Jawabanmu

2014-09-12T11:17:53+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
SIDANG BPUPKI  
Sidang BPUPKI berlangsung pada tanggal 29 Mei sampai 1 Juni 1945. Sidang ini membicarakan tentang dasar fisafat Negara Indonesia Merdeka yang dikenal sebagai Pancasila. Tokoh-tokoh yang mengusulkan Dasar Negara diantaranya Muh. Yamin, Soekarno, Dr. Supomo.
 
Radjiman         : Pada tanggal 29 Mei 1945 ini akan diresmikan BPUPKI dan sekaligus pembukaan sidang untuk merumuskan Dasar Negara. Sidang saya buka. (mengetuk palu)
 
Pada tanggal 29 Mei 1945 Muh. Yamin mengemukakan rancangan Dasar Negara.
 
Yamin             : 5 Dasar Negara yang akan saya ajukan saat ini diantaranya, Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat.
Radjiman         : Baik, sidang hari ini dicukupkan sekian.(mengetukl palu)

Pada tanggal 31 Mei 1945 Dr. Supomo mengemukakan rancangan Dasar Negara.
Supomo           : 5 Dasar Negara yang akan saya ajukan yaitu Persatuan, Kekeluargaan, Mufakat dan Demokrasi, Musyawarah, Keadilan Sosial. Radjiman         : Ya, baiklah. Siding hari ini di cukupkan. (mengetuk palu)  

Pada tanggal 1 Juni 1945 Soekarno mengemukakan rancangan Dasar Negara.   Soekarno         : Yang akan saya ajukan sebagai 5 Dasar Negara yaitu Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, Ketuhanan Yang Maha Esa. Radjiman         : Ya, sidang hari ini cukup. (mengetuk palu)


Mengunakan nama asli aja yea ?

Dialog 1 :
Ir. Soekarno : “ Kita mulai sekarang saja, bagaimana usulan kalian tentang naskah
proklamasi yang akan kita bahas?”
Hening sejenak …
Ir. Soekarno : “ Untuk mempersingkat waktu, saya sudah memiliki konsep teks proklamasi.”
A. Soebarjo : “ Oh, kalau begitu, bersediakah anda membacakannya?”
Ir. Soekarno : “ Baiklah, dengan senang hati.” (membacakan konsep teks proklamasi)
“Bagaimanamenurutkalian?”
A.Soebarjo : (mengacungkan jari tangan) “ Bagaimana jika kalimat pertama dalam teks
Proklamasi diambil dari rumusan BPUPKI”
Ir. Soekarno : “Ya, baiklah. Lalu, rumusan apa yang akan diambil?”
A.Soebarjo : “ Bagian yang merupakan pernyataan bangsa Indonesia untuk menentukan
Nasibnya sendiri.”
Ir. Soekarno : “Baiklah, ide yang bagus.” (menulis usulan A. Soebarjo) “Ada usulan lain?”
Moh. Hatta : (mengacungkan jari tangan) “Bagaimana jika kalimat kedua diubah menjadi
Pengalihan kekuasaan?”
Ir.Soekarno : “ Ya, itu lebih baik dan saya juga setuju.”
Moh. Hatta : “ Lalu atas nama siapa proklamasi ini? “
Ir. Soekarno : “ Karena ini semua berkat jasa-jasa Indonesia berarti “Atas nama bangsa
Indonesia”
Moh.Hatta : “ Ide yang bagus, bung.”
Ir.Soekarno : “ Bagaimana menurut kalian?”
Peserta rapat : “ Ya, kami setuju.”
Akhirnya perumusan teks proklamasi dapat dicetuskan, akan tetapi perumusan teks proklamasi tersebut tidakcukup sampaidisitu masih ada hal yang perlu dibahas yaitu tentang penandatangan teks proklamasi. Dalam pembahasan tersebut, ada 2 tokoh yang mengusulkan usulannya,2 orang tersebut adalahDrs.Moh.Hatta, dan Sukarni.
Usulan yang pertama dikemukakan oleh Drs.Moh.Hatta yang disanggah oleh Chaerul Saleh, lalu usulan yang kedua dikemukakan oleh Sukarni.


11 2 11