Jawabanmu

2014-09-12T15:35:21+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
FABEL SI monk_ey YANG RAKUS
Ada seekor kera rakus di suatu hutan. Karena kerakusannya ia dijuluki si monk_ey oleh teman-temannya. Ketika itu ia ingin maka pisang, tetapi ia takut mencuri di kebun pak tani. Ia berpikir beberapa saat dan dia teringat pada temannya katak. Si monk_ey kemudian pergi ketepi sungai menemui katak. Si monk_ey : “Tak, katak, ayo timbul !” Setelah memanggil-manggil beberapa kali katak muncul di tepi sungai. Katak : “Ada apa n_yet !” kamu memanggil-manggil aku ? Tanya katak.
Si monk_ey : “Begini ! aku punya ide, bagaimana kalau kita menanam pisang.”
Katak : “Ah, kamu n_yet, makananku kan nyamuk bukannya pisang.”
Si monk_ey : “Makan pisang sekali-sekali kan nggak salah kan, tak !” Si monk_ey terus memaksa katak untuk menanam pisang. Karena dipaksa terus oleh si monk_ey, akhirnya katak mau menanam pisang. Katak : “Baiklah ! karena kamu terus menerus memaksa aku setuju.”
Si monk_ey : “Nah ! begitu dong, itu baru namanya teman, dan dimana kita mencari bibitnya ?” Tanya monk_ey.
Katak : “Di sungai ini, biasanya banyak pohon pisang yang hanyut terbawa arus.” Setelah menunggu cukup lama, akhirnya ada satu batang pisang yang hanyut. Si monk_ey : “Tak, tak, ada pohon pisang yang hanyut, ayo cepat seret ke tepi.”
Katak : “Baiklah nye,t akan segera ku ambil.” Katak pun terjun ke sungai untuk mengambil pohon pisang. Mereka terus saja menunggu, tetapi tidak ada pohon pisang yang hanyut. Katak : “Bagaimana ini n_yet, pohon pisangnya Cuma satu ?” Tanya katak
Si monk_ey : “Bagaimana kalau kita potong menjadi dua, aku ambil bagian atas, kamu ambil bagian yang bawah.
Katak : “Ah, itu namanya curang.”
Si monk_ey : “Tetapi makanan utamamu kan bukan pisang.” Karena terus dipaksa si monk_ey, akhirnya katak mau mengalah. Katak : “Dimana kita menanam pisang ini ?” Tanya katak
Si monk_ey : “Kita tanam di kebun masing-masing.” Akhirnya keduanya berpisah untuk menanam pisang di kebunnya masing-masing. Setelah dua bulan, si monk_ey datang mengunjungi katak. Si monk_ey : “Tak, bagaimana tanaman pisangmu ?” Tanya si monk_ey
Katak : “Tumbuh dengan subur dan sudah berbuah, tetapi belum masak.” Bagaimana tanaman pisangmu n_yet.” Tanya katak
Si monk_ey : “Sama tak !” Setelah berbicara cukup lama monk_ey pulang dan satu bulan kemudian si monk_ey mengunjungi katak lagi. Si monk_ey : “Bagaimana tanaman pisangmu ?” Tanya si monk_ey
Katak : “Buahnya sudah masak semua !”
Si monk_ey : “Kalau begitu, bagaimana kalau kita memetiknya ?”
Katak : “Kebetulan, aku tidak bisa memanjat.” Keduanya akhirnya pergi ke kebun katak. Katak : “N_yet, cepat n_yet, aku sudah tidak sabar lagi !”
Si monk_ey : “Baiklah tak !” Si monk_ey akhirnya memanjat pohon pisang. Katak : “Nyet, bagi aku pisangnya !”
Si monk_ey : “Kamu kan tidak bisa memanjat tak !” “Kamu makan kulitnya saja !” Katak terus memaksa monk_ey untuk memberikan buah pisangnya, tetapi si monk_ey tidak memperdulikan, dan terus saja makan pisang. Sehingga katak menjadi marah. Katak : “N_yet, cepat habiskan buah pisangnya, pohon ini sebentar lagi akan kutebang, lagi pula makanan utama ku nyamuk bukannya pisang.” Tetapi si monk_ey tidak memperdulikan katak, sehingga membuat katak semakin marah. Karena si monk_ey tidak memperdulikannya, akhirnya katak menebang pohon pisangnya.
“Crott ! terdengar batang pisang putus si monk_ey terlempar kesemak. Perutnya robek tertusuk ranting. Pisang yang dimakannya terkeluar bersamaan dengan darah. Akhirnya si monk_ey mati karena kerakusannya.

2014-09-12T15:54:14+07:00