Jawabanmu

2014-09-10T20:13:56+07:00
Pada akhir tahun 1944 Jepang semakin terdesak doleh sekutu. Dan Jepang selalu kalah dalam Perang Asia - Pasifik. Keadaan di negeri Jepang semakin hari semakin memburuk. Hal-hal yang tidak menguntungkan menyebabkan jatuhnya Kabinet Tojo pada tanggal 17 Juli 1944 dan digantikan oleh Jenderal Kuniaki Koiso.

Pada tanggal 7 September 1944 didalam sidang istimewa Perlemen Jepang di Tokyo, Perdana Menteri Koiso Mengumumkan bahwa Indonesia diperkenankan merdeka dikemudian hari.

Pada tahun 1944 Pulau Saipan direbut oleh sekutu. Angkatan perang Jepang dipukul mundur angkatan perang AS dari Papua Nugini, Kepulauan Salomon, dan Kepulauan Marshall, maka seluruh garis besar pertahanan Jepang di Pasifik mulai hancur, dan Jepang mulai berada diambang kekalahan. Sekutu terus menerus menyerbu kota-kota di Indonesia seperti Ambon, Makassar, Manado, dan Surabaya. Akhirnya tentara Sekutu mendarat di kota Tarakan dan Balikpapan.

Menghadapi situasi tersebut, pemerintahan Jepang di Jawa dibawah pimpinan Letnan Jendral Kumakici Harada berusaha menyakinkan bangsa Indonesia tentang janji kemerdekaan. Pada tanggal 1 Maret 1945 diumumkannya pembentukan Badan Penyelidik Usaha - Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau dalam bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi Coosakai.

Tujuan didirikannya BPUPKI ialah untuk mempelajari dan menyelidiki hal-hal yang penting dengan segala sesuatu yang menyangkut pembentukan negara Indonesia Merdeka.

Ketua BPUPKI adalah dr K.R.T Radjiman Wedyodiningrat. Dibantu 2 orang ketua muda yaitu Icibangase dan R.P Suroso sebagai kepala sekretariat dengan dibantu oleh Toyohito Masuda dan Mr. A.G Pringgodigdo. Angggota BPUPKI terdiri dari 60 orang termasuk 4 orang golongan Arab serta golongan peranakan Belanda dan terdapat 7 orang Jepang, sehingga berjumblah 63 orang.

BPUPKI ini dilantik pada tanggal 28 Mei 1945 di gedung Cuo Sangi In yang dihadiri oleh seluruh anggota BPUPKI dan 2 pembesar Jepang yaitu Jenderal Itagaki dan Jenderal Yaici Nagano.

Maaf alau kurang tepat
2014-09-10T20:35:57+07:00
Pada bulan september 1944, perdana mentri jepang, koiso mengumumkan sidang parlemen agar Indonesia akan dimerdekakan kelak, tidak layak dari janji tersebut, maka pada tanggal 1 maret 1945, pemerintah jepang mengadakan pembentukan Dokuritsu Zumbi
Coosakai (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia/BPUPKI)