Tolong dijawab ya please,,,

1. cara-cara jepang memerah kekayaan bangsa Indonesia?
2. sebutkan bentuk-bent6k perjuangan saat strategi kooperasi?
3. perlawanan bersenjata! sebutkan bentuk perlawanan ini terjadi dan pemimpinnya?

1

Jawabanmu

2014-09-10T16:14:27+07:00
1. Memusnahkan beberapa jenis perkebunan yang menurut Jepang tidak berguna dan diganti dengan tanaman bahan makanan, Jepang tidak memberikan bimbingan dan penyuluhan pertanian secara modern, akibatnya banyak penebangan liar yang merusak hutan itu sendiri, rakyat dibebani dengan menanam pohon jarak yang digunakan untuk minyak pelumas senjata dan mesin pesawat, Jepang melakukan monopoli terutama beras dan garam, 60 % dari hasil pertanian milik rakyat harus disetorkan kepada Jepang, 30 % untuk bibit, rakyat hanya diperbolehkan memiliki 10 % bahkan seringkali semuanya dirampas.
2. a. Memanfaatkan Gerakan PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat) Tujuan Jepang membentuk PUTERA adalah agar kaum nasionalis dan intelektual menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk kepentingan Jepang. Namun oleh para pemimpin Indonesia, PUTERA justru dimanfaatkan untuk membela rakyat dari kekejaman Jepang serta untuk menggembleng mental dan semangat nasionalisme, cinta tanah air , anti kolonialisme dan imperialisme. Dengan demikian PUTERA ini ibarat tombak bermata dua.
b. Memanfaatkan Barisan Pelopor (Syuisyintai) Organisasi ini dimanfaatkan oleh para nasionalis sebagai penyalur aspirasi nasionalisme dan memperkuat pertahanan pemuda melalui pidato-pidatonya.
c. Memanfaatkan Chuo Sangi In (Badan Penasihat Pusat) Tugas badan ini adalah memberi nasihat atau pertimbangan kepada Seiko Shikikan (penguasa tertinggi militer Jepang di Indonesia). Oleh para pemimpin Indonesia melalui Chuo Sangi In dimanfaatkan untuk menggembleng kedisiplinan. Salah satu saran Chuo Sangi In kepada Seiko Shikikan adalah agar dibentuknya Barisan Pelopor untuk mempersatukan seluruh penduduk agar secara bersama menggiatkan usaha mencapai kemenangan.
3.  Beberapa bentuk perjuangan pada jaman Jepang adalah:
1. Memanfaatkan Organisasi Bentukan Jepang
Kelompok bersedia bekerja sama dengan Jepang. Sebenarnya ini adalah sebagai bentuk
perjuangan diplomasi. Tokoh-tokohnya adalah para pemimpin Putera seperti; Sukarno,
Mohammad Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan KH Mas Mansyur.
Mereka memanfaatkan Putera sebagai sarana komunikasi dengan rakyat. Putera justru
dijadikannya sebagai ajang kampanye nasionalisme. Pemerintah Jepang menyadari hal
tersebut, dan akhirnya membubarkan Putera digantikan Barisan Pelopor.
2. Gerakan Bawah Tanah
Pelarangan berdirinya partai politik pada zaman Jepang, mengakibatkan sebagian tokoh
perjuangan melakukan gerakan bawah tanah. Gerakan perjuangan ini dilakukan melalui
kegiatan-kegiatan tidak resmi, tanpa sepengetahuan Jepang.
Mereka terus melakukan konsolidasi dalam menuju kemerdekaan Indonesia. Mereka
menggunakan tempat-tempat strategis, seperti asrama pemuda untuk melakukan
pertemuan-pertemuan. Penggalangan semangat kemerdekaan dan membentuk suatu
negara terus mereka kobarkan.
Tokoh-tokoh yang masuk dalam garis pergerakan bawah tanah adalah Sutan Sjahrir,
Achmad Subarjo, Sukarni, A. Maramis, Wikana, Chairul Saleh, dan Amir Syarifuddin.
Mereka terus memantau perang Pasifik melalui radio-radio gelap. Sebab pada saat itu
Jepang melarang bangsa Indonesia memiliki pesawat komunikasi. Kelompok bawah
perjuangan. Akhirnya Putera dibubarkan.
3) Jawa Hokokai
Pada tahun 1944 dibentuk Jawa Hokokai (Gerakan Kebaktian Jawa). Kegiatan ini
langsung di bawah pengawasan para pejabat Jepang. Tujuan pokoknya adalah
menggalang dukungan untuk rela berkorban demi pemerintah Jepang.
4) Masyumi
Islam adalah penduduk mayoritas bangsa Indonesia. Jepang merasa harus bisa menarik
hati golongan ini. Untuk itu pada tahun 1943 Jepang membubarkan Majelis Islam Ala
Indonesia, dan menggantikannya dengan Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia).
Masyumi dipimpin oleh KH Hasyim Ashari dan KH Mas Mansyur.
1 5 1