Jawabanmu

2014-03-02T13:00:33+07:00
Seorang anak 7 tahun masuk ke IGD bedah dengan usus yang terburai. Awalnya aku pikir ini karena komplikasi operasi, atau sejenis nya. Namun kaget sekaligus tak percaya, ketika aku anamnesis orang tua nya, mereka berujar bahwa anaknya ini diseruduk kerbau hingga ususnya terburai. Kejadian ini terjadi pukul 4 sore, dan anak ini masuk IGD Bedah sekitar pukul 9 malam, setelah sebelumnya dibawa ke rumah sakit lain, yang kemudian dirujuk lagi ke rumah sakit rujukan Jawa Barat tempat ku bertugas. Kejadian ini bermula ketika anak ini menarik-narik tali yang mengikat kerbau tersebut. Wajar lah aku pikir, ketika ada kerbau, kambing, atau domba, biasanya kita sebagai anak-anak laki-laki mengitari nya. Sesekali menarik-narik tali ikatan nya, memegang badan nya, atau memainkan tanduk nya. Itu yang juga biasa aku lakukan waktu kecil setiap kali musim kurban tiba. Namun malangnya, ketika anak ini melakukan hal yang sama, sang kerbau menyeruduk anak tersebut. Mungkin tanduk nya menusuk perut anak ini, lalu tak lama kemudian, dari luka tersebut usus anak ini terburai keluar. Sehabis diseruduk dan dengan usus terburai ini, sang anak masih bisa pulang ke rumah, mengadu pada orang tua nya. Entah bagaimana perasaan orang tua nya, ketika anak ini menangis, pulang mengadu ke orang tua nya karena diseruduk kerbau, dan ketika orang tua nya akan mengecek luka nya, ia menemukan usus terburai dari perut anaknya. Tak bisa aku bayangkan rasanya.Belum semua ususnya keluar memang, hanya ileum nya yang terburai keluar pada saat itu, namun tetap saja, bagiku itu menyeramkan. Untung saja usus yang keluar nya hanya ileum, dan masih vital, masih merah. Jika saja usus yang keluar semuanya, dan sudah hitam, selain operasi untuk memasukan usus tersebut ke dalam perutnya, usus yang non vital tersebut harus dipotong.Ketika kami memeriksa kondisi usus yang keluar tersebut, ada trauma yang hadir di anak tersebut. Ia selalu menangis dan meminta kami menutup luka nya. Butuh kesabaran ekstra ketika menangani pasien ini, pasalnya sang anak sangat rewel dan memberontak. Yang aku sangat khawatirkan ialah ketika ia memberontak, ususnya tertekan oleh badan nya, dan akhirnya pecah. Selalu memberontak, ketika dipasang infus, diambil darah, dimasukkan obat, dipasang NGT, maupun kateter. Bahkan NGT yang sudah kami pasang kembali dilepasnya. Pukulan dari anak ini, ludah, darah, air kencing, sampai muntah nya tak jarang mengenai kami yang menangani nya.Namun alhamdulillah, mungkin karena lelah, tak lama kemudian sang anak diam, tenang. Ususnya yang terburai pun masih aman, dan bersiap masuk ruang operasi.Kejadian ini memberiku pelajaran, bahwa tak ada yang tak mungkin untuk terjadi di muka bumi ini atas kehendak nya, walau itu diluar nalar manusia. Kejadian ini pun memberi pelajaran kepada para orang tua, atau kepada kita yang juga kelak akan menjadi orang tua, agar lebih memperhatikan, tak lengah terhadap setiap aktifitas anak kita. Sungguh-sungguh dalam menjaga nya. Semoga Allah memberikan kita dan keluarga kita perlindungan dari setiap musibah, kejadian yang mencelakakan, dan hal buruk lain yang terjadi dalam hidup. Amiin.
2014-03-02T13:45:42+07:00
Cerita yang tokohnya adalah hewan ( fabel ).Semoga benar... :)