Jawabanmu

2014-09-09T20:20:10+07:00
Untuk menengahi dua kutub pemikiran yang menghendaki Indonesia sebagai negara islam dan kutub sekuler, negara Pancasila menegaskan bahwa ia bukanlah negara sekuler atau negara yang berasaskan suatu agam tertentu. Dengan akar nilai-nilai relijiusitas, budaya dan orientasi nilai masyarakat Indonesia, Pancasila diharapkan menjadi nilai luhur (noble values) dari rangkaian sejarah dan kebudayaan bangsa (Somantri 2006, 20). Pancasila yang pada hakikatnya digunakan sebagai pedoman dan fondasi masyarakat Indonesia dalam kehidupan berbangsa sempat mengalami jatuh-bangun dan misintepretasi nilai. Pancasila hanya dijadikan sebagai simbol “basa-basi” dan dalam praktiknya dijadikan sebagai tameng untuk menjustifikasi pelanggaran yang dilakukan pemerintahan Indonesia di masa lalu. Contohnya pada rezim orde baru di bawah kepemimpinan Soeharto secara fatal telah tergoda melakukan langkah-langkah yang membuat Pancasila jauh dari semangat pemimpin bangsa di masa pergerakan kemerdekaan. Pancasila dijadikan instrument politik untuk menjaga status quo. Pada akhirnya Pancasila menjadi tafsir yang bersifat monopilitik, direktif, kaku dan berorientasi “menghukum” lawan-lawan politik pemerintah. Pancasila sempat menuai protes karena dipersalahkan telah menjadi instrument  rezim otoriter (Somantri 2006, 17-18).