Tentukan struktur teks anekdot dibawah ini???
tolong dijawab yhaa
Pentol Korek


Ayo anak-anak hari ini kita bermain untuk menebak sesuatu, Ibu
Guru berikan ciri-cirinya, anak-anak yang menjawab. Ok !!! Ayo Budi apa yang
saya pegang ini kata bu Guru sambil menghadap tembok, warnanya merah. bulat,
manis rasanya? Budi menjawab ‘ Apel bu Guru !!!!

Salah Budi, yang saya pegang ini buah cherry, tapi nggak apa
Budi, Ibu guru jadi tahu apa yang ada di dalam pikiranmu. Karena jawabannya
salah Budi si anak badung agak jengkel juga.

Bu Guru gantian dong !! Saya yang berikan ciri-cirinya ibu guru
yang menjawab !! Bu Guru menjawab, Ok lah budi silahkan maju ke depan.

Budi si anak badung maju kedepan sambil menghadap tembok, si
budi pegang sesuatu, sambil bertanya kepada bu Guru.

Apa ini bu Guru, panjangnya kira kira lima centimeter, kepalanya
bulat warnanya merah ??? Bu Guru menjawab sambil berteriak ‘ Budi !!!!!! Tidak
boleh memberi pertanyaan yang jorok, kamu memang kurang ajar dasar anak badung
tak tahu diri!!

Budi menjawab, Lho ibu Guru kok marah ini khan cuma pentol korek api doang, tapi nggak apa bu Guru ‘ Saya jadi
mengerti apa yang ada di dalam pikiran bu guru

1

Jawabanmu

2014-03-04T20:35:39+07:00
STRUKTUR TEKS ANEKDOT
Abstraksi : Gambaran suasana awal
Orientasi : Pandangan yang mendasari pikiran
Krisis : Pemunculan masalah
Reaksi : Respon/tanggapan/tindakan terhadap krisis
Koda : Penutup
ABSTRAKSI
Pada zaman dahulu di suatu negara ada seorang tukang pedati yang rajin dan tekun. Setiap pagi dia membawa barang dagangan ke pasar dengan pedatinya.
ORIENTASI
Setiap pagi dia membawa barang dagangan ke Pasar dengan Pedatinya. Suatu pagi dia melewati jembatan yang baru dibangun.
KRISIS
Si Tukang Pedati mengadukan si Pembuat Jembatan kepada Hakim agar dihukum karena Jembatan yang dibuatnya tidak kuat. Sehingga si Tukang Pedati jatuh ke Sungai, kuda beserta dagangannya hanyut.
REAKSI
Hakim memanggil si Pembuat Jembatan, si Tukang Kayu, si Penjual Kayu untuk diadili. Namun mereka akhirnya lolos dari tuduhan karena mereka memiliki alasan yang cerdas. Lalu Hakim memanggil si Pembantu Penjual kayu untuk diadili dan di penjara. Namun hal tersebut tidak dilakukan karena Pembantu itu terlalu gemuk dan tidak mempunyai uang.
KODA
Akhirnya Yang Mulia Hakim memenjarakan Pembantu yang berbadan pendek, kurus, dan mempunyai uang, Sang Hakim bertanya pada Khalayak ramai yang menyaksikan pengadilan tersebut, “Saudara-Saudara semua, bagaimanakah pandangan kalian, peradilan sudah adil?”, Masyarakat setempat menjawab “Adiiil!!”
Tukang Pedati
Si Pembuat Jembatan
Si Tukang Kayu
Si Penjual Kayu
Si Pembantu
Pengawal
Masyarakat

1 5 1