Jawabanmu

2014-09-13T19:59:15+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
DOA UNTUK IBU
Puisi Mutia Fitriyani

Aku tak tau apa yang harus kuLakukan tanpa dia
Dia yang seLaLu mengerti aku
Dia yang tak pernah Letih menasehatiku
Dia yang seLaLu menemani

DiaLah Ibu
Orang yang seLaLu menjagaku
Tanpa dia aku merasa hampa hidup di dunia ini
Tanpa.nya aku bukanlah apa-apa

Aku hanya seorang manusia Lemah
Yang membutuhkan kekuatan
Kekuatan cinta kasih dari ibu
Kekuatan yang Lebih dari apapun

Engkau sangat berharga bagiku
WaLaupun engkau seLaLu memarahiku
Aku tau
Itu bentuk perhatian dari mu
Itu menandakan kau peduLi denganku

Ya Allah,,
BerikanLah kesehatan pada ibuku
PanjangkanLah umur.nya
Aku ingin membahagiakan.nya
SebeLum aku atau dia tiada

Terimakasih Ibu
Atas apa yang teLah kau berikan padaku
Aku akan seLaLu menyanyangimu
2014-09-13T20:00:17+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Puisi Tenggelam Dalam Hitam

kelopak mata ini terbuka…
awalnya aku menangis
manusia di ujung mata mulai tersenyum tipis
manusia pertama yg kulihat
kata mereka aku boleh memanggilnya ibu
ia menimang dengan irama senandung malam
begitu seterusnya…
hingga aku tenggelam dalam hitam
aku hidup dalam tidurku
sepasang mata terus perhatikan raga mungil ini
perlahan wujud itu mengais pipi ini dengan lembut
lalu wujud itu berkata
“ia malaikatmu, dan ini adalah mimpimu”

malam itu aku menangis…
tangisan yang memecah sunyi di belantara sepi
ia terbangun dengan setengah mata terbuka
lalu…
ia menimang dengan irama senandung malam
begitu seterusnya…
hingga aku tenggelam dalam hitam

sampai di ujung umurnya
aku selalu mengucap do’anya
di sepertiga malam tanpa riuhnya
aku mulai belajar bagaimana hidup mengukir kisahnya
begitu sempurna…
aku mulai belajar bagaimana waktu berguguran mengurai cerita cintanya
begitu sempurna…

kata mereka tidak ada yang sempurna
perlahan aku tercekat dalam kata-kata
angin utara yang mendesak
membuatku tak berkutik membuat jejak
aku dihantui putus asa
bagaimana jika aku tak sanggup?
bagaimana jika aku gugup menghadapi hidup?
sampai pada suatu akhir aku tersungkur

sekarang siapa?
siapa yang akan menimangku dengan irama senandung malam hingga aku tenggelam dalam hitam?

disaat ketenangan mulai menghasutku
aku teringat wujud rapuh itu
ya aku ingat…
kata mereka aku memanggilnya ibu

“tak perlu menjadi sempurna, hanya untuk sekedar mengejar mimpi dan asa, jadilah yang terbaik, lalu kejar angan tanpa harus menoleh berbalik”
itu pesan terakhirnya
pesan yang ia bawa dipelukan sang lahad
dan di batu nisan itu namanya dipahat
1 3 1