Jawabanmu

2014-01-09T14:32:20+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
SCENE I            

Sutan Syahrir  : Apakah kalian sudah mendengar berita tentang kekalahan Jepang? Sukarni            : Belum, Bung. Benarkah itu? Apa yang terjadi dengan Jepang? Sutan Syahrir  : Dari yang kudengar, Sekutu telah menjatuhkan bom di Kota Hiroshima dan Nagasaki. Oleh sebab itulah, Jepang melakukan genjatan senjata. Chaerul Saleh  : Kalau begitu, Jepang sudah tak ada wewenang lagi di negeri kita. Kita harus memfaatkan momen ini!

SCENE II
           
Setelah mendengar berita kekalahan Jepang, Chaerul Saleh segera merencanakan pertemuan dengan anggota golongan muda lainnya untuk membicarakan masalah proklamasi kemerdekaan. Pertemuan ini dilangsungkan di Jl. Cikini No. 71 Jakarta pukul 20.00 WIB
Chaerul Saleh  : Teman-teman sekalian, sudahkah kalian mendengar berita tentang kekalahan Jepang? Wikana            : Belum, kawan. Darimana engkau tahu tentang itu? Chaerul Saleh  : Barusan saya dan Sukarni berkumpul dengan Syahrir, ia mendengar siaran radio Jepang yang mengumumkan berita tentang genjatan senjata itu. Darwis             : Berarti negeri kita sekarang dalam kondisi Vacumm of  Power? Chaerul Saleh : Benar. Demikian, saya mengumpulkan kalian semua disini untuk membicarakan masalah itu. Kita harus memanfaatkan situasi ini untuk memproklamirkan kemerdekaan. Sukarni            : Tepat sekali. Kalau begitu, kita harus membagi tugas. Saya, Wikana, dan Chaerul Saleh akan pergi ke kediaman Ir. Soekarno untuk menyampaikan kabar ini. Sedangkan untuk Bung Darwis akan memerintahkan anggota pemuda lainnya untuk merebut kekuasaan dari jepang.



SCENE III            
Chaerul Saleh  : Sekarang Bung, sekarang! Malam ini juga kita kobarkan revolusi! Sukarni            : Kita harus segera merebut kekuasaan! Kami sudah siap mempertaruhkan jiwa kami! Wikana            : Betul, kita harus memproklamasikan kemerdekaan ini!             Mendengar kata-kata ancaman seperti itu, Ir. Soekarno naik darah dan berdiri menuju Wikana sambil berkata : Ir. Soekarno    : Ini batang leherku, seretlah saya ke pojok itu dan potonglah leherku malam ini juga! Kamu tidak usah menunggu esok hari! Moh. Hatta      : Jepang adalah masa silam. Kita sekarang harus menghadapi Belanda yang akan berusaha untuk kembali menjadi tuan di negeri kita ini. Jika saudara tidak setuju dengan apa yang telah saya katakan, dan mengira bahwa saudara telah siap dan sanggup untuk memproklamasika kemerdekaan, mengapa saudara tidak memproklamasikan kemerdekaan itu sendiri? Mengapa meminta Ir. Soekarno untuk melakukan hal itu? Chaerul Saleh  : Apakah kita harus menunggu hingga kemerdekaan itu diberikan kepada kita sebagai hadiah, walaupun Jepang sendiri telah meyerah dan takluk dalam “Perang Sucinya”!. Mengapa bukan kita yang menyatakan kemerdekaan kita sendiri, sebagai suatu bangsa?
Ir. Soekarno    : Kekuatan yang segelintir ini tidak cukup untuk melawan kekuatan bersenjata dan kesiapan total tentara Jepang! Coba, apa yang bisa kau perlihatkan kepada saya? Mana bukti kekuatan yang diperhitungkan itu? Apa tindakan bagian keamananmu untuk menyelamatkan perempuan dan anak-anak? Bagaimana cara mempertahankan kemerdekaan setelah diproklamasikan? Kita tidak akan mendapat bantuan dari Jepang atau Sekutu. Coba bayangkan, bagaimana kita akan tegak diatas kekuatan sendiri.

Wikana            : Tapi semakin cepat kita memproklamsikan kemerdekaan ini akan semakin cepat pula kita akan terbebas dari semua belenggu yang menyiksa ini.

Moh. Hatta      : Baiklah, tapi kita perlu waktu untuk beruding sebentar



SCENE IV
           

Moh. Hatta      : Bagaimana ini? Para pemuda menuntut untuk segera memproklamasikan kemerdekaan.

Ir. Soekarno    : Tapi kita tidak boleh gegabah, Bung. Kita butuh waktu untuk mempersiapkan semuanya dengan matang agar tidak terjadi sesuatu yang diinginkan. Ahmad Soebardjo : Saya setuju. Menurut saya, yang terpenting sekarang adalah menghadapi Sekutu yang hendak berniat kembali berkuasa di negeri ini. Selain itu, masalah kemerdekaan sebaiknya dibicarakan lagi dalam sidang PPKI 18 Agustus mendatang. Iwa Kusumasumantri : Lalu bagaimana dengan pendapat golongan muda? Apa kita abaikan saja? Djojo Pranoto  : Ya, lagipula mereka masih muda, pemikiran mereka terlalu pendek. Kita harus melihat ke depan, mempersiapkannya dengan matang. Kalau tidak bagaimana nanti jika semuanya berantakan? Iwa Kusumasumantri : Baiklah, Bung. Berarti kita semua sudah sepakat.


