Jawabanmu

2014-09-09T21:22:52+07:00
1. Ambil bambu yang baru ditebang dan belum dikeringkan. Pastikan bahwa bambu – bambu tersebut masih benar – benar dalam keadaan fresh. Bambu jenis ini cocok untuk digunakan dalam pembuatan kerajinan tangan atau menjadi tiang pancang pondasi bangunan. Tetapi, bambu jenis ini mungkin tidak cukup baik untuk digunakan sebagai material dalam pembuatan furnitur. Alasannya, bambu ini akan mudah melengkung dan retak ketika bambu sudah kering. Sehingga, tentu semua bagian furnitur Anda akan menjadi sia – sia.2. Untuk memotong bambu, pastikan Anda menggunakan gergaji yang tepat dan cukup tajam. Jika alat pemotong ini kurang tajam, dikhawatirkan bambu akan mudah robek dan pecah. Potong bambu pada bagian penghubung antar ruas agar bambu tak mudah retak.Jangan lupa, di sekeliling permukaan bambu biasanya terdapat bulu – bulu halus yang dapat mengakibatkan gatal – gatal di kulit. Bahkan, bulu – bulu halus tersebut bisa menancap di kulit, menggores permukaan kulit, dan mengakibatkan kulit berdarah. Untuk itu, bersihkan bambu dengan kain lap dengan permukaan yang cukup kasar sebelum Anda menyentuh bambu tersebut.
3. Bila Anda ingin mengaitkan antar bambu dengan paku, gunakan paku – paku dengan diameter yang menyesuaikan ukuran bambu. Bila bambu ini cukup tebal, maka Anda bisa leluasa dalam memilih ukuran paku tanpa takut bambu akan retak. Namun bila bambu tergolong kecil dengan diameter yang tak terlalu besar, tentu potensi bambu untuk retak akan semakin bertambah besar.Selain memperhatikan ukuran paku, perhatikan pula cara memukul palunya. Palu tidak boleh terlalu dipukulkan keras – keras pada bambu, karena akan semakin memperkuat tekanan yang dapat berakhir dengan keretakan. Untuk itu, sebaiknya ketukkan palu perlahan – lahan, namun dengan pengulangan berkali – kali dan dalam waktu yang cepat.4. Selesai dipaku dan bambu – bambu sudah terikat satu sama lain, masih ada potensi jika bambu tidak merekat dengan baik dikarenakan paku yang tidak kuat. Untuk itu, Anda perlu mengencangkannya kembali dengan tali. Atau, Anda bisa menggunakan pengikat bambu yang terkenal dari Jepang, yakni Ibo knot. Ibo knot ini terkenal kuat dalam mengaitkan satu bambu dengan bambu yang lain. Karena Jepang sendiri adalah salah satu negara yang banyak memanfaatkan bambu pada pembuatan furnitur maupun propertinya, tak heran penggunaan Ibo knot ini begitu populer di sana.5. Dengan Ibo knot, bambu memang akan terikat lebih kencang,. Namun, hal ini masih memungkinkan untuk lepas karena masih adanya rongga – rongga di beberapa titik. Bila Anda masih merasa Ibo knot ini belum mampu mengaitkan bambu dengan baik, gunakan lem khusus untuk melekatkan setiap ruas – ruasnya. Dengan demikian, Anda merasa lebih yakni jika bambu sudah terkait dengan baik.6. Bila Anda ingin agar bambu tetap awet, Anda bisa melakukan pengecetan. Pengecetan ini juga akan menghalau pelapukan bambu. Selain dengan menggunakan cat, Anda juga bisa mencegah pelapukan bambu melalui penggunaan bahan pelapis polyurethane. Selain berfungsi untuk melindungi material bambu, polyurethane juga dapat membantu menciptakan tampilan kontemporer pada bambu.7. Selesai bekerja dengan material bambu ini, jangan lupa untuk membersihkan sisa – sisa atau potongan bambu kecil – kecil. Potongan bambu kecil – kecil tadi bisa juga menjadi bernilai ekonomis, karena di beberapa tempat, potongan – potongan bambu tersebut sering dimanfaatkan untuk dijadikan kerajinan tangan bernilai seni tinggi. Potongan bambu tersebut pun bisa dijadikan bahan bakar, untuk itu, tak ada salahnya mengumpulkan potongan – potongan tersebut untuk digunakan kembali.Selamat mencoba 
6 3 6