Jawabanmu

2014-03-03T15:08:44+07:00
Caranya:
Membaca dan Menafsirkan Tanda 
Berbicara tentang teks sastra adalah berbicara tentang tanda. Kenapa demikian, karena teks sastra merupakan bentuk komunikasi sastrawan dengan kata-kata bersayap. Karena itu, pemerhati sastra harus terlebih dahulu menguasai semiotika. Semiotik adalah suatu disiplin ilmu yang menyelidiki semua bentuk komunikasi yang terjadi dengan sarana sign ’tanda-tanda’ dan berdasarkan pada sign system ’ sistem tanda’ (h. 4).Dalam kajian antropologi, mayoritas manusia sebenarnya berkomunikasi dengan tanda. Karena bahasa itu sendiri adalah simbol. Hanya saja ada bahasa yang langsung dapat dipahami dan ada pula yang sulit. Sastrawan lebih banyak menggunakan bahasa yang sulit dipahami, karena itu dianggap sebagai seni dalam berkata-kata.Dengan demikian, penilaian sastra adalah cara untuk membaca dan menafsirkan tanda. Meskipun demikian, penilaian teks sastra tidak boleh disampaikan serampangan, karena sastrawan memiliki tujuan dan maksud tertentu dalam karyanya. Dalam konteks ilmu pengetahuan, diperlukan metode khusus untuk menilai karya sastra yang salah satunya ditujukan untuk mengetahui makna dan maksud dari teks sastra.Pentingnya Kritik Sastra 
Dalam fakta sejarahnya, banyak ditemukan sastrawan yang berkarya untuk melanggengkan dan melayani penguasa. Hal ini berbeda dengan karya sastra yang mengkritik penguasa dengan mengungkapkan ketidakadilan yang terjadi di masyarakat. Karya mereka umumnya disebut dengan sastra pembebasan dan cenderung mendobrak sistem yang ada. Di Indonesia, pada setiap zamannya selalu diisi oleh dua kelompok sastrawan di atas. Mereka yang memilih untuk menjadi sastrawan anti kemapanan, umumnya dikucilkan bahkan dibunuh.Dalam konteks pembangunan manusia, di sinilah pentingnya kritik sastra. Sastra status quo cenderung membuat manusia berhayal dan larut dalam romantisme. Sementara itu, sastra pembebasan cenderung menyadarkan manusia akan ketidakdilan di sekitarnya. Dalam konteks ini, buku ini semakin penting untuk dibaca.
2 3 2
2014-03-03T15:13:01+07:00
Dalam mengadakan sebuah proses evaluasi, terdapat beberapa hal yang akan dibahas yaitu apa yang menjadi bahan evaluasi,bagaimana proses evaluasi, kapan evaluasi diadakan, mengapa perlu diadakan evaluasi, dimana proses evaluasi diadakan, dan pihakyang mengadakan evaluasi.[2]. Hal yang perlu dilakukan evaluasi tersebut adalah narasumber yang ada, efektifitas penyebaran pesan, pemilihan media yang tepat dan pengambilan keputusan anggaran dalam mengadakan sejumlah promosi dan periklanan.[3] [2] Evaluasi tersebut perlu diadakan dengan tujuan untuk menghindari kesalahan perhitungan pembiayaan, memilih strategi terbaik dari berbagai alternatif strategis yang ada, meningkatkan efisiensi iklan secara general, dan melihat apakah tujuan sudah tercapai.[2] Di sisi lain, perusahaan kadang-kadang enggan untuk mengadakan evaluasi karena biayanya yang mahal, terdapat masalah dengan penelitian, ketidaksetujuan akan apa yang hendak dievaluasi, merasa telah mencapai tujuan, dan banyak membuang waktu.[2]Secara garis besar, proses evaluasi terbagi menjadi di awal (pretest) dan diakhir (posttest).[2] Pretest merupakan sebuah evaluasi yang diadakan untuk menguji konsep dan eksekusi yang direncanakan.[2] Sedangkan, posttest merupakan evaluasi yang diadakan untuk melihat tercapainya tujuan dan dijadikan sebagai masukan untuk analisis situasi berikutnya.[4]Evaluasi dapat dilakukan di dalam atau diluar ruangan.[2] Evaluasi yang diadakan di dalam ruangan pada umumnya menggunakan metode penelitian laboratorium dan sampel akan dijadikan sebagai kelompok percobaan. Kelemahannya, realisme dari metode ini kurang dapat diterapkan. [5] Sementara, evaluasi yang diadakan di luar ruangan akan menggunakan metode penelitian lapangan dimana kelompok percobaan tetap dibiarkan menikmati kebebasan dari lingkungan sekitar.[6] Realisme dari metode ini lebih dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.[6]Untuk mencapai evaluasi tersebut dengan baik, diperlukan sejumlah tahapan yang harus dilalui yakni menentukan permasalahansecara jelas, mengembangkan pendekatan permasalahan, memformulasikan desain penelitian, melakukan penelitian lapangan untuk mengumpulkan data, menganalisis data yang diperoleh, dan kemampuan menyampaikan hasil penelitian.[6]
1 5 1