Jawabanmu

2014-09-13T12:33:31+07:00
Lahir di Nganjuk, 30 Juli 1888. Pendidikan Sekolah Rendah Bumiputera di Madiun dan Bangil. ELS (Sekolah Rendah Belanda) dan STOVIA.

Perjuangan Dr. Sutomo dimulai sejak mahasiswa STOVIA. Ia adalah seorang pendiri organisasi yang bernama "Budi Utomo" bersama rekannya Moh.Saleh, Sarwono, Gunawan, Gubrek dan Angka yang kelak semuanya menjadi dokter.

Budi Utomo yang didirikan pada tanggal 20 Mei 1908 merupakan organisasi modern yang pertama di Indonesia. Ia diangkat sebagai ketua. Hari lahir Budi Utomo saat ini diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Ia dianggap sebagai realisasi gagasan dr. Wahidin Sudirohusodo tentang pembentukan sebuah badan yang akan menyediakan beasiswa bagi anak-anak Indonesia yang cerdas namun tak mampu membiayai sekolahnya. Tetapi organisasi ini melebihi apa yang dimaksud oleh dr.Wahidin, yang tidak hanya memajukan pendidikan, namun juga pertanian kayu, kulit, dll, disamping memajukan kebudayaan Jawa.

Tanggal 11 Juli 1924 Sutomo mendirikan Indonesia Studie Club (ISC). Tujuannya mempelajari dan memperhatikan kebutuhan rakyat. Organisasi ini menarik perhatian kaum terpelajar, bukan saja cendekiawan Indonesia namun juga cendekiawan Belanda seperti Koch dan Filleman yang terkenal berpendirian progresif.

Bersama teman-temannya, Dr. Sutomo memprakarsai berdirinya Bank Bumi Putra yang pada tahun 1929 menjadi Bank Nasional. Selain itu didirikan pula Yayasan Gedung Nasional (GNI) yang langsung dipinpin oleh Dr. Sutomo. Gedung ini didirikan atas gotong royong berupa bantuan dari segala lapisan masyarakat.

Tanggal 11 Oktober 1930 ISC berkembang menjadi partai yakni Persatuan Bangsa Indonesia (PBI) yang langsung diketuai Dr.Sutomo. Dengan terbentuknya partai ini kegiatan di bidang sosial ekonomi semakin menonjol. Hasil-hasilnya dapat dilihat dengan berdirinya Rukun Tani, Rukun Pelayaran, Serikat Buruh, Koperasi, Usaha Kredit, Pemeliharaan Yatim Piatu, Pemberantasan Pengangguran.

Dalam bidang pelajaran, PBI merencanakan Sekolah Taman Kanak-Kanan, mengusahakan bacaan anak-anak SD, pemberantasan buta huruf. Dalam bidang politik dan pers, PBI menerbitkan surat kabar harian Suara Umum.

Sebagai seorang dokter, Sutomo memiliki sifat sosial yang tinggi. Ia tidak menetapkan tarif pembayaran penderita, kecuali dipersilahkan siapa yang berobat mengisi kotak yang tersedia. Rakyat kecil yang tidak mampu dibebaskan dari pembayaran, bahkan sering kali diberinya uang untuk ongkos pulang.

Tanggal 30 Mei 1938 Dr. Sutomo berpulang ke rakhmatullah. Selain berjasa untuk negri ini, Sutomo banyak berjasa untuk kemanusiaan. Gelar Pahlawan kemerdekaan Nasional pun diberikan oleh Pemerintah RI untuk Dr. Sutomo.

Jika Dr. Sutomo yang seorang dokter tidak menetapkan tarif pembayaran pasien bahkan membebaskan pembayaran untuk pasien yang tak mampu, masih adakah dokter yang berjiwa sosial seperti itu, di tengah jaman seperti ini yang hampir semua sendi kehidupan mesti menggunakan uang? Saya yakin tentu masih ada, meski jumlahnya dapat dihitung dengan jari !
Sumber:

2 2 2
oke deh makasih kak ..........................thanks you