ada 2 pendapat, ada yang tidak memperbolehkan karena beranggapan seperti komentar yang diatas. tetapi ada juga yang membolehkan. hal itu sebagaimana tercantum di beberapa cetakan mushaf alquran yang isinya barang siapa yang menbaca quran dalam keadaan suci maka pahala utama membacanya yaitu 10 (belumtermasuk pahala yang lain) dan yang membaca dalam keadaan tidak suci (dalam konteks ini adalah yang tidak memiliki wudhu tetapi tidak berhadast besar ataupun terkana najis) mandapat ! pahala.
ooog gitu
dibolehkan jika tidak diniatkan untuk beribadah atau hanya untuk belajar
lo bkankah belajar jga termasuk beribadah ,, bagaimana kita mau cepat pntar jka kta membacana dalam keadaan tidak suci... belajar bsa lewat apa saja ,, gk mesti memegang alqur"ankan ?? lewat hp dengan mendengarkan alunan surat suci alqur'an jga bisa .. jika emang kita berniat untuk belajar..
tapi ada beberapa orang yang mengutamakan lewat quran mushaf cetakan yang asli, tidak dengan yang digital. anggapannya bahwa digital bisa dimanipulasi dengan berbagai bentuk kesalahan. jadi mereka mencoba untuk mengantisipasi hal itu

Jawabanmu

2014-03-01T22:05:59+07:00
Mungkin maksudnya bila batal wudlu.
Seseorang boleh membaca al-Qur’an tanpa wudhu bila bacaan-nya secara hafalan sebab tidak ada yang mencegah Rasulullah –shollallaahu’alaihi wasallam- membaca al-Qur’an selain kondisi junub. Beliau pernah membaca al-Qur’an dalam kondisi berwudhu dan tidak berwudhu. Sedangkan terkait dengan Mushaf, maka tidak boleh bagi orang yang dalam kondisi berhadats untuk menyentuhnya, baik hadats kecil maupun hadats besar. Allah – subhanahu wata’ala- berfirman,
“Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.” (Al-Wa-qi’ah: 79). Yakni orang-orang yang suci dari semua hadats, najis dan syirik. Di dalam hadits Nabi –shollallaahu’alaihi wasallam- yang dimuat di dalam surat beliau kepada pegawainya yang bernama Amru bin Hizam, beliau menyebutkan,
طَاهِرًا إِلاَّ الْقُرْآنَ يَمَسُّ لاَ
“Tidak boleh menyentuh al-Qur’an kecuali orang yang dalam kondisi suci.” (Muwaththa’ Imam Malik, kitab al-Qur’an, Hal. 199; Sunan ad-Darimi, kitab ath-Thalaq (2183)). Hal ini merupakan kesepakatan para Imam kaum Muslimin bahwa orang yang dalam kondisi berhadats kecil ataupun besar tidak boleh menyentuh Mushaf kecuali ditutup dengan pelapis, seperti mushaf tersebut berada di dalam kotak atau kantong, atau dia menyentuhnya dilapisi baju atau lengan baju.
2014-03-01T22:22:18+07:00
Tidak boleh. Karena al - quran adalah kitab suci. Sehingga ketika kita membaca harus dalam keadaan bersih dari hadas kecil, besar maupun hal - hal lainnya. Sama seperti ketika kita shalat harus dalam keadaan suci dan bersih. Karena kita akan beribadah kepada allah swt.
tapi kalau kalau Qur'an tersebut terjemahan gmn??
ea tetap tidak boleh ,, karena itu sama saja kitap suci allah...
sebisa mungkin kita harus dalam keadaan bersih dan suci. Bukankah allah menyukai hambanya yang selalu bersih?
yes benar sekali..