Jawabanmu

2014-09-11T16:29:12+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Kisah Sukses Wirausaha Jamur Kriuk   Fatoni adalah seorang contoh wirausaha sukses yang menekuni bisnis jamur kriuk. Mungkin anda masih memandang sebelah tangan makanan yang satu ini. Namun, makanan Jamur kriuk ini mampu mendatangkan limpahan rupiah buat Fatoni. Sebelum sukses membangun bisnis waralaba Jamur Kriuk, Fatoni telah gagal membangun bisnis konstruksi dan penerbitan. Bahkan ia pernah merasakan pahitnya menjadi pengangguran walaupun sudah mencoba mencari pekerjaan di Jakarta. Tapi pintu sukses bagi Fatoni terbuka usai memperistri gadis idamannya, Lita Desita Permatasari.Menjadi wirausaha sukses adalah cita-cita Fatoni. Pemilik CV Manggala Karya Abadi (MKA) di Purwokerto, Jawa Tengah, ini sejak kecil sudah mendambakan memiliki usaha yang bisa mempekerjakan orang lain. Demi mengejar cita-cita ini, saat masih duduk di bangku SMA, Fatoni juga tak sungkan berjualan beras. Ketika itu, untuk melanjutkan sekolah, Fatoni harus indekos di Cilacap. Lantaran kiriman dari orangtua juga pas - pasan. Fatoni pun berjualan beras agar dapat membayar ongkos indekos. "Pelanggan saya adalah para tetangga kos," kata wirausaha waralaba Jamur Kriuk ini. Tapi usaha itu tidaklah lama, Fatoni terpaksa gulung tikar karena ditipu teman kosnya sendiri hingga modal dagangnya pun melayang. "Berasnya diambil namun tidak dibayar," kenang Fatoni. Namun pengalaman buruk itu justru semakin melecut pria kelahiran 4 April 1982 ini untuk mendalami ilmu berbisnis. Begitu lulus SMA, Toni melamutkan kuliah di Jakarta hingga meraih gelar magister manajemen. Merasa ilmunya sudah mumpuni. Fatoni membuka , perusahaan patungan bidang konstruksi dan penerbitan bersama sahabatnya. Tapi sayang, usaha ini gagal. Saat itu Fatoni sempat meratapi kegagalannya itu. Tapi ia juga tidak mau berlama-lama larut didalam kesedihan. Fatoni berusaha bangkit kembali dengan mencoba mencari pekerjaan di Jakarta. Tetapi Ibukota tak mampu memberi harapan masa depan untuk Fatoni. Ketika itu, Fatoni sempat melamar ke perusahaan otomotif dan perbankan, namun dua perusahaan itu tak memberinya kesempatan. Gagal mencari pekerjaan di Jakarta, Fatoni pun terpaksa mudik ke rumah orangtuanya di Purwokerto. Di kampung, Fatoni juga tak memiliki pekerjaan tapi dia tetap percaya diri menikahi gadis impiannya, Lita Desita Permatasari. Walaupun tidak memiliki penghasilan tetap, jodoh saya ternyata datang," ujarnya, senang. Dengan sang isteri, Fatoni pun memulai lembaran baru dalam hidupnya. Karena tidak memiliki pekerjaan, Fatoni sempat menemui kegagalan berbisnis konstruksidan penerbitan. Fatoni mengisi hari-harinya membantu usaha mertua berbisnis rumah makan. Saat membantu bisnis keluarga istrinya itulah Fatoni mendapatkan inspirasi untuk berbisnis makanan. Apalagi mertua dan istrinya mahir memasak. Guna mewujudkan impian bisnisnya itu, Fatoni berusaha mencari informasi lengkap tentang peluang usaha makanan dari berbagai lileratur. Dari situlah, Fatoni menemukan konsep bisnis waralaba. "Konsep ini saya diskusikan dengan istri, temyata dia setuju," ujar Fatoni. Setelah konsep bisnis selesai, Fatoni masih bingung, kira-kira makanan apa yang bisa dijual dan laris manis sehingga dengan gampang bisa diwaralabakan. "Kebetulan ketika itu isteri saya memasak jamur goreng dan rasanya enak. Saya pikir, inilah menu yang pas untuk usaha saya," cerita Fatoni, panjang lebar. Fatoni mulai bereksperimen. Dia meminta sang isteri untuk membuat jamur goreng namun dengan aneka varian rasa. Dan temyata, jamur goreng dengan aneka rasa ini memang enak bila jamur digoreng kering dan garing renyah. Lita Desita, isteri Fatoni, menambahkan, dia bersama suaminya tidak memerlukan waktu lama untuk mengeksekusi wirausaha jamur kriuk itu. Setelah konsepnya matang dan