Jawabanmu

2014-09-09T22:07:59+07:00
  OKIOrganisasi Konferensi Islam (OKI) adalah sebuah organisasi antarpemerintahan yang menghimpun 57negara di dunia. OKI didirikan di Rabat, Maroko pada 12 Rajab 1389 H (25 September 1969) dalamPertemuan Pertama para Pemimpin Dunia Islam yang diselenggarakan sebagai reaksi terhadapterjadinya peristiwa pembakaran Masjid Al Aqsa pada 21 Agustus 1969 oleh pengikut fanatik Kristen danYahudi di Yerussalem. Organisasi Konferensi Islam (OKI) Organisasi Konperensi Islam (OKI) dibentuk setelah para pemimpin sejumlah negara Islam mengadakanKonperensi di Rabat, Maroko, pada tanggal 22-25 September 1969, dan menyepakati Deklarasi Rabat yang   menegaskan keyakinan atas agama Islam, penghormatan pada Piagam PBB dan hak azasi manusia.   Pembentukan OKI semula didorong oleh keprihatinan negara-negara Islam atas berbagai masalah yangdiahadapi umat Islam, khususnya setelah unsur Zionis membakar bagian dari Masjid suci Al-Aqsa padatanggal 21 Agustus 1969. Pembentukan OKI antara lain ditujukan untuk meningkatkan solidaritas Islam di   antara negara anggota, mengkoordinasikan kerjasama antara negara anggota, mendukung perdamaian dan   keamanan internasional, serta melindungi tempat-tempat suci Islam dan membantu perjuanganpembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat. OKI saat ini beranggotakan 57 negara Islamatau berpenduduk mayoritas Muslim di kawasan Asia dan Afrika.Sebagai organisasi internasional yang pada awalnya lebih banyak menekankan pada masalah politik,   terutama masalah Palestina, dalam perkembangannya OKI menjelma sebagai suatu organisasi internasionalyang menjadi wadah kerjasama di berbagai bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan ilmu pengetahuanantar negara-negara muslim di seluruh dunia.   Untuk menjawab berbagai tantangan yang mengemuka, negara-negara anggota OKI memandangrevitalisasi OKI sebagai permasalahan yang mendesak. Semangat dan dukungan terhadap perlunyarevitalisasi OKI dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa struktur dan kinerja organisasi OKI dinilai belum   efisien dan efektif. Dalam kaitan ini, telah diadakan rangkaian pertemuan yang berhasil mengkaji dan   melakukan finalisasi TOR restrukturisasi OKI yang disiapkan oleh Malaysia.   Pada pertemuan tingkat Kepala Negara/Kepala Pemerintahan (KTT) ke-10 di Putrajaya, Malaysia, 11-17Oktober 2003, OKI sepakat untuk memulai upaya kongkrit dalam merestrukturisasi Sekretariat OKI   terutama pada empat aspek: perampingan struktur, metodologi, peningkatan kemampuan keuangan dan   sumber daya manusia. KTT Luar Biasa OKI ke-3 di Mekkah, Arab Saudi pada 7-8 Desember 2005 telahmengakomodir keinginan tersebut dan dituangkan dalam bentuk Macca Declaration dan OIC 10-yearsProgram of Actions yang meliputi restrukturisasi dan reformasi OKI, termasuk perumusan Statuta OKI baru   yang diharapkan dapat dilaksanakan sebelum tahun 2015.   OIC 10-years Program of Actions merupakan awal perubahan OKI yang tidak hanya menfokuskan padamasalah politik tetapi juga ekonomi perdagangan. Program Aksi 10 tahun OKI mencakup isu-isu politik danintelektual, isu-isu pembangunan, sosial, ekonomi dan ilmu pengetahuan yang diharapkan dapat menjawab   kesenjangan kesejahteraan umat. Di bidang politik dan intelektual, dalam 10 tahun OKI diharapkan mampu   menangani berbagai isu seperti upaya membangun nilai-nilai moderasi dan toleransi; membasmiekstrimisme, kekerasan dan terorisme; menentang Islamophobia; meningkatkan solidaritas dan kerjasamaantar negara anggota, conflict prevention, peanganan masalah Filipina, hak-hak kelompok minoritas dan   komunitas muslim, dan masalah-masalah yang dialami Afrika.   KTT OKI ke-11 berlangsung antara tanggal 13- 14 Maret dan bertemakan “The Islamic Ummah in the 21stCentury” menghasilkan dokumen utama, yaitu: Piagam OKI, Final Communiqué dan sejumlah resolusi. Final   Communiqué mengangkat isu antara lain mengenai politik, keamanan, Palestina, minoritas muslim seperti   Kosovo, terorisme, ekonomi, sosial budaya, hukum, iptek dan sosial budaya. Sedangkan resolusi terkait   yang berhubungan dengan keamanan global/ regional antara lain: Resolutions on the Cause of palestine,the City of Al-Quds Al Sharif, and the Arab-Israel Conflict, Resolutions on Political Affairs, Resolutions onMuslim Communities and Minorities in Non-OIC Member States. Piagam Baru tersebut pada intinya   merupakan penegasan bagi OKI untuk mengeksplorasi bentuk kerjasama yang lain dan tidak hanya terbatas   pada kerjasama politik saja.
1 5 1