Jawabanmu

2014-09-14T17:20:34+07:00
 > Mengintip Pembuatan Wayang GolekKamis, 08 Maret 2012Oleh Degina JuvitaCecep Suparna, pembuat wayang golek asal Bandung, Jawa Barat, telah menekuni usahanya sejak muda. Ia bersama Kokom, sang istri, mengisi kegiatan sehari-hari dengan membuat wayang golek. Satu per satu bagian tubuh wayang, dibuat tanpa bantuan mesin. Cecep berujar, “Jenis kayu yang digunakan untuk wayang golek, harus yang paling ringan. Oleh karena itu, saya pilih kayu Albasiah”. Kebanyakan konsumen dari luar negeri, menyukai tokoh Rama dan Shinta dalam wiracarita Ramayana. “Mungkin karena mereka sering berkunjung ke Bali, makanya suka tokoh ini,” ujar Kokom. Proses pembuatan sebuah wayang golek terhitung rumit. Langkah pertama yaitu, mengukir bentuk wajah. Detail wajah, mulai dari lekukan hidung, mata, hingga hiasan dibuat sedemikian halus. Proses pewarnaannya pun menggunakan beberapa kuas. Untuk beberapa detail seperti riasan kelopak mata perlu kuas yang kecil agar hasilnya sempurna.  Langkah selanjutnya adalah membuat bagian tubuh. Wayang golek memiliki bentuk tubuh yang terpisah dengan tangan. Pada bagian atas, kanan, kiri dan bawah tubuh diberi lubang untuk menyatukan kepala dan lengan menggunakan tali. Setelah beberapa bagian selesai dibuat, sampeurit (kayu penyangga kepala) dipasang, agar kepala wayang bisa digerakan. Kemudian tuding ( kayu pemegang dalang) dipasang di kedua tangan wayang. Satu lagi yang menjadi bagian penting dari wayang golek adalah pakaian tradisional sesuai dengan tokoh aslinya. Untuk atasan, terbuat dari kain bludru dengan hiasan monte berwarna emas atau perak. Lalu bawahannya, memakai kain batik. Biasanya Cecep menyediakan tiga macam warna untuk wayang golek Rama dan Shinta. Ada yang bercorak hitam -putih, coklat-emas, dan putih-merah.  Selain tokoh Rama dan Shinta, Cecep juga membuat beberapa tokoh seperti Hanoman, Rahwana, dan Cepot. Kisaran harga wayang ini mulai dari 75 ribu hingga 500 ribu Rupiah, tergantung dari ukuran. Anda dapat menemukan wayang-wayang buatan Cecep, dalam pameran Adikarya Indonesia, di Jakarta Convention Center, pada 7-11 Maret.Tweet