Jawabanmu

2014-09-15T16:27:49+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Didalam Al Qur’an dan sunnah terdapat
nash Al qur’an yang bersifat qoth’I
( sudah jelas dan pasti petunjuknya )
dan ada yang bersifat dzanni (diduga
kuat petunjuknya ) yang menerangkan
adanya kaitan perintah sholat dan gerakan atau perjalanan matahari
( lokasi dan posisinya ),misalnya Surat
Al Isra’ ayat 78 yang artinya : “
Dirikanlah shalat sesudah matahari
tergelincir sampai gelap malam 9 dan
dirikanlah shalat ) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu
disaksikan ( oleh malaikat ).” Berdasarkan ayat tersebut diatas maka
jelaslah bahwa ketetapan utama dari Al
Qur’an mengenai waktu shalat fardhu
yaitu tergelincirnya matahari untuk
waktu shalat dhuhur dan ashar,gelap
malam untuk maghrib dan isya’,dan fajar untuk waktu subuh. Ketetapan
fiqih yang diperoleh dari nash Al qur’an
dan sunnah yang qoth’i adalah bersifat
universal dan berlaku untuk seluruh
umat islam sepanjang masa.Namun
sesuai dengan hukum islam yang tidak menyulitkan dalam batas jangkauan
manusia sejalan dengan kemajuan
zaman ,maka ketentuan waktu shalat
berdasarkan ayat tersebut diatas tidak
berlaku di seluruh daerah, melainkan
hanya berlaku di daerah bumi yang normal.Sedangkan untuk daerah yang
abnormal adalah termasuk di luar
angkasa karena disana tidak ada
perputaran waktu antara siang dan
malam. Namun demikian tetap wajib
hukumnya dalam menjalankan ibadah shalat fardhu.
Adapun tata cara penentuan waktu
shalat di luar angkasa yaitu dengan
mengikuti waktu daerah pertama kali
pesawat yang dipakai itu bertolak.Hal
ini diqiyaskan sesuai dengan daerah
terdekat yang berlaku didaerah kutub.Dimana derah kutub mengalami
perubahan waktu malam terus dan
pada suatu saat siang terus[4].
*Dalil tentang sholat diluar angkasa.1. Surat Al - Baqoroh ayat 149 :
ﻚﻬﺟﻭ ﻝﻮﻓ ﺖﺟﺮﺧ ﺚﻴﺣ ﻦﻣﻭ
ﺎﻣﻭ ﻚﺑﺭ ﻦﻣ ﻖﺤﻠﻟ ﻪﻧﺍﻭ ﻡﺍﺮﺤﻟﺍﺪﺠﺴﻤﻟﺍﺮﻄﺷ
ﻥﻮﻠﻤﻌﺗ ﺎﻤﻋ ﻞﻓ ﺎﻐﺑ ﻪﻠﻟﺍ
Artinya : “ Dan darimanapun engkau
( Muhammad ) keluar, hadapkanlah
wajahmu kearah masjidil
haram ,sesungguhnya itu benar-benar
ketentuan dari Tuhanmu. Allah tidak
lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.“ ( Q.S. Al Baqoroh : 149 ).
2. Suarat Al - Baqoroh Ayat 150 :
ﻥﻮﻜﻳﻼﺌﻟ ﻩﺮﻄﺷ ﻢﻜﻫﻮﺟﻭﺍﻮﻟﻮﻓ ﻢﺘﻨﻛ ﺎﻣ ﺚﻴﺣﻭ
ﻢﻬﻨﻣ ﺍﻮﻤﻠﻇ ﻦﻳﺬﻟﺍﻻﺍ ﺔﺠﺣ ﺢﻤﻜﻴﻠﻋ ﺱﺎﻨﻠﻟ
ﻢﻜﻴﻠﻋ ﻲﺘﻤﻌﻧ ﻢﻤﺗﻻﻭ ﻲﻧﻮﺸﺧﺍﻭ ﻢﻫﻮﺴﺤﺗﻼﻓ
ﻥﻭﺪﺘﻬﺗ ﻢﻜﻠﻌﻟﻭ
Artinya : “ Dan dimana saja kamu
berada,maka hadapkanlah wajahmu
kearah itu, agar tidak ada alasan bagi
manusia ( untuk menentangmu )
,kecuali orang-orang zalim diantara
mereka. Janganlah kamu takut kepada mereka,tetapi takutlah kepada-Ku,agar
Aku sempurnakan ni’mat-Ku
kepadamu,dan agar kamu mendapat
petunjuk. “ ( Q.S. Al-Baqoroh : 150 ).
Berdasarkan dalil-dalil diatas bahwa
sholat tetap wajib dilaksanakan
walaupun dimana saja dan dalam
kondisi apapun termasuk ketika diluar
angkasa.Adapun tata cara melakukan
shalat diluar angkasa sama halnya melakukan shalat dibumi,yaitu apabila
tidak bisa berdiri tegak boleh dengan
duduk,kalau tidak bisa duduk boleh
dengan cara tidur posisi miring,dan
apabila tidak bisa boleh dengan
terlentang. Sedangkan dalam hal menentukan arah kiblat yaitu dengan menghadap kearah Masjidil Haram
walaupun hanya dengan perkiraan
atau keyakinannya. Berdasarkan uraian diatas ,maka kami
menyimpulkan bahwa dalam
menjalankan ibadah bersuci dan shalat
diluar angkasa bisa mendapat rukhsoh
dari segi hukum islam.Adapun tata cara
wudhu diluar angkasa dengan menggunakan air,kalau tidak
memungkinkan menggunakan air
maka menggunakan debu walaupun
dengan simbolis. Sedangkan arah
kiblat dengan menghadap kearah
masjidil haram, walaupun tidak mengetahui arah masjidil haram secara
pasti ,maka dengan keyakinan
sholatnya tetap sah.Adapun tata cara
pelaksanaannya sebagaimana cara
melaksanakan sholat dibumi.