produknya sudah ada, kami langsung membuka usaha jamur ini," terang Lita Temyata, perhitungan Fatoni benar, jamur goreng itu laris manis. Berkat pergaulan Fatoni yang luwes, para terwaralaba pun berdatangan. Mereka ingin berbisnis jamur goreng yang kemudian diberi nama Jamur Kriuk im Dalam pandangan sang istri, Fatoni memang sosok yang mudah bergaul. Itulah sebabnya, dia tak kesulitan menjaring investor untuk mengembangkan bisnis. Namun, Lita juga menyadari kelemahan sang suami yang mudah percaya kepada orang lain. Ini sering disalahgunakan." kata lita Lita menilai kesuksesan suaminya itu tidak lepas dari kerja keras mereka setelah hidup bersama "Sebagai kepala keluarga, dia tidak mau ambil keputusan sendiri, tapi selalu lewat diskusi dulu," ungkap Lita  

2014-09-11T16:32:12+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Beberapa minggu terakhir, saya bosen juga liat berita di Televisi. Berita seputar Cicak dan Buaya. Eh, maksudnya antara KPK dan Kepolisian (lebih tepatnya KPK dengan Susno Duaji  Berita-berita yang makin membingungkan saya yang bukan paham politik ini, maklumlah saya wong ndeso, haha… salah ding, saya wong Palembang, wong kito galo. haha… Kalau sebelum berita Cicak dan Buaya, di televisi rame berita Teroris. Gembong teroris Noordin M Top yang diimpor atau ekspor, haha.. emang siapa yang impor atau ekspor Alm Noordin ya.. Stop ngomong dah saya, ntar saya ngomong lanjut, bisa dituntut. Nah, kenapa ya ada Teroris? Orang sering dibujuk jadi teroris dengan alasan jihad. Padahal, sebetulnya, jauh lebih baik Jihad dengan cara lain.. Cara yang bagaimana itu?Sebetulnya ada yang jauh lebih bagus dan jauh lebih diberkati, yaitu dengan berjihad di bidang ekonomi. Berperang melawan kemiskinan. Ehmm.. Berperang yang saya maksudkan di sini, bukanlah berperang dalam artian angkat senjata, melainkan dalam mengangkat perekonomian. Nah, Jihad yang saya maksudkan adalah[hidepost]Jihad dengan menjadi Wirausaha sukses alias Pebisnis Sukses. Wirausaha sukses dapat mendongkrak perekonomian bangsa dan dapat memberikan banyak lapangan kerja serta menambah devisa negara. Saya yakin dengan banyaknya rakyat Indonesia menjadi Wirausaha Sukses, baik yang dimulai dari modal usaha kecil ataupun modal usaha besar, maka perekonomian rakyat dan bangsa pun akan ikut maju sehingga makin memperkuat bangsa dan negara baik di dalam ataupun di luar negeri.Ada banyak cara menjadi wirausaha sukses. Peluang wirausaha pun demikian banyak. Tanah air kita tercinta ini demikian makmur. Berbisnis atau berwirausaha bisa dengan online ataupun offline. Ada sahabat saya yang mengekspor kerajinan rotan ke luar negeri dengan promosi lewat internet. Ada sahabat yang juga menjual pakaian bekas ke luar negeri lewat situs lelang internasional. Duhh…keren.. Orang kita menjual pakaian bekas ke luar negeri. bukan sebaliknya. Keren kan.Nah, berawal dari keinginan saya ingin melihat banyaknya orang menjadi pebisnis atau wirausaha ini, maka saya mendirikan UniversitasBisnis.com sebagai tempat belajar bisnis agar menjadi sukses wirausaha. Bagaimana cara menggali peluang wirausaha, baik modal usaha kecil ataupun besar, belajar dari sukses wirausaha dunia dan Indonesia, buka-bukaan rahasia sukses wirausaha dan bisnis, semua bisa didapatkan diUniversitasBisnis.com, tempat belajar bisnis secara Online.Menurut pandangan pribadi saya, sedikit sekali rakyat tanah air ini yang berbisnis atau berwirausaha/wiraswasta. Padahal tanah air ini penuh dengan sumber daya alamnya, baik di darat, udara, air. Coba kita bandingkan dengan negara tetangga, Malaysia dan Singapura. Apa sumber daya alam kedua negara ini? Bandingkan kemakmuran kedua negara ini dengan negara kita! Kontras sekali bukan? Ini semua, dikarenakan banyak rakyat masih lebih memilih jadi PNS, daripada jadi pengusaha atau wirausaha sukses.