Jawabanmu

Jawaban paling cerdas!
2014-09-11T10:37:08+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
1. Orientasi : Pada tahapan ini pengarang menjelaskan bagaimana latar cerita serta suasa yang terdapata pada cerita ini. Dalam cerita ini sosok Zhu dijelaskan bahwa ia tinggal di sebuah desa bernuansakan pantai yang dikelilingi dengan bukit-bukit yang permai dimana flora dan fauna tumbuh bebas mengekspresikan keelokannya. Pengarang menjelaskan bahwa Zhu adalah seorang perempuan anggun yang memiliki sifat tekun dan suka menolong, mewarisi sifat ayahnya. Disini diceritakan bahwa Zhu memiliki kegemaran menyulam dalam mengekspresikan perasaan hatinya, terutama disaat-saat sedang menyendiri dalam keheningan. Setiap puncak Krakatau menyembul saat gelombang laut surut di pagi hari, maka akan terlihat ribuan walet terbang berputar-putar mencari kehangatan perpaduan kepundan dan matahari — yang kehangatan udaranya mungkin tidak akan pernah diketemukan di benua manapun. Lalu menjelang sepenggalah hari, gerombolan hitam ribuan burung laut yang gesit itu akan bergerak cepat memintas selat menuju teluk Lampung dan teluk Semangka.
2. Koda : Pada koda dijelaskan nilai-nilai atau pelajaran yang dapat dipetik oleh pembaca. Sama halnya dengan abstrak, koda bersifat opsional. Pada cerita Sulaiman Pergi ke Tanjung Cina ini koda terdapat pada akhir cerita di kalimat: Kegembiraan separuh umur, dan kesedihan pada ujung hidupnya, menciptakan runcing jari-jari Zhu pandai menari. Menari dan bernyanyi di atas hamparan kain sulaman. Menyerut seluruh jiwa yang sedih, yang gembira, yang mabuk dan putus asa. Lautan asmara, nyanyian cinta, kerinduan perih dan pujian kepada tanah tempat lelakinya terkubur. Ia menyeru di atas sehelai kain pelepai, menggambar pola-pola yang rumit, dan membayangkan seluruh dirinya masuk. Menjadi naga yang mengerakkan seluruh gelombang tanah, bukit, gunung-gunung, menjadi liukan benang-benang emas dan rajutan benang-benang perak yang berkelit dan berkelindan dalam gulungan warna aroma ombak, hijau daun, putih awan. Ada merah api cinta yang semerbak di sana, ada kuning sejarah yang membentang di atas helai kain pelepai setelah dicipta berhari-hari.

1 5 1