Jawabanmu

2014-09-09T17:34:10+07:00
Pada abad ke-20, antaran 1927-1937, kembali ditemukan sejumlah fosil yang mirip dengan Pithecanthropus erectus di luar Indonesia, yaitu di daratan Cina, di dalam sebuah gua kapur yang terletak di Desa Zhoukodian (kira-kira 40 km sebelah barat Beijing). Davidson Black yang memimpin tim penggalian itu menamakannya sebagai Sinanthropus pekinensis yang artinya manusia dari utara yang berdiri tegak. Dalam bahasa populernya dikenal sebagai Manusia Peking yang diperkirakan hidup antara 240-500 ribu tahun yang lalu.Pada 1941 seluruh fosil tersebut hilang dalam perjalanan ke Amerika sewaktu pecahnya PD II karena kapal yang membawa fosil-fosil tersebut karam ke dasar laut akibat hantaman bom pasukan Jepang. Untungnya, sebelum peristiwa itu terjadi Franz Weidenreich yang mempelajari fosil Manusia Peking tersebut telah membuatĀ Klasifikasi sampai tingkat subfamili untuk Hominid dan pendahulunya.cetakan dari seluruh fosilfosil Manusia Peking.Sebelumnya, pada 1939 Von Koenigswald dan Weidenreich melakukan studi perbandingan antara Pithecanthropus erectus dan Sinanthropus pekinensis. Menurut mereka, secara morfologi-anatomi, antara keduanya mempunyai kemiripan yang kuat. Oleh karena itu, Weidenreich (1940) mengusulkan satu nama saja untuk Pithecanthropus erectus dan Sinanthropus pekinensis, yaitu Homo erectus, dan fosil dari Trinil (Tr-2) dijadikan sebagai holotipenya. Artinya, setiap fosil-fosil yang ditemukan di mana saja di dunia ini dapat dimasukkan ke dalam kelompok Homo erectus asalkan diteliti terlebih dahulu apakah ada kesamaan morfologi-anatominya dengan morfologi-anatomi holotipe tersebut atau tidak.
13 4 13
2014-09-09T18:01:36+07:00
Di Zhoukoudian didekat Beijing,akan tatapi fosil yang di temukan bukan pithecanthropus erectus.yg ditemukan adalah fosil yg ciri-cirinya sama dengan pithecantropus erectus yang dinamakan Sinanthropus pekinensis.
6 4 6