Jawabanmu

2014-09-12T17:54:17+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Dikisahkan hiduplah sekelompok binatang di sebuah kampung. Binatang- binatang itu bekerja sesuai dengan keahliannya masing-masing. Di kampung itu mereka saling bekerja sama untuk menyelesaikan pekerjaan. Pada suatu hari ada seekor jerapah yang tengah mencari pekerjaan. Sang Jerapah itu bernama Jiji. Dia ingin segera mendapat pekerjaan. Pekerjaan apa saja yang penting tidak merugikan orang lain. Masalahnya, Jiji terlalu tinggi untuk melakukan pekerjaan yang ditawarkan padanya. Jiji terlalu tinggi untuk menjadi kondektur bus.Ketika berdiri didalam bus,ia harus menekuk leher dan itu membuat lehernya nyeri. Ia juga terlalu tinggi untuk menjadi sopir truk. Lehernya terlalu panjang di ruang kemudi. Saat ia tekuk, hidungnya menyentuh kemudi truk. “Hm,sepertinya,akuhanyacocokuntukmelakukanpekerjaandiluarruangan.Ya,ya, “gumam Jiji pada suatu pagi, sambil matanya menerawang memperhatikan sekitarnya. Jiji mendatangi sebuah rumah. Ia menemui seekor tikus. Si tikus itu bernama Kus. Si tikus tengah mengecat rumah itu. Kus berdiri di sebuah tangga pendek sambil tangannya memegang kaleng cat. Kus kelihatan berat mengecat di situ. 17Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan “Halo, teman!”Sapa Jiji. “Hai,”sahut Kus Tikus. Lalu, dari mulut keluar keluhan,“oh!” “Ada apa?”Tanya Jiji. “Tanggainiterlalupendek.Akujaditidakbisamencapailangit-langit,”ucapKus.“Ah andai saja aku punya teman kerja yang tinggi sepertimu! Ia pasti dapat membantuku.” “Aku bisa membantumu,” Jiji menawarkan diri. “Kau bisa menggunakan aku sebagai tangga.” “Sungguh?” “Ya,”jawab Jiji yakin. “Terima kasih, teman.” Dengan gembira KusTikus naik ke leher sang Jerapah. Kemudian, dia memegang kaleng cat dengan mulutnya. Dia merasa nyaman menempel di leher sang jerapah. Dengan mudah si tikus menjangkau tempat-tempat yang sulit. Si tikus mengecat langit-langit. Pekerjaan mereka sangat rapi. Pak Beruang, sang pemilik rumah, sangat suka. Lalu, ia memberi ongkos lebih untuk Kus Tikus dan Jiji Jerapah. “Hore!”Seru Jiji senang.“Aku mendapat gaji pertamaku” “Eh, teman, bagaimana kalau mulai saat ini kita bekerja sama? Daripada aku membeli tangga yang lebih tinggi lebih baik aku menggunakanmu saja sebagai tangga. Bagaimana?”usul Kus. “Ya,ya, aku mau,”sahut Jiji gembira. Akhirnya, mulai saat itu Jiji dan Kus bekerja sama sebagai tukang cat di kampung tersebut. Mereka tidak pernah kehabisan pekerjaan. Di kampung-kampung lain pun mereka banyak ditawari pekerjaan. Di mana pun mereka bekerja dengan baik. Pekerjaan mereka selalu rapi dan memuaskan sehingga banyak yang menggunakan jasa mereka. Hati mereka senang dan gembira.
2014-09-12T18:02:57+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
JIJI JERAPAH dan KUS TIKUS


Dikisahkan hiduplah sekelompok binatang di sebuah kampung.

Binatang binatang

itu bekerja sesuai dengan keahliannya masing-masing. Di kampung

itu mereka saling bekerja sama untuk menyelesaikan pekerjaan.

Pada suatu hari ada seekor jerapah yang tengah mencari pekerjaan. Sang

Jerapah itu bernama Jiji. Dia ingin segera mendapat pekerjaan. Pekerjaan apa

saja yang penting tidak merugikan orang lain.

Masalahnya, Jiji terlalu tinggi untuk melakukan pekerjaan yang ditawarkan

padanya.

Jiji terlalu tinggi untuk menjadi kondektur bus. Ketika berdiri di dalam bus,

ia harus menekuk leher dan itu membuat lehernya nyeri. Ia juga terlalu tinggi

untuk menjadi sopir truk. Lehernya terlalu panjang di ruang kemudi. Saat ia

tekuk, hidungnya menyentuh kemudi truk.

“Hm, sepertinya, aku hanya cocok untuk melakukan pekerjaan di luar

ruangan. Ya, ya, “gumam Jiji pada suatu pagi, sambil matanya menerawang


memperhatikan sekitarnya.

Jiji mendatangi sebuah rumah. Ia menemui seekor tikus. Si tikus itu bernama

Kus. Si tikus tengah mengecat rumah itu. Kus berdiri di sebuah tangga pendek

sambil tangannya memegang kaleng cat. Kus kelihatan berat mengecat di situ.

“Halo, teman!” Sapa Jiji.

“Hai,” sahut Kus Tikus. Lalu, dari mulut keluar keluhan, “oh!”

“Ada apa?” Tanya Jiji.

“Tangga ini terlalu pendek. Aku jadi tidak bisa mencapai langit-langit,” ucap

Kus. “Ah andai saja aku punya teman kerja yang tinggi sepertimu! Ia pasti

dapat membantuku.”

“Aku bisa membantumu,” Jiji menawarkan diri. “Kau bisa menggunakan aku

sebagai tangga.”

“Sungguh?”

“Ya,” jawab Jiji yakin.

“Terima kasih, teman.”

Dengan gembira Kus Tikus naik ke leher sang Jerapah. Kemudian, dia

memegang kaleng cat dengan mulutnya. Dia merasa nyaman menempel

di leher sang jerapah. Dengan mudah si tikus menjangkau tempat-tempat

yang sulit. Si tikus mengecat langit-langit. Pekerjaan mereka sangat rapi. Pak

Beruang, sang pemilik rumah, sangat suka. Lalu, ia memberi ongkos lebih

untuk Kus Tikus dan Jiji Jerapah.

“Hore!” Seru Jiji senang. “Aku mendapat gaji pertamaku”

“Eh, teman, bagaimana kalau mulai saat ini kita bekerja sama? Daripada aku

membeli tangga yang lebih tinggi lebih baik aku menggunakanmu saja

sebagai tangga. Bagaimana?” usul Kus.

“Ya,ya, aku mau,” sahut Jiji gembira.

Akhirnya, mulai saat itu Jiji dan Kus bekerja sama sebagai tukang cat di

kampung tersebut. Mereka tidak  

pernah kehabisan pekerjaan.Di kampung kampung

lain pun mereka banyak ditawari pekerjaan. Di mana pun mereka

bekerja dengan baik. Pekerjaan mereka selalu rapi dan memuaskan sehingga

banyak yang menggunakan jasa mereka. Hati mereka senang dan gembira.