Jawabanmu

2014-01-07T19:59:31+07:00
Refleksi dan Refraksi Pada Gelombang Datar dan Permukaan Datar             Sebelum membicarakan apa yang dimaksud dengan sebuah bayangan, pertama kali kita memerlukan konsep benda (object). Benda adalah segala sesuatu darimana sinar cahaya diradiasikan. Cahaya ini dapat dipancarkan oleh benda itu sendiri jika benda itu bersinar sendiri, seperti kawat pijar yang bersinar dari sebuah bola lampu. Alternatifnya cahaya itu dapat dipancarkan oleh sumber lain (seperti lampu atau matahari) dan kemudian direfleksikan dari benda itu, cahaya yang kita lihat pada buku atau makalah. Supaya seorang pengamat melihat benda ini secara langsung, maka tidak boleh ada rintangan diantara benda itu dengan mata pengamat. Benda pada gambar adalah sebuah benda titik yang tidak mempunyai ukuran fisik. Benda nyata dengan panjang, lebar, dan tinggi dinamakan benda yang dipanjangkan. Misalkan beberapa berkas sinar dari benda itu menumbuk sebuah permukaan datar halus yang bersifat merefleksikan sinar (Gambar 35-2). Permukaan ini dapat merupakan permukaan sebuah material dengan indeks refraktif yang berbeda, yang merefleksikan sebagian cahaya yang masuk itu, atau sebuah permukaan logam yang digosok yang merefleksikan hampir 100% cahaya yang menumbuk permukaan itu. Menurut hukum refleksi, semua sinar yang menumbuk permukaan itu direfleksikan pada sebuah sudut dari normal yang sama dengan sudut masuk. Karena permukaan itu datar, maka normal itu berada dalam arah yang sama di semua titik pada permukaan tersebut, dan kita mempunyai refleksi spekular. Setelah sinar sinar itu direfleksikan, maka arahnya adalah sama seakan akan sinar sinar itu datang dari titik P’. kita menamakan titik P sebagai titik benda dan titik P’ sebagai titik bayangan yang bersangkutan, dan kita mengatakan bahwa permukaan yang merefleksikan itu membentuk sebuah bayangan dari titik P. Seandainya permukaan pada Gambar 35-2 tidak halus, maka refleksi  itu akan tersebar, dan sinar yang direfleksikan dari bagian bagia yang berbeda dari permukaan itu akan pergi dalam arah arah yang tidak terkait satu sama lain. Dalam kasus ini tidak  akan ada titik bayangan P’ tertentu, dimana semua sinar yang direfleksikan kelihatan nya berasal dari titik tersebut. Sebuah bayangan juga dibentuk oleh sebuah permukaan datar yang merefraksikan, seperti yang diperlihatkan pada gambar 35-3. Sinar sinar yang dating dari titik P direfraksikan pada antarmuka diantara dua material optis. Bila sudut sudut masuk itu kecil, maka arah arah akhir dari sinar sinar itu setelah refraksi adalah sama seakan akan sinar sinar itu dating dari titik p’ setelah refraksi adalah sama seperti yang diperlihatkan, dan sekali lagi kita menamakan P’ sebagai  sebuah titik bayangan.
bisa menambahkan gambar untuk kacanya ?