Jawabanmu

2014-02-28T15:21:23+07:00
Karena kalender masehi di perhitungkan dengan revolusi matahari...
Revolusi Matahari ? Maaf, tapi setau aku cuma ada Revolusi, dan Rotasi Bumi dan Bulan ? Memangnya ada ya revolusi matahari ?
2014-02-28T15:24:17+07:00
2.  Kalender MasehiPenggunaan sistem penanggalan surya telah dikenal bangsa Arab sejak 4241 SM atau tahun -4240 M (tahun negatif). Pada saat itu tahun tata surya terdiri dari 365 hari terbagi ke dalam 12 bulan dan masing-masing bulan terdiri dari 30 hari ditambah dengan 5 hari pesta perayaan tahunan. Pada tahun -45 (46 SM), Julius Caesar dengan bantuan matematikawan asal Alexandria, bernama Sosigenes (seabad pertama SM), mereformasi sistem kalender surya, yang berasal dari kalender surya Arab. Kalender yang kemudian dipergunakan di Romawi ini menggunakan satu tahun surya bersesuaian dengan 365,25 hari dan bulan pertama tiap tahun diganti dari bulan Maret ke bulan Januari dan bulan terakhir, bulan Februari diganti menjadi bulan Desember. Titik Vernal Equinok atau titik Aries bertepatan dengan tanggal 21 Maret (sebelumnya bisa terjadi pada 24-25 Maret atau 19 Maret).
Sistem kalender surya hasil reformasi Julius Caesar ini dikenal dengan sistem kalender Julian. Menurut konvensi, kalender surya Julian pada tahun yang habis dibagi empat disebut tahun kabisat, yakni tahun panjang dengan jumlah 366 hari. Yang lainnya adalah tahun basit, yaitu tahun pendek dengan hanya 365 hari. Jumlah hari rata-rata dalam sistem kalender Julian dibanding dengan siklus tropis matahari masih berselisih. Selisih itu menyebabkan pergeseran tanggal penunjuk kedudukan matahari terhadap titik Aries secara sistematis. Besar pergeseran itu menjadi sehari lebih cepat dalam jangka 134 tahun atau 0,78 hari per abad. Kecocokan posisi matahari ke arah titik Vernal Equinok tidak dapat dipertahankan pada tanggal tertentu (21 Maret) dalam sistem penanggalan Julian. Dibanding dengan satu tahun tropis rata-rata 365,242199 hari, kalender Julian itu lebih panjang 0,0078 hari. Ini berarti terdapat selisih sebesar0,78 hari perabad (100 tahun). Selisih jumlah hari itu jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan sistem penanggalan surya yang dipergunakan bangsa Arab kuno, yang mencapai sehari dalam empat tahun.
Empat ratus dua belas tahun yang silan, Paus Gregorius XIII (1502-1585) dibantu oleh pastur ahli matematika dan astronomi Christoper Clavius (1537-1612) mencanangkan pemutusan rantai penanggalan Julian pada hari Kamis, 4 Oktober 1582 dan menyambungnya dengan kalender Gregorian menjadi Jum'at, 15 Oktober 1582. Jadi, tanggal 15 sampai dengan 14 Oktober 1582 ditiadakan. Penyambungan dua sistem penanggalan surya itu menyebabkan jumlah hari dalam bulan Oktober 1582 berkurang 10 hari. Matahari berada di arah titik Aries dan sekitar tanggal 21 Maret tiap tahun penanggalan Gregorian. Tanggal ini bersesuaian dengan yang pernah dipergunakan the Nicaean Ecclesiastical Calendar dalam menentukan hari Paskah pada tahun 325 M. Pada tahun 1582 itu kedudukan matahari berada pada arah titik Aries pada tanggal 11 Maret 1582 atau telah bergeser 10 hari dari tanggal 21 Maret.
Bulan pertama tahun Gregorian dimulai tanggan 1 Januari. Februari merupakan bulan kedua, dan seterusnya sampai bulan Desember yang merupakan bulan ke duabelas. Jumlah hari tiap bulan sama dengan yang telah ditetapkan oleh Augustus Caesar (8 SM). Paus Gregorian XII juga meniadakan tahun kabisat bagi tahun yang habis dibagi 100 tetapi tidak habis dibagi 400, seperti tahun 1700, 1800, dan 1900. Jadi tahun-tahun tersebut merupakan tahun basit. Dengan aturan itu, satu tahun rata-rata penanggalan Gregorian menjadi 365,2425 hari.
jd enurutku karena kalender surya dan masehi saling berkaitan.. mulai dari cara penanggalannya smpai jumlah hari.a.. sprti.a bgtu
oh begitu .. terimakasih atas jawabannya :)