7 3 7
2014-01-09T16:05:04+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
SCENE I       
Berita Kekalahan Jepang
   (Sutan Syahrir masuk panggung sambil menempelkan radio ke telinga) Sutan Syahrir   : Teman teman ada berita penting dari saluran BBC,  Jepang menyerah kepada sekutu! Wikana              : Benarkah? Sutan Syahrir    : Ya, sekutu  telah menjatuhkan bom di kota Hiroshima dan Nagasaki. Chairul Shaleh   : Inilah saat yang tepat untuk memproklamirkan kemerdekaan kita! SS dan Wikana  : Setuju!

SCENE II
      Tanggal 15 Agustus 1945, Di Jalan Pegangsaan Timur No.17, Jakarta, Berkumpulah para pemuda, Dan juga beberapa golongan tua, Antara lain Ir.Sukarno dan Drs. Moh Hatta, Untuk membicarakan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Chairul Shaleh       : Sekarang Bung, sekarang! Kita proklamirkan kemerdekaan! Sukarni                  : Kita harus segera merebut kekuasaan! CS dan Sukarni    : Kami sudah siap mempertaruhkan jiwa kami! Soekarno            : Mengapa sekarang? Kekuatan kita belum cukup untuk melawan kekuatan Jepang! Chairul   Shaleh  : Ini saat yang tepat, Bung. Jepang sudah kalah oleh Sekutu dan tak ada kuasa lagi di negeri ini. Sukarni       : Benar Bung! Ini saat yang tepat! Soekarno       : Baiklah! Beri saya waktu untuk berunding dengan yang lainnya. Ir.Sukarno akhirnya, Dengan beberapa tokoh golongan tua lainnya, Salah satunya drs. Mohammad Hatta, Dan juga Soebardja, Melakukan perundingan, Untuk menghasilkan kesepakatan.     Tetapi, Hasil perundingan golongan tua, Membuat golongan muda, Merasa kecewa, Dan melakukan rencana rahasia, Untuk mengasingkan Soekarno dan Mohammad Hatta, Ke Rengasdengklok, kota kecil jauh dari jalan raya, Agar mereka, Tidak terpengaruh oleh Jepang di Jakarta. Dengan tujuan, keduanya, Membuat  Indonesia cepat merdeka,

SCENE III
        
Chairul Shaleh : Assalamualaikum .. Moh. Hatta     : Waalaikumsalam. Ada apa Saudara datang sepagi ini ? Darwis            : Kami bermaksud membawa Anda dan Soekarno untuk ikut kami menuju tempat pengasingan. Soekarno        : Tempat pengasingan ? Apa yang Saudara maksudkan ? Chairul Shaleh   : Ya, kami akan membawa kalian untuk diasingkan agar terhindar dari ancaman bentrok antara rakyat dan Jepang. Moh. Hatta         : Baiklah, kami akan ikut. Darwis               : Sebaiknya Ibu Fatmawati dan anak Anda turut serta, Bung. Untuk menjamin keselamatan mereka. Soekarno           : Baiklah.
SCENE IV
   Mr. Soebardjo  : Apakah Saudara tahu keberadaan Soekarno dan Bung Hatta ? Wikana              : Maaf, saya tidak tahu, Bung. Mr. Soebardj   : Katakanlah kepadaku dimana mereka sekarang, dan aku akan menjamin keselamatan mereka ketika kembali ke Jakarta, dan aku akan menjamin kemerdekaan untuk kalian esok harinya. Sudiro              : Akankah Anda bersumpah untuk itu ? Mr. Soebardjo  : Kau bisa percaya padaku, Nak Wikana              : Baiklah, mereka ada di Rengasdengklok. Akhirnya, Salah satu pemuda bernama Yusuf Kunto, Mengantarkan Mr. Ahmad Subardjo, Beserta sekertaris pribadinya, Sudiro, Menjemput Bung Hatta dan Bung Karno, Di kota Rengasdengklok. Sementara itu, Perdebatan berlangsung seru, Rengasdengklok menjadi saksi bisu, Perundingan antara pemuda, Dan golongan tua, Untuk memproklamirkan segera, Kemerdekaan Negara tercinta.

SCENE  V
  
Soekarno       : Nah , jelaskan sekarang mengapa  kalian membawa kami kesini. Chairul Shaleh   : Maafkan kelancangan kami, Bung . Ini demi keselamatan Anda. Darwis            : Kami ingin membicarakan masalah proklamasi kembali. Moh. Hatta  : kami sudah  katakan kepada kalian, masalah kemerdekaan akan dibicarakan dalam sidang PPKI Darwis : Mengapa menunggu hasil sidang PPKI, kalau kita bisa bergerak dengan kekuatan sendiri ? Sukarni  :PPKI itu bentukan Jepang, Bung. Kami ingin memproklamasikan kemerdekaan tanpa campur tangan dari Jepang. Darwis         : Kita pasti bisa, Bung! Di Rengasdengklok selesailah perundingan, Akan kembali ke Jakarta semua golongan, Dengan satu kesepakatan, Tanggal 17 Agustus akan diproklamirkan kemerdekaan, Di bulan suci,bulan ramadhan.     Di rumah Laksamana Tadashi Maeda seorang perwira tinggi, Dirumuskan teks proklamasi, Disaksikan tiga pemuda Sudiro, BM Diah dan Sukarni, Sukarno, Moh.Hatta dan Ahmad Subardjo merumuskan dengan sepenuh hati, Naskah diketik, Oleh Sayuti Melik, Dan bendera merah putih, Di jahit oleh ibu Fatmawati, Saatnya nanti, Setelah pembacaan teks proklamasi, Diambil oleh Suhud dari baki, Dikibarkan oleh Latief, seorang prajurit laki laki, Dan lagu Indonesia raya mengiringi.
5 3 5