Jawabanmu

2014-03-04T19:42:06+07:00
Politik Ekspansi Mataram
Polarisasi antara kekuasaan di pesisir dan pedalaman sejak disintegrasi Majapahit berkembang mempengaruhi ekspansi Mataram dengan “Ostpolitiknya”. Akhir abad XVI Gersik dan Surabaya mempunyai perdagangan yang maju sehingga Mataram hendak menaklukkan usaha perlawanan politik.
Ketergantungan pesisir dari hasil agraris pedalaman di Jawa Timur menentukan adanya semacam syimbiose. Pasang surut pusat kekuasaan di Jawa Tengah membawa akibat bahwa setiap kali vasal-vasal yang ditaklukkan bertindak secara merdeka sehingga para penguasa pusat setiap kali perlu memerangi lagi agar dapt meletakkan hegemoninya. Ekspansi Mataram telah mengundang benih “peniadaan diri sendiri” hanya dalam jangka panjang dampak sosial kultural mendorong proses integrasi yang berpedoman pada model kebudayaan keraton Mataram.
Ofensif pertama Senopati ditujukan kepada Surabaya pada tahun 1589. Untuk mempertahankan diri dari agresi Senopati. Pada tahun 1590 dilancarkan serangan terhadap Madiun dengan bantuan dari Pati, Demak dan Pajang. Kemenangan itu berarti bagi Senopati sebagai homonovus, sekaligus berkedudukan sejajar dengan dinasti Demak dengan kebangsawaannya yang tua.
Pada tahun 1591, berturut-turut Kediri dan Jipang diserang Mataram kemudian Pasuruan dan Tuban pada tahun 1598 dan 1599.
Pemberontakan Pati berkobar pada tahun 1600. Jepara, Kudus dan Demak tidak mampu membantu Pati. Senopati memelihara persahabatan dengan dinasti Cirebon maka ekspansi lebih terarah ke Timur dan Utara. Sepeninggal Senopati 1601, Politik ekspansi dilanjutkan oleh penganti-penggantinya lebih-lebih dibawah pemerintahan Sultan Agung.