Jawabanmu

  • Pengguna Brainly
2014-09-10T20:46:18+07:00
Baleganjur. Gamelan balegsnjur adalah salah satu dari sedikitnya sepuluh jenis gamelan golongan kuno yang hingga kini masih tetap eksis di Bali. Hingga kini ada dua pengertian berbeda yang melekat dengan gamelan prosesi ini. Pertama, musik pengusir bhuta kala sehingga gamelan ini disebut dengan kalaganjur. Kedua, musik pembangkit semangat sehingga ia disebut dengan baleganjur.Barungan baleganjur dibentuk oleh sejumlah instrumen musik dan yang paling dominan adalah alat-alat berpencon ( gong, kempul, bende, reyong, kajar, tawa-tawa, kempli ) alat-alat berbentuk piringan ( ceng-ceng kopyak ) serta sepasang kendang. Salah satu ciri khas dari musik baleganjur terlihat pada permainan ceng-ceng kopyak yang menggunakan pola kekilitan ( interlocking ) tiga jenis yang terdiri atas pukulan polos yang sejalan dengan pukulan kajar, pukulan sangsih yang mendahului kajar, dan sanglot yang bermain di tengah-tengah untuk mengikat atau merangkul kedua pukulan diatas ( polos dan sangsih ).Perubahan yang cukup mendasar dari gamelan baleganjur belakangan ini adalah yang menyangkut fungsi dan statusnya, dari yang selama ini sebagai gamelan pengiring prosesi menjadi gamelan yang di pertunjukan secara mandiri. Hal ini mengigatkan kita akan kecak di tahun 1930-an, dari yang semula sebagai bagian organik dari pertunjukan sanghyang menjadi dramatari musikal, dengan lakon Ramayana, yang berdiri sendiri. Perubahan fungsi dan sttus baleganjur seperti ini bermula dari kontes gamelan baleganjur pada tahun 1986-an, oleh Himpunan Seniman Remaja ( HSR ), dalam rangka menmperingati HUT Puputan Badung. Dengan adanya perubahan ini estetika baleganjur perlahan-lahan berubah dan tabuh-tabuh yang dimainkan dalam gamelan ini mulai menggunakan struktur komposisi formal dengan rasa musikal yang semakin mendekati kebyar. Tidak kalah menariknya adalah penampilan dari para penabuhnya yang semakin demonstratif karena mereka mulai memainkan gamelan dengan gerak-gerak tubuh yang dipolakan atau dikoreografikan.Hingga pertengahan tahun 1980-an, baleganjur pada umumnya dimainkan untuk mengiringi prosesi keagamaan seperti prosesi upacara ke pura, prosesi ke laut, atau ngaben dan prosesi lainnya. Untuk mengiringi prosesi-prosesi ini grup baleganjur yang biasanya ditempatkan di bagian paling belakang ( seebagai penutup prosesi ), dengan tabuh-tabuh gilak pejalan, dalam tempo yang bervariasi, dari pelan, sedang, hingga cepat. Di mata masyarakat Bali, musik-musik baleganjur dieasakan mampu menambah wibawa dan keagungan dari prosesi yang tengah berlangsung.Ketika tampil dalam prosesi-prosesi ritual keagamaan seperti ini sikap tampil para penabuh baleganjur, yang berjumlah antara 25 sampai 30 orang, pada umumnya biasa-biasa saja dan tidak demonstratif. M
2014-09-10T20:49:29+07:00
Baleganjur. Gamelan balegsnjur adalah salah satu dari sedikitnya sepuluh jenis gamelan golongan kuno yang hingga kini masih tetap eksis di Bali. Hingga kini ada dua pengertian berbeda yang melekat dengan gamelan prosesi ini. Pertama, musik pengusir bhuta kala sehingga gamelan ini disebut dengan kalaganjur. Kedua, musik pembangkit semangat sehingga ia disebut dengan baleganjur.Barungan baleganjur dibentuk oleh sejumlah instrumen musik dan yang paling dominan adalah alat-alat berpencon ( gong, kempul, bende, reyong, kajar, tawa-tawa, kempli ) alat-alat berbentuk piringan ( ceng-ceng kopyak ) serta sepasang kendang. Salah satu ciri khas dari musik baleganjur terlihat pada permainan ceng-ceng kopyak yang menggunakan pola kekilitan ( interlocking ) tiga jenis yang terdiri atas pukulan polos yang sejalan dengan pukulan kajar, pukulan sangsih yang mendahului kajar, dan sanglot yang bermain di tengah-tengah untuk mengikat atau merangkul kedua pukulan diatas ( polos dan sangsih ).Perubahan yang cukup mendasar dari gamelan baleganjur belakangan ini adalah yang menyangkut fungsi dan statusnya, dari yang selama ini sebagai gamelan pengiring prosesi menjadi gamelan yang di pertunjukan secara mandiri. Hal ini mengigatkan kita akan kecak di tahun 1930-an, dari yang semula sebagai bagian organik dari pertunjukan sanghyang menjadi dramatari musikal, dengan lakon Ramayana, yang berdiri sendiri. Perubahan fungsi dan sttus baleganjur seperti ini bermula dari kontes gamelan baleganjur pada tahun 1986-an, oleh Himpunan Seniman Remaja ( HSR ), dalam rangka menmperingati HUT Puputan Badung. Dengan adanya perubahan ini estetika baleganjur perlahan-lahan berubah dan tabuh-tabuh yang dimainkan dalam gamelan ini mulai menggunakan struktur komposisi formal dengan rasa musikal yang semakin mendekati kebyar. Tidak kalah menariknya adalah penampilan dari para penabuhnya yang semakin demonstratif karena mereka mulai memainkan gamelan dengan gerak-gerak tubuh yang dipolakan atau dikoreografikan.Hingga pertengahan tahun 1980-an, baleganjur pada umumnya dimainkan untuk mengiringi prosesi keagamaan seperti prosesi upacara ke pura, prosesi ke laut, atau ngaben dan prosesi lainnya. Untuk mengiringi prosesi-prosesi ini grup baleganjur yang biasanya ditempatkan di bagian paling belakang ( seebagai penutup prosesi ), dengan tabuh-tabuh gilak pejalan, dalam tempo yang bervariasi, dari pelan, sedang, hingga cepat. Di mata masyarakat Bali, musik-musik baleganjur dieasakan mampu menambah wibawa dan keagungan dari prosesi yang tengah berlangsung.Ketika tampil dalam prosesi-prosesi ritual keagamaan seperti ini sikap tampil para penabuh baleganjur, yang berjumlah antara 25 sampai 30 orang, pada umumnya biasa-biasa saja dan tidak demonstratif.

Maaf Ya Kalo Salah. Kalo Gx Ngerti Ringkasin Ajh