Jawabanmu

2014-03-25T16:52:33+07:00
Gilgamesh (Gilgameš) atau dikenal juga sebagai Bilgames dalam teks awal Sumeria, adalah raja kelima Uruk (Awal Dinasti II, Dinasti pertama Uruk), memerintah selama 126 tahun, sekitar 2500 SM (menurut daftar raja Sumeria). Gilgamesh adalah karakter sentral dalam Epos Gilgamesh, karya terbesar yang masih hidup pada awal sastra Mesopotamia.
Anak laki-laki dari Lugalbanda ini menurut legendanya, dua-pertiga dewa dan sepertiga manusia. Ibundanya bernama Ninsun, yang terkadang disebut dengan Ramat Ninsun, yang merupakan seorang Dewi. 
Menurut sebuah dokumen yang dikenal dengan "Sejarah Tummal", akhirnya Gilgamesh, dan putranya, Urlugal, membangun kembali tempat penyembahwan Dewi Ninlil, yang terletak di Tummal, satu blok dari kota Nippur. 
Dalam Mitologi Mesopotamia, Gilgamesh di gambarkan sebagai makhluk setengah Dewa yang memiliki kekuatan super. Yang membangun dinding besar untuk melindungi rakyatnya dari berbagai ancaman luar dan melakukan perjalanan untuk bertemu Utnapishtim, orang bijak yang telah selamat dari Banjir Besar. Cerita ini dapat dikatakan sebagai ekuivalen dari cerita Yunani tentang Heracles.
Dalam Epos Gilgamesh, sastra Mesopotamia, dikatakan bahwa Gilgamesh telah memerintahkan untuk membangun tembok-tembok legendaris di Uruk. Dalam versi lainnya mengatakan, menjelang akhir cerita, Gilgamesh berbual pada Urshanabi, sang jurumudi, bahwa dinding kota itu dibangun oleh Tujuh Orang Bijak.

Dalam catatan sejarah, Sargon Agung mengklaim telah menghancurkan dinding-dinding ini, untuk membuktikan kekuatan militernya. Para ahli percaya, bahwa Epos Gilgamesh kemungkinan berkaitan dengan cerita Alkitab tentang air bah yang disebutkan dalam Kitab Kejadian.
Potongan-potongan dari sebuah epos yang ditemukan di Me-Turan (Tell Haddad sekarang), mengisahkan bahwa Gilgamesh dikuburkan di bawah air dari sebuah sungai di akhir hayatnya. Rakyat Uruk mengalihkan aliran Sungai Eufrat, untuk melintasi Uruk yang bertujuan untuk menguburkan raja mereka yang telah meninggal di dasar sungai. 

Pada April 2003, sebuah tim ekspedisi Jerman menemukan apa yang diduga sebagai seluruh kota Uruk. Termasuk tempat yang pernah di aliri sungai Eufrat, tempat peristirahatan terakhir raja rakyat Uruk, Gilgamesh.