Jawabanmu

2014-09-11T18:39:28+07:00
Awal Sejarah • Pada saat akhir perang dunia ke -2, Negara Jepang mengalami kekalahan dari Sekutu dan sudah tidak bisa lagi menahan atau melawan serangan dari Sekutu, oleh karena itu, Negara Jepang menjanjikan kemerdekaan untuk Negara Indonesia, namun harus bersedia membantu Negara Jepang dalam melawan Sekutu.Pembentukan BPUPKI • Tanggal 1 Maret 1945, ‘Kumakici Harada’ mengumumkan dibentuknya BPUPKI (DOKURITSU ZYUNBI TYOSHAKAI). Pada tanggal 29 April 1945 anggota BPUPKI dipilih. Anggota BPUPKI beranggotakan 63 orang, dengan ketua Dr. Rajiman Wedyiningrat dan wakil ketua Icibangase dari Negara Jepang dan sekretarisnya, R.P. Soeroso. Anggota BPUPKI setelah itu ditambahkan 7 orang. Anggota BPUPKI resmi diumukan pada tanggal 28 Mei 1945 dan upacaranya dilaksanakan di Gedung Cuo Sangi In di Pejambon Jakarta.Sidang Pertama BPUPKI • Sidang pertama Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dimulai pada tanggal 29 Mei 1945 sampai 1 Juni 1945. Dalam persidangan BPUPKI mereka membahas tentang dasar-dasar Negara agar bangsa Indonesia merdeka, berbagai pendapat telah dikemukakan, salah satunya yang menyampaikan pendapat itu adalah Mr. Mohammad Yamin, Mr. Supomo dan Ir. Soekarno.Pendapat-Pendapat yang Disampaikan • Prof. Moh. Yamin SH. (29 Mei 1945) Secara Lisan : 1. Peri kebangsaan 2. Peri kemanusiaan 3. Peri ketuhanan 4. Peri kerakyatan 5. Kesejahteraan Rakyat Secara Tulisan : 1. Ketuhanan Yang Maha Esa 2. Kebangsaan Persatuan Indonesia 3. Rasa Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab 4. Kerayatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusayawaratan/Perwakilan 5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia• Prof. Mr. Dr. Supomo SH. (31 Mei 1945) 1. Paham negara kesatuan 2. Perhubungan negara dengan agama 3. Sistem badan permusyawaratan 4. Sosialisasi negara 5. Hubungan antarbangsa• Ir. Sukarno ( 1 Juni 1945 ) 1. Kebangsaan Indonesia 2. Internasionalisme atau peri kemanusiaan 3. Mufakat atau demokrasi 4. Kesejahteraan sosial 5. Keutuhan yang berkebudayaan Kelima pendapat ini diberinya nama ‘Pancasila’, maka tanggal 1 Juni 1945 ini diperingati sebagai hari lahirnya pancasila.Akhir Sidang Pertama BPUPKI • Setelah berakhirnya sidang pertama BPUPKI, mereka belum juga menetapkan dasar Negara Indonesia merdeka, maka BPUPKI membentuk suatu panitia yang disebut sebagai Panitia Sembilan yang beranggotakan 9 orang yaitu; Ir. Sukarno (ketua), Abdulkahar Muzakir, Drs. Moh. Hatta, K.H. Abdul Wachid Hasyim, Mr. Moh. Yamin, H. Agus Salim, Ahmad Subarjo, Abikusno Cokrosuryo, dan A. A. Maramis. Pada akhirnya, panitia sembilan berhasil merumuskan pancasila pada tanggal 22 Juni 1945 dan diberi nama Jakarta Charter atau Piagam Jakarta oleh Prof. Moh. Yamin SH.Sidang Kedua BPUPKI • Pada tanggal 10-17 Juli 1945, BPUPKI melakukan sidang keduanya untuk membahas rancangan UUD, maka dibentuklah panitia perancang UUD yang diketuai oleh Ir. Sukarno. Setelah hasilnya sudah disempurnakan, Ir. Sukarno menyampaikan hasil rancangan UUD nya di sidang BPUPKI pada tanggal 14 Juli 1945 yang berisikan 3 hal pokok yaitu, pernyataan Indonesia merdeka, pembukaan undang-undang dasar, dan undang-undang dasar (batang tubuh). Pada tanggal 15-16 Juli 1945 diadakan kembali sidang untuk menyusun undang-undang dasar, kemudian pada tanggal 17 Juli 1945 dilaporkanlah hasil kerja penyusunan undang- undang dasar dan akhirnya laporan tersebut diterima sidang pleno BPUPKI.Pembentukan PPKI • Pada tanggal 7 Agustus 1945, BPUPKI dibubarkan oleh Jepang. Kemudian Jepang membentuk PPKI (DOKURITSU ZYUNBI IINKAI) oleh Jendral Terauchi untuk melanjutkan hasil kerja BPUPKI. PPKI dibentuk dengan beranggotakan 21 orang yang setelah itu ditambahkan 6 orang anggota lagi dan diketuai oleh Ir. Sukarno. Tugas PPKI pada awalnya adalah untuk mempersiapkan kemerdekaan yang telah dijanjikan Jepang pada tanggal 24 Agustus 1945.Sidang Pertama PPKI • Agar tidak terkesan bahwa PPKI adakah bentukan Jepang, maka Ir. Sukarno menambahkan 6 anggota baru yang membuat PPKI beranggotakan 27 orang. Sidang PPKI yang pertama diadakan pada tanggal 18 Agustus 1945 yang membahas tentang penetapan konstitusi Negara, yaitu presiden, wakil presiden dan lembaga-lembaga yang akan membantu presiden. • Namun, sebelum sidang dimulai, Bung Hatta dan beberapa tokoh Islam mengadakan pembahasan untuk mencari penyelesaian masalah kalimat ”Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk- pemeluknya” yang terdapat dalam Jakarta Charter. Hal ini dilakukan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Hasil Sidang Pertama PPKI: 1. Menetapkan dan mengesahkan pembukaan UUD 1945 2. Memilih presiden dan wakil presiden (Sukarno dan Moh. Hatta) 3. Membentuk Komite Nasional Indonesia sebagai badan musyawarah darurat.