Jawabanmu

2016-09-17T11:03:42+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Lengkapi dialog, bagan, dan/atau ringkasan. Kegiatan membangun teks ini membantu siswa untuk membangun teks secara bersama-sama.
Waktu berjalan. Paing dan sang istri berputar mencari kontrakan. Akhirnya mereka bisa menemukan kontrakan yang diinginkan.Paing: “Kita akan tinggal disini. Besok saya mau coba ke pasar, mencari tengkulak yang mau menitipkan dagangannya dengan saya. Semoga ini akan berkah. Kamu dirumah saja, jaga kesehatanmu dan calon bayi kita”Istri: “Iya Kang saya mengerti. Selalu saya do’akan semoga yang terbaik menyertai keluarga kita”.
Pagi buta Paing telah terbit dari rumah mendahului sinar mentari. Bergegas Paing pergi ke pasar mencari tengkulak. Tak sedikit para tengkulak yang menyepelekan dirinya, namun tak sedikitpun menggugurkan semangatnya.Paing: “Ayolah pak, saya janji akan bekerja dengan keras untuk menjual semua buah dan sayur yang bapak titipkan pada saya”Tengkulak : “Baiklah saya mau menitipkan buah dan sayur pada mu. Mulai besok datanglah ke kebun saya untuk mengambil buah dan sayurnya. Ini alamat kebun dan no telepon saya”Paing: “ Terimakasih banyak pak “.
Waktu dengan cepat berganti, Paing tak henti-hentinya berteriak menyodorkan dagangannya pada ibu-ibu yang lewat didepannya. Sudah dapat bersyukur dengan menyisihkan uang seribu dua ribu. Istrinya gemar menabung, sehingga saat anak laki-lakinya minta sunat, tak kelewahan mencari pinjaman uang. Tak lama merasa bahagia, tiba-tiba kabar buruk menendang telinganya.Istri: “Sabar Kang. Pasti belum rezeki. Akang masih bisa mencari tempat lain kan”Paing: “Sudah sangat semangat aku bekerja. Tak tahunya malah ada penertiban. Mereka bisa menyewa kios, nah kita? Uangnya darimana ?”Istri: “Sabar Kang. Jangan menyerah. Kembalilah kepasar dan mencari tempat strategis untuk berjualan”.
Keesokan harinya Paing survey tempat untuk berjualan. Saat melewati tempat parkir pasar yang penuh dengan sopir-sopir siap mengangkut penumpang. Terselip dalam batinnya “Pasti sopir-sopir ini belum sarapan”. Bergegas dia pulang untuk menemui sang istri tercinta.
Paing: “Aku sudah menemukan tempat yang strategis untuk berjualan makanan”Istri: “Syukurlah Kang. Saya akan memasak yang enak setiap paginya untuk dijual. Semoga ini  bisa menjadi tumpuan hidup kita Kang”
Hari berganti.Paing:”Semoga pagi ini banyak sopir yang mampir ke warung perutku ini”Sopir:”Warung baru Kang. Saya pesan nasi pecel satu”. “Saya juga Kang”, sahutan para sopir lain.
Paing sangat bersyukur, dagangannya laku pesat. Setiap harinya bergerombol sopir mengantri untuk memesan sarapan. Namun saat ini usaha dagangnya dilimpahkan sementara pada temannya, karena istrinya sedang melahirkan.Paing: “ Pagi ini aku akan pergi ke warung. Besok aku akan mulai mengambil alih lagi warungnya. Kamu sudah cukup sehat kan ?”Istri: “Iya, Kang. Aku baik-baik saja”
Tak lama kemudian sampaialah Paing ketempat surga penghasilannya. Tak sampai tersenyum dia langsung terkejut. Teman yang sangat dia percaya, diam-diam menusuknya dari belakang. Mengambil alih warungnya dan membuatnya lebih permanen. Tak sampai bangkit pulih, keluarga Paing telah jatuh tertimpa tangga. Pucat lesu wajah yang dia sodorkan pada sang istri.Istri: “Bagaimana kalau aku ikut bekerja. Aku akan mendatangi para rumah untuk mengambil laundry lagi. Aku sudah cukup sehat Kang. Mungkin juga dari mereka ada yang bisa mencarikan pekerjaan untuk Akang”Paing: “Terimakasih telah mengerti keadaan Akang”.
Kesokan Harinya.Istri: “Oh ya, aku ingat. Dulu kan tante pelatih senam itu, suka melaundrikan bajunya ke aku. Mungkin dia bisa bantu mencarikan pekerjaan untuk Kang Paing”
Bergegas kerumah tante.Istri: “Tantenya ada ?” (bertanya pada pembantu)Pembantu: “Ada, tapi masih istirahat” (sedikit iba melihat istri Paing detang dengan membawa anaknya)Pembantu: “Tunggu sebentar saya panggilkan”

Pembantu: “Silahkan masuk. Tante menunggu di dalam”…
Istri: “Permisi tante”Tante: “Ada yang bisa saya bantu”
Istri Paing menceritakan kejadian yang keluarganya sedang alamiTante: “Siapa ya, sebentar,sebentar. Oh ada, ada temen saya yang mencari tukang kebun. Paing mau ?”Istri: “Iya, mau tante”
Langsung tante itu, memastikan pada rekannya tentang lowongan pekerjaan. Mendengar gaji yang begitu menggiurkan membuat istri Paing lengsung menyetujui pekerjaan untuk suaminya itu.Tante: “Paing, teruslah dibelakang saya. Nanti saya yang memperkenalkan kamu sama teman saya yang peragawati”Paing: “Baik tante”
Paing melongo kagum melihat rumah peragawati yang begitu besarnya. Penuh dengan barang-barang mewah yang berlipat ganda dari gajinya perhari.Peragawati: “Kamu harus bisa mengurus kebun ini dengan baik. Jangan seperti tukang kebun sebelumnya.
1 5 1