Jawabanmu

Jawaban paling cerdas!
2014-03-03T17:23:25+07:00
Mekanisme Cara menghitung pajak pertambahan nilai adalah pemungutan, penyetoran, dan pelaporan PPN ada pada pihak pedagang atau produsen sehingga muncul istilah Pengusaha Kena Pajak yang disingkat PKP. Dalam perhitungan PPN yang harus disetor oleh PKP, dikenal istilah pajak keluaran dan pajak masukan. Pajak keluaran adalah PPN yang dipungut ketika PKP menjual produknya, sedangkan pajak masukan adalah PPN yang dibayar ketika PKP membeli, memperoleh, atau membuat produknya.Cara menghitung pajak pertambahan nilai (PPn) dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM)PPN dan PPnBM yang terutang dihitung dengan cara mengalikan Tarif Pajak dengan Dasar Pengenaan Pajak (DPP).TARIF PPN & PPnBM1. Tarif PPN adalah 10% (sepuluh persen).2. Tarif PPN sebesar 0% (sepuluh persen) diterapkan atas:ekspor Barang Kena Pajak (BKP) Berwujud;ekspor BKP Tidak Berwujud; danekspor Jasa Kena Pajak.3. Tarif PPnBM adalah paling rendah 10% (sepuluh persen) dan paling tinggi 200%(dua ratus persen).4. Tarif PPnBM atas ekspor BKP yang tergolong mewah adalah 0% (nol persen)Cara menghitung pajak pertambahan nilai1. PKP “A” menjual tunai Barang Kena Pajak dengan Harga Jual  Rp 25.000.000,00Pajak Pertambahan Nilai yang terutang= 10% x Rp25.000.000,00=  Rp2.500.000,00PPN sebesar Rp2.500.000,00 tersebut merupakan Pajak Keluaran yangdipungut oleh Pengusaha Kena Pajak “A”.2. PKP “B” melakukan penyerahan Jasa Kena Pajak dengan memperolehPenggantian sebesar Rp20.000.000,00PPN yang terutang yang dipungut oleh PKP “B”= 10% x Rp20.000.000,00= Rp 2.000.000,00PPN sebesar Rp2.000.000,00 tersebut merupakan Pajak Keluaran yangdipungut oleh Pengusaha Kena Pajak “B”.3. Seseorang mengimpor Barang Kena Pajak dari luar Daerah Pabean denganNilai Impor sebesar Rp15.000.000,00. PPN yang dipungut melalui DirektoratJenderal Bea dan Cukai= 10% x Rp15.000.000,00= Rp 1.500.000,00
2014-03-03T17:26:23+07:00
Rumus pajak  = harga barang x ppn
(semoga membantu)
1 2 1