada yang di pleistosen bawah. Di plestosen bawah terdapat fosil manusia
purba yang lebih besar dan kuat tubuhnya daripada Pithecanthropus Erectus,
dan dinamakan Pithecanthropus Robustus. Dalam lapisan pleistosen bawah
terdapat pula Homo Mojokertensis, kemudian disebut pula Pithecanthropus
Mojokertensis. Jenis Pithecanthropus memiliki tengkorak yang tonjolan
keningnya tebal. Hidungnya lebar dengan tulang pipi yang kuat dan menonjol.
Mereka hidup antara 2 setengah sampai 1 setengah juta tahun yang lalu.
Hidupnya dengan memakan tumbuh-tumbuhan dan hewan. Pithecanthropus
masih hidup berburu dan mengumpulkan makanan. Mereka belum pandai
memasak, sehingga makanan dimakan tanpa dimasak terlebih dahulu. Sebagian
mereka masih tinggal di padang terbuka, dan ada yang tewas dimakan
binatang buas. Oleh karenanya, mereka selalu hidup secara berkelompok.
Pada tahun 1941, von Koeningwald di dekat Sangiran Lembah Sungai
Solo juga, menemukan sebagian tulang rahang bawah yang jauh lebih besar
dan kuat dari rahang Pithecanthropus. Geraham-gerahamnya menunjukkan
corak-corak kemanusiaan, tetapi banyak pula sifat keranya. Tidak ada
dagunya. Von Koeningwald menganggap makhluk ini lebih tua daripada
Pithecanthropus. Makhluk ini ia beri nama Meganthropus Paleojavanicus
(mega = besar), karena bentuk tubuhnya yang lebih besar. Diperkirakan
hidup pada 2 juta sampai satu juta tahun yang lalu.
Von Koenigswald dan Wedenreich kembali menemukan sebelas fosil
tengkorak pada tahun 1931-1934 di dekat Desa Ngandong Lembah Bengawan
Solo. Sebagian dari jumlah itu telah hancur, tetapi ada beberapa yang
dapat memberikan informasi bagi penelitiannya. Pada semua tengkorak itu,
tidak ada lagi tulang rahang dan giginya. Von Koeningswald menilai hasil
temuannya ini merupakan fosil dari makhluk yang lebih tinggi tingkatannya
daripada Pithecanthropus Erectus, bahkan sudah dapat dikatakan sebagai
manusia. Makhluk ini oleh von Koeningswald disebut Homo Soloensis
(manusia dari Solo).
Pada tahun 1899 ditemukan sebuah tengkorak di dekat Wajak sebuah
desa yang tak jauh dari Tulungagung, Kediri. Tengkorak ini ini disebut
Homo Wajakensis. Jenis manusia purba ini tinggi tubuhnya antara 130 –
210 cm, dengan berat badan kira-kira 30 – 150 kg. Mukanya lebar dengan
hidung yang masih lebar, mulutnya masih menonjol. Dahinya masih menonjol,
walaupun tidak seperti Pithecanthropus. Manusia ini hidup antara 25.000
sampai dengan 40.000 tahun yang lalu. Di Asia Tenggara juga terdapat
jenis ini. Tempat-tempat temuan yang lain ialah di Serawak (Malaysia Timur),
Tabon (Filipina), juga di Cina Selatan. Homo ini dibandingkan jenis sebelumnya
sudah mengalami kemajuan. Mereka telah membuat alat-alat dari batu maupun
tulang. Untuk berburu mereka tidak hanya mengejar dan menangkap binatang
buruannya. Makanannya telah dimasak, binatang-binatang buruannya setelah
dikuliti lalu dibakar. Umbian-umbian merupakan jenis makanan dengan cara
dimasak. Walaupun masakannya masih sangat sederhana, tetapi ini menunjukkan
adanya kemajuan dalam cara berpikir mereka dibandingkan dengan jenis
manusia purba sebelumnya. Bentuk tengkorak ini berlainan dengan tengkorak
penduduk asli bangsa Indonesia, tetapi banyak persamaan dengan tengkorak
penduduk asli benua Australia sekarang. Menurut Dubois, Homo Wajakensis
termasuk dalam golongan bangsa Australoide, bernenek moyang Homo
Soloensis dan nantinya menurunkan bangsa-bangsa asli di Australia.
Menurut von Koenigswald, Homo Wajakensis seperti juga Homo Solensis
berasal dari lapisan bumi pleistosin atas dan mungkin sekali sudah termasuk
jenis Homo Sapiens, yaitu manusia purba yang sudah sempurna mirip
dengan manusia. Mereka telah mengenal penguburan pada saat meninggal.
Berbeda dengan jenis manusia purba sebelumnya, yang belum mengenal
cara penguburan.
1 3 1
2014-01-10T19:33:26+07:00
1.  Meganthropus paleojavanicus ditemukan oleh G.H.R VON KOENINGSWALD pada thn 1936 dan 1941 di Sangiran (Surakarta). Manusia purba ini memiliki ciri - ciri tubuh yg kekar, rahang dan gerahamnya besar, sehingga menyerupai kera.
2. Pithecanthropus Mojokertensis, ditemukan di Mojokerto (Jawa Timur). Ciri - cirinya adalah: Berbadan tegak; tidak memiliki dagu; bentuk kening menonjol; tinggi badab sekitar 165-180 cm; volume otak sekitar 750-1300 cc; tulang geraham dan rahang kuat; dan tulang tengkorak cukup tebal dan bentuknya lonjong.
3. Phithecanthropus Erectus, ditemukan pada thn 1890 di daerah Trinil dekat Sungai Bengawan Solonoleh Eugene Dubois. Secara etimologi, phithecos artinya keraantropus artinya manusiaerectus artinya tegak. Ciri - cirinya ialah: Berbadan dan berjalan tegak; tinggi badan sekitar 165-170 cm; dan hidupnya diperkirakan satu juta tahun yang lalu.
4. Homo Soloensis, ditemukan pada thn 1931-1934 di desa Ngandong, Lembah Sungai Bengawan Solo, oleh Ter Haar dan Ir. Oppenorth. Fosil Homo Soloensis kemudian diteliti oleh G.H.R. Von Koeningswald. Ciri - cirinya adalah: berbadan tegap dan tingginya sekitar 180 cm; memiliki volume otak kecil, namun lebih besar jika  dibandingkan dgn volume otak Phithecanthripus Erectus, yaitu sekitar 1000-1300 cc; tengkorak Homo Solensis lebih besar daripada tengkorak Phithecantropus erectus.
5. Homo Wajakensis ditemukan di desa Wajak, Tulungagung, Jawa Timur oleh Van Reitschoten pda thn 1889. Homo Wajakensis sudah termasuk jenis Homo Sapiens atau manusia purba yg paling cerdas dgn memiliki ciri - ciri yaitu: berbadan tegap dan berjalan lebih tegak dgn tinggi sekitar 130-210 cm; memiliki otak besar dan otak kecil yg sudah berkembang dgn rata - rata volume otaknya 1350-1450 cc; memiliki bentuk tulang tengkorak lebih bulat dan bentuk muka tidak menonjol ke depan; dan memiliki kemampuan untuk membuat peralatan secara sederhana seperti kapak batu dan alat utk berburu yg terbuat dari tulang dan kayu.



semoga bisa membantu ya ^_^,,,
1 2 1