Jawabanmu

2014-03-03T19:26:50+07:00
Karena itu tergantung sama tingkat kepentingan perjanjian itu. Kalo penting banget, pasti di sahkan. Tapi kalo ga terlalu penting, ya ga perlu di sah kan. Cukup di tanda tangan i ja ma menteri luar negerinya. 

Hal ini dilakukan agar badan pengesahan, seperti legislatif, tidak membuang-buang waktu untuk mempelajari kesepakatan yang baru dibuat...
Itu di lakukan kalau ratifikasi tidak menguntungkan kedua negara atau salah satu negara merasa di rugikan. 
Misal ratifikasi antara Ri dan singapura akan di tinjau ulang oleh ke dua negara karena Ri tidak ingin wilayahnya di jadikan tempat latihan perang.